
Leo masih berlari ke arah reruntuhan desa sambil membawa Ariel bersamanya, terlihat kini pemuda itu bergerak dalam kecepatan yang sangat tinggi, tetapi gerakannya sangat halus dan lembut sehingga tidak mengganggu gadis yang tengah beristirahat di dekapannya tersebut.
Ditemani dengan cahaya bulan redup dan suara serangga malam yang mengisi keheningan, Leo terus melanjutkan langkahnya sambil sesekali memperhatikan gadis yang ia bawa tersebut.
Tidak lama setelahnya, Leo dan Ariel sudah tiba di bagian depan desa tersebut.
Bagian yang sebelumnya dihiasi oleh banyak bangunan dan rumah yang berdiri kokoh, kini hanya tinggal berupa reruntuhan yang sudah termakan api.
Tidak ada satupun bangunan yang tersisa disana, hanya tumpukan kayu dan beton yang mengisi pemandangan desa tersebut.
"Apakah sampai seperti ini? Separah inikah?"
Leo bergumam kecil saat melihat desa tersebut ternyata benar-benar tidak tersisa.
Sebelumnya ia mengira mungkin masih ada beberapa bangunan yang masih berdiri di desa tersebut, tetapi pada akhirnya tidak ada yang tersisa dari desa tersebut.
Sambil terus menyusuri, Leo melihat beberapa jasad orang yang ia kenal sebelumnya.
Terlihat ketiga gadis yang ia selamatkan sebelumnya juga menjadi korban dalam insiden tersebut.
Melihat hal ini, dada Leo menjadi sesak. Kesedihan meluap dihatinya, tidak pernah ia duga suatu saat ia justru akan menghancurkan sebuah desa sampai seperti ini.
Tanpa ia sadari ia menghentikan langkahnya di bagian utama desa.
Kali ini, pemandangan yang justru lebih parah daripada sebelumnya memenuhi penglihatan pemuda tersebut.
Sambil menyisir pandang ke sekitarnya, perasaan sesak dan sedih dengan cepat meluap di hatinya.
Dalam pikirnya mungkin lebih baik ia tidak ke sini dari awal, walaupun diserang oleh sekelompok Ashura sebelumnya, mungkin desa ini masih bisa bertahan mengingat ada seorang pemuda yang bisa menahan dan membuka jalan untuk mereka.
Setelah melihat dengan lebih jelas, ia tahu, yang ia sebabkan jauh lebih parah dari perkiraannya.
Tidak kuat melihat pemandangan di hadapannya ini, Leo kembali melanjutkan langkahnya ke bukit yang ada di desa tersebut.
Ia tidak sanggup jika harus melihat pemandangan itu terlalu lama.
Sesampainya disana, pemuda tersebut langsung menurunkan gadis yang ia bawa secara perlahan, dan setelah selesai menurunkan gadis tersebut, ia dengan cepat duduk di bawah pohon yang berada tidak jauh dari gadis tersebut untuk mengistirahatkan tubuhnya, setelah dipaksa terus menerus, tubuhnya kini mulai menagih untuk di istirahatkan.
Sambil menatap bulan yang terlihat jelas malam itu, Leo perlahan memejamkan matanya dan terlelap di bawah pohon tersebut.
Tanpa ia sadari, malam yang baru saja menemaninya perlahan berubah menjadi pagi saat matahari mulai memancarkan kehangatan dan cahayanya di sekitar pemuda tersebut.
~•~
Kota Bargh kota yang selalu di selimuti oleh salju dan es, sehingga kota ini sering disebut juga sebagai kota es abadi.
Seperti namanya, hanya es dan salju yang terlihat disana, bangunan dan gedung yang ada di sana juga dibuat dengan bahan yang bisa memancarkan panas, agar bisa tetap menghangatkan bagian dalam bangunan tersebut.
__ADS_1
Sedikit ke arah utara dari kota tersebut, terlihat sekelompok orang sedang bergerak menuju kota tersebut.
Mereka bergerak dengan membawa persenjataan penuh bersama mereka. Terlihat salah satu dari mereka ada yang menggunakan pakaian yang terbuat dari bulu serigala.
Bisa ditebak dalam sekali lihat, kalau orang itu adalah orang yang memimpin kelompok tersebut. Sambil terus melihat ke sekelilingnya, mereka terus melangkahkan kakinya ke arah kota tersebut.
"Pemimpin, kota Bargh sudah berada di depan sana, apa kita akan langsung menyerang? atau kita akan melihat situasi yang ada di sana terlebih dahulu?"
Seorang pria yang membawa sebuah busur dibelakangnya bertanya pada Pria yang menggunakan pakaian dari bulu serigala itu.
Pria yang disebut sebagai pemimpin kelompok itu diam sejenak sambil melihat ke arah kota tersebut.
"Tahan, kita akan mengirim dua sampai tiga orang terlebih dahulu untuk memeriksa keadaan kota, kita tidak bisa mengambil resiko dan gagal seperti Kelabang Hitam dan Rubah Malam. Segera kirim tiga orang untuk melihat situasi di kota tersebut! Bilang pada mereka untuk kembali dua hari lagi!"
Pria itu berseru keras memerintah kelompoknya, dan dengan cepat tiga orang dari mereka segera bergerak cepat menuju kota tersebut.
