
Ariel menangis saat mengetahui kisah dan kenangan yang dibagikan Rose sejauh ini, ia tidak menduga bahwa Leo yang ia sayangi telah merasakan kehilangan yang cukup dalam sebelum bertemu dengannya.
Jika ia saat itu benar-benar pergi, bagaimana perasaan Leo saat mengetahuinya.
Saat Ariel masih terlarut dalam kesedihan, sementara kenangan Rose menunjukkan kegelapan tanpa ujung, sebuah cahaya tiba-tiba menerangi kedua tempat baik, mimpi Ariel maupun kenangan Rose.
Cahaya yang sama bersinar di kedua tempat itu dan bahkan mengucapkan kata yang sama.
"Apakah kau tidak terima dengan kondisimu? Kau ingin memperbaiki semuanya?" Suara itu terdengar begitu halus dan lembut, bahkan lebih lembut dari seorang pendeta kuil dewa sekalipun.
"Hidupmu masih belum berakhir di sini, ikutlah denganku, akan kubagikan sebagian kekuatanku dan temuilah aku sebagai gantinya. Jadilah satu denganku dan jadilah diriku." selepas mendengar kalimat tersebut, baik ruang mimpi Ariel dan kenangan yang dibagikannya menjadi putih menyilaukan dan akhirnya Ariel terbangun dari tidurnya.
Dengan cahaya keemasan masih bersinar di sekitar tubuhnya, Ariel segera bergegas ke kamar mandi dan melihat cermin untuk menenangkan dirinya.
***
Sementara itu, di suatu tempat yang masih asri dan hijau, Leo membuka matanya.
Pemandangan di sekitar Leo sangat asing, bahkan ia tidak yakin pernah kesini atau tidak sebelumnya.
Suara siulan burung, hembusan angin, bahkan bentuk gunung-gunung yang terlihat, begitu berbeda dari yang biasanya.
__ADS_1
Leo mempertanyakan apakah ini masih di dunia yang sama atau ia benar-benar telah tiada.
"Kau sudah bangun? Lebih cepat dari perkiraanku." ucap seorang pria berjanggut putih yang duduk tidak jauh dari Leo.
Leo bergegas bangkit hanya untuk merasakan sakit yang menusuk di seluruh tubuhnya.
Leo mengerang cukup keras sampai membuat pria itu tertawa sejenak sebelum menegur pemuda itu.
"Kau melupakanku? Bukankah aku yang memberimu Kitab Ilmu pedang dan api yang kau gunakan sebelumnya?" Pria itu mengelus janggutnya sebelum menanyakan hal yang membuat Leo membeku.
"Kulihat kau telah menggunakan dengan baik Ilmu pedang itu, bahkan kau bisa menggunakan pedang putih yang dibuat khusus untuk menggunakan Ilmu tersebut, hanya saja ...." Pria itu menatap Leo dengan heran.
"Mengapa kau menolak menggunakan Ilmu Api yang ada? Bukankah kau seharusnya bisa menggunakannya? Yah, walaupun kekuatannya akan berkurang drastis, tetapi, itu tetap salah satu yang terkuat." tambah Pria itu, ia terus mengoceh sementara Leo mulai menjadi heran dengan sikapnya.
Selain dirinya, seharusnya tidak ada orang lain yang mengetahui hal-hal yang disebutkan pria tua itu, inilah yang membuat Leo menarik pedang miliknya.
"Ah, aku tidak menyarankan itu. Bahkan hanya dengan tiupan napasku kau sudah dipastikan kehilangan nyawamu, jika kau tidak ingin merasakannya, letakkan pedangmu sekarang." Pria itu menegur Leo yang sudah bersiap untuk menyerang.
Saat Leo mencoba menyerang Pria itu dengan kekuatan tertingginya, suara Pria tua yang menyelamatkannya kembali terdengar.
"Nak, kusarankan kau menuruti keinginan Pria tua itu. Kau bukan tandingannya, meskipun kau tandingannya sekalipun, kau tidak akan bisa membunuhnya." ucap suara misterius itu saat Leo mencoba menyerang orang di depannya saat ini.
__ADS_1
Leo yang telah diselamatkan suara itu, kini lebih percaya padanya, meskipun demikian, Leo tidak menurunkan kewaspadaannya.
"Baiklah, jadi bisa kau jelaskan kita ada di mana sekarang? Bagaimana aku bisa ada di sini?" tanya Leo dengan dingin, meskipun menurunkan senjatanya, tidak ada alasan untuk mempercayai Pria di depannya ini.
Pria tua itu tertawa sebelum memperkenalkan diri,
"Sebelum itu, biarkan aku memperkenalkan diri.
Di Utara, aku dipanggil Time Dao Immortals.
Sedangkan di selatan aku di panggil Space Dao Celestials.
Di barat sendiri dipanggil Highest God, Jade Emperor
Dan di timur, orang-orang mengenalku dengan sebutan Jade Palace Emperor.
Aku punya banyak nama, kau bisa menyebutku dengan yang mana saja yang kau suka." Pria itu dengan bangga memperkenalkan dirinya, sementara Leo hanya mengerutkan dahinya mendengar begitu banyaknya nama orang itu.
————
Spesial hari pahlawan, saya akan mencoba memberikan Up lebih hari ini.
__ADS_1
Terima kasih telah membaca dan sampai jumpa di chapter berikutnya!
————