
Leo menatap lantai gelap di bawah kakinya, tatapannya kosong tanpa ada cahaya.
"Semua sudah hilang, semua sudah tiada, semuanya ...." Leo meneteskan air mata dengan tatapan kosongnya.
Langkahnya terasa berat, napasnya terasa sesak dan dadanya terasa pedih. Leo sudah tidak ingat berapa kali ia merasakan hal itu, tetapi, ia yakin akan satu hal.
"Di dunia yang sudah membusuk ini, yang paling merusak bukanlah Hewan buas, bukan Ashura, juga bukan bencana ...." Matanya mengeluarkan cahaya merah pekat seperti darah.
"Yang paling merusak adalah manusia itu sendiri, bukan sebuah kebetulan bila suatu saat manusia itu sendiri yang akan lenyap karena segala keburukan mereka."
Ucapan Leo di dalam alam bawah sadarnya itu disambut tawa melengking yang bergema dari kegelapan di sekitarnya.
"Hahahaha! Manusia bodoh, kau baru menyadarinya? Hahahaha! Bahkan kami bangsa iblis tidak bisa dibandingkan dengan kalian dalam hal merusak, kalian adalah perusak sejati, perusak sejati! Hahahaha!" Iblis yang dikekang rantai hitam itu tertawa.
Setelah Leo berhasil mengalahkannya dulu, Iblis yang sempat berkeliaran secara bebas itu kini terkekang di dalam alam bawah sadar Leo, meskipun begitu, Iblis itu tidak kesulitan mengambil alih dan mengendalikan tubuh Leo yang saat ini dipenuhi perasaan negatif.
"Kalian para manusia harus menderita sekarang, sudah saatnya Apocalypse di munculkan, sudah saatnya kalian para manusia dimusnahkan." usai mengucapkan kalimat itu, Iblis yang di kekang tersebut kembali tertawa lantang dan mengendalikan tubuh pemuda itu untuk menyerang dan terus menyerang orang misterius yang sebelumnya mengalahkan mereka sendirian.
***
Aura merah darah menyebar ke segala arah dari tubuh Leo. Pemandangan mengerikan seorang manusia yang diselimuti Aura merah gelap dan mata menyala tentu saja mengingatkan para Guardians dengan makhluk mitos yang selama ini sering mereka dengan, Iblis.
"Dengan mata yang menyala ia membekukan orang yang melihatnya," Pisces membeku ketakutan.
"Darah menguap disekelilingnya dan menyesakkan napas semua orang yang mengelilinginya" Aquarius yang terkenal tenang melanjutkan kalimat Pisces.
"Dan bila tanduk telah tumbuh dikepalanya, tidak ada satupun makhluk yang bisa lepas darinya." Cancer membuka mulutnya sambil sedikit terbata-bata.
Ya, yang mereka ucapkan adalah deskripsi Iblis di dalam Legenda. sosok mengerikan yang menghabisi semua lawan dan kawannya tanpa memandang bulu. Ia tak pernah peduli dengan apapun selain dirinya sendiri itulah sosok perwujudan dari Iblis yang sesungguhnya.
Suara retakan dan gesekan tulang terdengar cukup jelas dari kepala Leo. Di awali dengan munculnya benjolan besar di kepalanya, sosok Leo yang terus tertawa dan menatap Pria tua itu sukses menakuti musuh dan kawannya tanpa terkecuali.
__ADS_1
"Grrr...." Leo mengerang sebelum akhirnya menghilang dengan jejak debu melayang dari tempatnya berdiri sebelumnya.
Pria tua yang awalnya bersikap santai itu mulai menunjukkan keseriusannya dan menghadapi setiap pukulan dan tendangan yang dilepaskan pemuda tersebut.
Buk!
Duk!
Dumm!
Setelah bertukar pukulan dan tendangan beberapa kali, Pria tua itu menghantam tanah dengan keras.
Untuk pertama kalinya, ia dijatuhkan ke tanah oleh manusia yang ia anggap rendahan.
Urat-uratnya nampak menonjol keluar karena amarah, meskipun demikian, tidak ada apa-apa yang bisa ia lakukan.
Pukulan demi pukulan diterima oleh pria tua itu tanpa bisa membalas, kekuatan Leo yang semakin meningkat diiringi oleh Aura merah pekat di tubuhnya perlahan menjadi momok menyeramkan bagi Pria tersebut.
"Bocah sialan!" umpat pria itu sebelum melontarkan tombak dari ruang kosong ke arah Leo.
"Aku tidak menyangka akan dipojokkan seperti ini, makhluk setengah-setengah sepertimu tidak akan bisa menyentuhku jika saja aku memiliki kekuatan utamaku.
Yah, itu adalah kelemahanku sendiri sampai-sampai bisa dipojokkan oleh makhluk rendahan seperti kalian." Pria tua itu tersenyum sinis.
"Tapi, tidak ada salahnya menjadikanmu bahan percobaan untuk senjata baruku!" Senyum di bibir pria tua itu melebar dan tubuhnya melesat cepat ke arah Leo.
"Grrr!"
Buk!
Bruk!
__ADS_1
Duk!
Pukulan demi pukulan dilepaskan Pria tua itu, sementara Leo hanya mengerang tanpa bisa membalas. Di awali dengan satu hantaman di wajah, kemudian ke dada sampai kemudian di uluh hati.
"Haa! Enyahlah kau bocah rendahan!" teriak Pria tua itu dengan sebuah tongkat di tangannya.
Tongkat hitam yang indah dengan ukiran-ukiran Naga emas. Setelah berlari mendekat pria tua itu mengayunkan tongkatnya.
Leo yang dalam keadaan mengamuk dan dikendalikan secara tidak sempurna oleh Iblis tentu saja tidak dapat mengelak. Meskipun demikian, senyum terukir di bibir Leo yang tengah dirasuki Iblis tersebut.
Mata pria tua itu berkedut dan ekspresi tak senang terlihat dari wajahnya.
"Apa yang membuatmu tersenyum, anak sialan!" Pria tua itu mengayunkan tongkatnya dengan lebih cepat dan kuat.
Leo yang terus dihantam tongkat itu mengangkat tangannya, ia mengangkatnya cukup tinggi sebelum mengepalkannya dengan keras.
Gerakan mencurigakan itu tentu saja menaikkan kewaspadaan pria tua yang menjadi lawannya tersebut.
Saat pria tua itu mencoba menjauh dari Leo, ia sadar ada sesuatu yang salah. Hanya saja itu telah terlambat.
Bola api yang mengambang dan tanah yang tiba-tiba retak mengecilkan pupil mata pria tersebut. Tanpa ia sadari, ia telah termakan jebakan yang disiapkan oleh Iblis yang mengendalikan Leo tersebut, saat tanah retak yang dipijak oleh mereka jatuh, bola api yang muncul disekitar mereka itu pun dengan cepat menyusul dan membakar lantai gelap di bawahnya.
"Leo ...." Ariel melirik ke arah Leo yang secara perlahan jatuh ke dalam lubang di bawah kakinya.
Pemandangan terakhir saat Leo menghilang ke dalam lubang api tersebut menjadi pemandangan yang akan selalu di saksikan Ariel dalam setiap malam di mimpi buruknya.
————
Thanks For Reading!
Don't forget to share this story if you like and also support me as the Author.
__ADS_1
See you on the next chapters!
————