
Ledakan demi ledakan terus terjadi saat Leo mencoba mengubah Auranya menjadi Qi, seperti yang dimaksud oleh Singa kecil tersebut.
Ia terus mencoba mengubah Auranya tanpa memikirkan tubuhnya yang sudah tak sanggup menuruti keinginannya lagi.
"Bocah kecil, kau harus tetap tenang. Kosongkan pikiranmu, dan tenangkan hatimu. Lalu, setelah itu coba untuk murnikan Auramu."
Kalimat Beast tersebut membuat Leo menjadi kebingungan karenanya, setahunya, Aura sudah merupakan sumber paling murni dan tidak bisa dimurnikan lagi.
"Nak, sudah kubilang tenangkan pikiranmu, setelah itu kosongkan pikiranmu! Maka Auramu pasti akan berubah dengan sendirinya!"
Singa kecil itu berteriak keras pada Leo, ia cukup kesal melihat isi kepala pemuda itu masih sangat penuh.
Putus asa karena masih belum berhasil mengubah Auranya, Leo akhirnya menuruti perkataan Singa kecil tersebut.
Sambil memejamkan matanya, ia mencoba untuk menenangkan dan mengosongkan pikirannya.
Dengan cepat semua indera yang dimilikinya tertutup, tidak ada suara, tidak ada cahaya, bahkan tidak ada aroma yang menembus panca inderanya.
Pemuda itu kini tengah berdiri sendirian di dalam pikirannya yang kosong, hanya kegelapan dan keheningan yang ada disana.
"Dimana aku? Kenapa tidak ada apapun disini? Singa kecil? Ariel? Senior Taurus?"
Leo mencoba mencari siapapun yang ia kenal disana, tetapi tidak ada satu pun dari mereka datang, bahkan tidak ada satupun dari mereka yang menjawab panggilan dari pemuda tersebut.
Kini tanpa pemuda itu sadari, ia tengah berdiri di dalam kekosongan yang ada di dalam dirinya sendiri.
Tidak ada yang menemaninya, hanya rasa sepi dan kesedihan yang bisa ia rasakan.
"Ana, lihat anak kita ini, bukankah dia terlihat sangat tampan"
Suara seorang pria tiba-tiba terdengar dari telinga Leo, ia tidak tahu mengapa ia bisa mendengar suara seseorang di tengah kesendiriannya tersebut.
Dengan cepat pemuda itu melihat ke arah sumber suara tersebut.
__ADS_1
Suara lainnya kembali terdengar di telinga Leo, kali ini suara seorang perempuan yang tengah tertawa dengan suara lemah yang terdengar di telinganya.
Leo meneteskan air matanya, di hadapannya, kini bayangan seorang pria yang tengah menggendong seorang bayi dan seorang wanita dengan paras yang cantik dan berambut hitam kecoklatan terlihat di pandangannya.
Ia merasa sangat tidak asing dengan dua orang tersebut, bahkan dadanya terasa sesak ketika melihatnya.
"Theo..."
"Kita beri dia nama Leo, aku ingin dia menjadi orang yang hebat dan berani sepertimu"
Senyum bahagia menghiasi wajah perempuan tersebut, ia terus menatap ke arah pria yang berada dihadapannya dan menyentuh lembut pipinya.
Perlahan mata perempuan itu terpejam dan tangannya jatuh lemas ke tempat tidurnya.
Nafas perempuan itu terlihat semakin lemah setiap waktunya.
Pria di hadapannya dengan cepat kehilangan senyumnya dan menunjukkan ekspresi khawatir di wajahnya.
"Ana... Bangun! Hei, Ana! Ana!!!"
"Ibu..." Leo terisak,
Dengan suasana yang hening, bayangan baru kembali terlihat, kali ini terlihat seorang pria bersama dengan seorang anak kecil berusia sekitar 4 tahunan terlihat sedang bermain bersama.
