
Leo menghabiskan beberapa menit berbincang dengan Lily, dari penjelasan gadis kecil itu, usianya tidak semuda wajah yang diperlihatkannya.
"Seperti yang sudah kujelaskan sebelumnya, aku berusia 35 tahun sekarang. Meskipun begitu, aku tidak bisa menua ataupun bertambah usia lebih dari ini. Secara harfiah, aku sudah mati." Lily menjelaskan dengan wajah santai.
Ucapan itu membuat Leo mengerutkan keningnya, "Jika kau sudah mati lalu apa yang tengah berbicara di hadapanku saat ini?" ucap Leo dengan nada yang sedikit meninggi.
Saat keduanya tengah asik bercanda, suasana tiba-tiba menjadi sedikit mencekam.
Leo yang menyadari hal tersebut segera mencoba bangkit dari duduknya, tenaganya masih belum terisi sepenuhnya dan Auranya masih sangat tipis.
"Pertempuran masih belum berakhir, gelombang terakhir akhirnya datang." Myrthe yang sebelumnya hanya fokus memulihkan tubuh dan Auranya akhirnya membuka mulut.
Tatapan ketiga orang itu sepenuhnya terfokus pada gumpalan awan hitam yang tiba-tiba terbentuk di atas kepala mereka.
Tidak berselang lama, sebuah benda putih besar jatuh dari ketinggian awan tersebut.
Bum!
Gumpalan debu dan hembusan angin kencang terjadi saat benda tersebut sepenuhnya menyentuh tanah.
Setelah gumpalan debu menghilang, sosok yang terlihat mengejutkan Leo dan dua orang di dekatnya.
"Singa Kecil!"
Pandangan Singa putih itu nampak sayu, terlihat dari matanya, ia bisa tertidur kapan saja dengan keadaannya itu.
Leo yang masih terkejut segera memandang ke atas karena energi kuat yang belum pernah ia rasakan terkumpul di atas kepalanya.
"Apa ini?!" Myrthe yang masih belum pulih dari luka-lukanya segera mencoba bangkit, tetapi, sejauh yang ia coba, ia hanya bisa nerdiri dengan susah payah sebelum kemudian jatuh kembali ke posisi sebelumnya.
__ADS_1
Awan gelap yang semakin tebal terlihat menumpuk di atas kepala mereka.
Di tengahnya sosok siluet menyerupai manusia terlihat melayang turun ke arah mereka bertiga.
"Inikah yang telah menghabisi pasukan-pasukan itu? Tidak buruk." Sosok pria yang menyerupai orang-orang dalam ingatan Leo di masa kecilnya muncul.
Rambutnya putih panjang sampai ke pinggang dengan jenggot putih yang tidak kalah panjang dibandingkan rambutnya.
Sosok pria itu sangat mendominasi dan menekan apapun yang berdiri di bawahnya.
Lily yang dari awal terdiam membeku membuka mulutnya, "Pak tua, apa yang kau inginkan? Bukankah kita punya aturan dan kepemilikan masing-masing?" Lily berkata dengan suara yang bergetar. Ia sadar bahwa kekuatannya tidak akan cukup untuk berhadapan satu lawan satu ataupun dengan bantuan Leo dan Myrthe sekalipun.
"Hah? Aku tidak salah mendengar? Untuk apa aku peduli pada hukum dunia fana ini? Immortal? Itu hanya sebutan kalian untuk orang-orang biasa di negeriku.
Kalian ingin membandingkan sosok tinggi ini dengan mereka? Sombong sekali!" Sosok itu menatap Lily dengan tatapan merendahkan sambil memijat janggutnya.
"Aku tidak akan banyak berbicara, aku akan mengakhiri ini dengan cepat, aku akan membunuh pemuda itu, selama kau tidak menggangguku aku tidak akan mempersulitmu," Pria tua dengan janggut putih itu mengatakan ancamannya. Sebagai seorang Immortal ia tahu bahwa para Immortals tidak bisa dibunuh selama Keabadiannya masih tersisa di dunia.
"Maafkan aku, Pak tua. Tapi membunuhnya juga termasuk mempersulitku! Hadapi aku sekarang juga!" Lily melompat maju ke arah Pria tua itu, bayangan gelap yang sebelumnya menghilang kembali mengelilingi tubuh gadis kecil itu.
Mata gelapnya yang berwarna hitam kembali bercahaya kehijauan dan gerakan yang ditunjukkannya berada di luar tingkatan manusia.
Pria tua itu hanya menatap datar, tidak tertarik dengan masalah yang ditimbulkan oleh gadis kecil itu dan segera mengayunkan tangan kanannya.
"Kau bukanlah lawanku, aku sudah bilang tidak akan mempersulitmu tapi kau masih saja bersikeras. Sekarang terima kenyataan dan sadari perbedaan di antara kita." ucap Pria tua itu dengan santainya.
Lily yang masih setengah langkah menuju Pria tua tersebut segera terhentak mundur setelah energi tak terlihat menghantam tubuhnya.
Seakan dihantam dengan begitu kerasnya, Lily terpental hingga menghantam tanah di bawahnya. Debu pekat dan suara keras menyambut Lily setelah menghantam tanah.
__ADS_1
Leo dan Myrthe yang masih siaga segera berdiri, walaupun sedikit kesusahan keduanya bisa menjaga keseimbangan mereka dengan baik.
"Anak muda, kau punya mata yang sama dengan orang tuamu dan aku membenci itu!" Pria tua itu menarik sebuah tombak dari ruang kosong.
Baik Leo maupun Myrthe sama-sama kehilangan pikiran mereka sesaat sebelum akhirnya mencoba menghindari tombak tersebut.
Myrthe yang telah mencari celah pria tua itu segera melompat maju setelah melihat celah yang ditunjukkan oleh pria tua itu.
"Serangga sepertimu tidak akan bisa melukaiku!" Kakek tua itu mengangkat tangannya, kali ini sebuah tongkat meluncur cepat menuju Myrthe dan menghantam pemuda tua itu dengan sangat keras.
Myrthe yang segera kehilangan kesadarannya sesaat setelah hantaman tongkat itu memuntahkan darah dari mulutnya.
Hanya tersisa Leo sekarang dan dia dalam keadaan yang tidak baik, Aura yang ia miliki begitu tipis sampai tidak bisa diubah lagi menjadi Qi. Tenaga untuknya mengayunkan pedang tidak tersisa bahkan untuk menghindar sekalipun ia sudah sangat tersiksa.
Melihat Leo yang tidak berdaya, pria tua itu mencibir Leo dengan tatapan yang sangat merendahkan, "Lihat dirimu. Begitu menyedihkannya sampai-sampai menghadapi makhluk rendahan seperti ini saja sudah kesusahan. Keturunan setengah-setengah sepertimu hanya merusak kehormatan kita, sekarang tebuslah kesalahan orang tuamu dan matilah di tanganku!" Sebuah tombak kembali muncul di tangan pria tua tersebut.
Saat Leo kehabisan akal untuk menghindari serangan tersebut, seorang gadis muda berambut pirang berdiri di hadapannya tepat setelah tombak itu dilepaskan.
Waktu yang seakan berhenti membekukan pandangan Leo dan hatinya seperti akan berteriak saat itu juga.
Dalam waktu yang seperti berhenti tersebut, suara lembut yang tidak asing di telinga Leo berdengung di kepalanya.
"Selamat tinggal" Itu adalah ucapan yang terdengar dari suara itu.
Bum!
————
Thanks For Reading!
__ADS_1
Hope You'll Enjoy
————