
Pria Tua itu tersenyum bangga ke arah Leo sebelum kemudian menjelaskan pertanyaan-pertanyaan Leo sebelumnya.
"Lupakan dulu tentang itu, untuk pertanyaanmu, bisa dibilang kita bukan di dunia yang sama dengan yang kau pikirkan.
Saat ini kita berada di dunia yang tingkat kekuatannya berada ratusan langkah lebih kuat dari duniamu, bahkan hewan biasa bisa membunuhmu di sini.
Alasan kau bisa di sini? Tentu saja aku yang membawamu, di saat kau jatuh aku sudah membuat lubang dimensi agar bisa menculikmu kemari." Pria itu tertawa sambil mengelus janggutnya, sementara Leo segera mendapatkan kilasan ingatan tentang sebuah tangan yang entah darimana menariknya ke dalam lubang aneh, sekarang ia tahu lubang apa itu.
"Begitu?" tanya Leo dengan wajah serius dan dingin.
Ia tidak mengerti apa maksud iblis di dalam tubuhnya itu menjatuhkan dirinya ke dalam lubang yang entah dari mana muncul tersebut, terlebih lagi, pria tua di hadapannya ini justru membawa Leo ke suatu dunia yang tak diketahuinya.
"Bisa kau kembalikan aku ke dunia asalku?" Leo kembali bertanya, kali ini ia ingin segera pulang karena khawatir dengan orang-orang yang ia tinggalkan di Euthorea.
"Haih, bocah, kau seharusnya mendengarkanku terlebih dahulu.
Alasan aku membawamu kemari adalah agar kau bisa menjadi lebih kuat sebelum kembali ke tempatmu, jika kau kembali sekarang, kupastikan 2 orang merepotkan yang menginginkan nyawamu akan mendatangimu.
__ADS_1
Kau belum cukup kuat sekarang, itu sebabnya kau harus berlatih di sini agar kecepatan pelatihanmu berada di kecepatan yang seharusnya. Kau begitu lemah, bahkan setelah mendapatkan Ilmu pedang tertinggi dari seorang Saint Pedang kau masih belum menunjukkan kemajuan yang pasti." Pria tua itu menggelengkan kepalanya.
Leo benar-benar tidak mengerti, jadi ia hanya mendengarkan sambil meningkatkan kewaspadaannya, ia paham kekuatannya belum cukup untuk melawan Kakek tua sebelumnya, hanya saja ia tidak menyangka akan ada dua orang lagi yang menginginkan nyawanya dan bahkan bisa membunuhnya.
"Lalu? Bagaimana aku akan berlatih, bukankah sebelumnya aku juga selalu berlatih? Bahkan di tengah malam yang gelap dan dingin aku masih terus meningkatkan kekuatanku tanpa satu orangpun menyadarinya." ucap Leo yang tidak terima bahwa dia dianggap lemah setelah apa yang dilaluinya.
Pria tua itu bergumam sebelum menjawab, "Kau yakin? Kalau begitu serang aku. Jika kau bisa membuat pakaianku tersobek meski sedikit, maka aku akan mengakui kekuatanmu." Pria tua itu berdiri, setelah mendapat posisi yang nyaman baginya, ia mengayunkan tangan ke arah Leo.
Leo yang menganggap itu sebagai bentuk ejekan segera melangkah dengan kecepatan tertinggi dan kekuatan tertingginya.
Memang benar, bagi orang biasa, kecepatan dan kekuatan Leo tidak bisa dibayangkan oleh mereka, namun, bagi pria tua itu, Leo hanya mainan anak-anak.
Suara ledakan terdengar keras saat pedang putih Leo mengenai lengan pria tua itu, debu-debu segera berterbangan dan Leo kembali mengamankan jaraknya dengan cepat.
Pria tua itu terbatuk saat debu masuk ke paru-parunya, begitu debu menghilang ia segera mengayunkan tangannya dengan santai untuk mengusir debu.
"Haih, aku sudah tua. Debu seperti ini bahkan lebih kuat dari seranganmu anak muda, uhuk! Uhuk!"
__ADS_1
Leo segera membeku, kekuatan yang bahkan bisa menakuti makhluk suci seperti singa kecil, tidak bisa melukai pria tua itu? Lebih parahnya, pakaiannya tidak tergores sedikitpun meski Leo telah mengalirkan sejumlah besar Qi yang dimilikinya?
"Ulang, kali ini gunakan teknik pedang dari Kitab yang kuberikan." Pria tua itu tersenyum penuh kemenangan meskipun masih terbatuk-batuk.
Leo tidak menunda, ia mengambil ancang-ancang dan mengubah Auranya menjadi Qi.
Saat jumlah Qi yang dibutuhkan terpenuhi, Leo menghilang dan segera menyerang.
Kilatan kuning terlihat mengekori Leo yang bergerak sangat cepat. Lalu, setelah jarak di antara Leo dan pria tua itu hanya terpisah beberapa langkah, Leo menyerangnya.
"Ilmu Pedang Tertinggi! Pembasmian!"
————
Spesial 11.11 dan Hari Pahlawan (meskipun terlambat)
Semoga kalian menyukainya! Selamat membaca!
__ADS_1
————