Pria itu kembali menatap ke arah kota, meski ada sedikit rasa ragu di hatinya, tetapi ia optimis pasti bisa mengambil rahasia yang ada di dalam kota tersebut.
"Kali ini, giliran kami untuk menjalankan tugas kami dengan benar."
Pria itu mengukir senyum dingin sambil menatap sinis kota tersebut,
"Segera bangun tenda! Kita akan menunggu disini!"
Ditemani badai salju yang terus menerjang mereka dari awal, Kelompok itu dengan cepat membangun tenda tanpa memperdulikan salju yang disertai angin deras yang terus menerjang mereka.
~•~
Setelah penglihatannya menjadi normal kembali, pemuda itu disambut senyum hangat dari seorang gadis yang berada di hadapan wajahnya. Beberapa saat kemudian, Leo sadar bahwa ia sedang berada di pangkuan gadis tersebut.
"Apakah aku membangunkanmu?"
Gadis itu bertanya dengan lembut kepada Leo.
Leo membalas senyum gadis tersebut sambil mencoba mengangkat kepalanya dari pangkuan gadis tersebut.
"Tidak, apakah kau merasakan sakit di tubuhmu?"
Leo balik bertanya sambil meregangkan tubuhnya.
"Tidak, aku baik-baik saja"
Gadis itu kembali tersenyum hangat pada Leo.
"Baguslah, aku akan mencari singa kecil untuk sekarang, kau mau ikut?"
Gadis itu mengangguk pelan menerima tawaran pemuda tersebut.
__ADS_1
Pemuda itu kemudian bangkit dan mencari Singa kecil itu bersama dengan Ariel.
Setelah mengelilingi bukit itu beberapa kali, dan mereka tak kunjung menemukan singa kecil tersebut, Leo memutuskan untuk mencarinya kembali di reruntuhan desa.
Leo tidak ingin gadis di hadapannya melihat pemandangan mengerikan desa tersebut, sehingga ia meminta gadis itu menunggu di bukit tersebut.
Gadis itu menuruti permintaan Leo, dan memilih duduk di bawah pohon yang menjadi tempat istirahat pemuda itu sebelumnya.
Melihat gadis tersebut sudah duduk disana, Leo bergegas mencari singa kecil itu sambil terus memanggilnya.
Tidak lama setelahnya, Leo kembali ke reruntuhan tersebut. Kini nampak jelas keadaan sebenarnya dari desa itu, terlihat banyak jasad yang terkubur di dalam reruntuhan desa tersebut, bahkan beberapa hanya tersisa sebagian dari yang seharusnya.
Tanpa memperdulikan hal tersebut lebih lanjut, Leo segera mengelilingi desa tersebut.
Setelah berkeliling selama seharian penuh tanpa membuahkan hasil sedikitpun, pemuda itu akhirnya memutuskan untuk kembali dan menemui Ariel, ia takut sesuatu terjadi pada gadis tersebut.
Dengan cepat ia melangkahkan kakinya kembali ke gadis tersebut, dengan kecepatannya yang luar biasa, Leo segera sampai di tempat gadis tersebut.
Firasatnya memang tidak salah, sesuatu benar-benar terjadi pada gadis tersebut.
Terlihat seorang kakek tua mencoba mendekati gadis tersebut dengan wajah yang mencurigakan.
Dengan cepat Leo mengayunkan Pedangnya dan mengeluarkan Aura Raja Singa miliknya.
"Satu langkah lagi, kupastikan tidak akan mengampunimu"
Suara dingin dan Aura raja singa dari pemuda tersebut langsung menghentikan langkah si Kakek, segera rasa panik merasuki kakek tersebut.
————
PENGUMUMAN UNTUK KALIAN SEMUA PEMBACA BUDIMAN GLOL INI!
**Yang pertama, saya mungkin tidak akan update 2x sehari lagi ke depannya dan diganti menjadi 1x sehari, ini dikarenakan kesibukan saya yang semakin menjadi-jadi dan membuat saya kesulitan untuk fokus menulis, jujur saja, chapter ini sendiri saya revisi ulang untuk mendapatkan hasil yang cukup baik bagi saya. Mohon pengertiannya ya.
Yang kedua, Saya mohon bantuannya untuk membagikan karya ini ke teman-teman kalian jika kalian merasa suka dengan cerita ini. Saya ke depannya juga akan mulai mempromosikan karya ini, ya terima kasih buat mbak sifa yang mendukung saya untuk mempromosikan karya ini di lapaknya (Komen maksudnya), jadi sebagai rasa terima kasih saya, Jangan Lupa Baca Juga Karya "Dipaksa Menikah" ya!
Ceritanya berpusat tentang intan yang masih bersekolah di jenjang SMA dan harus dipaksa menikah oleh orang tuanya, Dan Ricko yang juga dipaksa menikah oleh orang tuanya sama seperti Intan.
Awalnya memang sulit sulit dahulu, tapi ke belakang belakang ceritanya semakin menarik dan romantis lho!
Jangan lupa dibaca ya!
Dan yang terakhir, Tolong berikan saya KriSar (Kritik dan Saran) ya! Saya juga perlu kalian untuk berkembang disini, Ke depannya saya akan lebih memperhatikan kualitas dibanding kuantitas jadi saya mohon kerja samanya!
Sekian dulu dari saya, saya pamit undur diri dan sampai jumpa!
Jangan lupa untuk menekan Like, Fav, dan Komen di Kolom Komentar**!
__ADS_1