Nampak jelas wajah bahagia di antara keduanya, Leo kembali menyadari bahwa pria itu tidak lain adalah ayahnya, dengan mata yang berwarna coklat terang dan rambut yang sama dengan miliknya kala itu.
Sambil terus memperhatikan, perasaan sedih dan senang bercampur menjadi satu di hatinya.
Tanpa pemuda itu sadari ia terus memperhatikan semua bayangan yang terus silih berganti muncul di dalam kesendiriannya itu.
***
Singa kecil itu memperhatikan pemuda di hadapannya, terlihat kini pikirannya mulai kosong dan ia mulai menenangkan dirinya.
__ADS_1
Perlahan Aura milik pemuda itu berubah menjadi sesuatu yang lebih murni.
Bersamaan dengan itu, suhu disekitar mereka naik secara perlahan. Singa kecil itu sadar perubahan ini berhubungan dengan pemuda dihadapannya.
"Bocah ini! Apa lagi ini!?"
Suhu yang semula naik secara perlahan, tiba-tiba berubah menjadi sangat panas saat pemuda itu mulai meneteskan air matanya, dengan cepat Aura yang terkumpul dan mulai berubah menjadi Qi di tubuhnya terbakar menjadi api yang berkobar sangat panas, saat itulah Singa kecil itu menyadari apa yang sedang terjadi disana.
"Bocah ini! Sejak kapan dia mempelajari Ilmu Api Singa Langit!? Bukankah dia hanya bilang menemukan Kitab Pedang Langit Tanpa Tanding dan Api Dewa Naga?"
Singa kecil itu kembali terkejut melihat apa yang dilakukan oleh pemuda tersebut, menurutnya dua Ilmu Tingkat Tinggi sebelumnya sudah cukup untuk meratakan dunia tempatnya berada saat ini, tapi kini ia menunjukkan satu lagi Ilmu tingkat tinggi yang termasuk sebagai salah satu Ilmu Penguasa Dunia.
Singa kecil itu terus memperhatikan pemuda di hadapannya, ia tahu dengan kondisinya sekarang akan sangat sulit untuk menyelamatkan pemuda tersebut, bahkan kemungkinan terburuknya, ia mungkin harus membunuh tuannya itu demi menyelamatkan dunia di tempatnya berdiri sekarang.
Pemuda itu kini kembali meneteskan air matanya, tetapi kali ini terlihat kesedihan mendalam di raut wajahnya.
"Bocah kecil! Tak peduli apa yang kau lihat disana, cepat kembali kesini! Kalau kau tidak mendengarkan, jangan salahkan aku jika bersikap kasar padamu!"
Singa kecil itu berseru lantang, berharap suaranya dapat menembus meditasi pemuda di hadapannya.
Pemuda itu membuka matanya, bukannya bola mata dengan warna coklat yang indah yang seharusnya terlihat di mata pemuda tersebut, justru warna hitam kelam seperti jurang yang terlihat dimatanya.
Dengan cepat Singa kecil itu mengambil jarak, ia tahu dengan jelas, saat ini pemuda tersebut berada dibawah pengaruh iblis di dasar hatinya.
Suara tawa yang terdengar berat mengisi dan menggema ke seluruh bukit tersebut.
Seorang iblis yang diselimuti api kini telah bangkit diatas bukit tersebut, dengan kekuatan yang bisa menghancurkan dunia, iblis itu tertawa merendahkan semua yang ada disekitarnya.
————
**Maaf saya baru update, seharian ini saya memiliki kesibukan dadakan sehingga harus menunda kegiatan menulis saya, saya tidak bisa fokus menulis sambil membagi konsentrasi dengan pekerjaan dan perjalanan yang saya lakukan.
jadi sekali lagi saya mohon maaf atas keterlambatan ini, dan jika kualitas novel ini menurun, segera beritahukan itu pada saya!
__ADS_1
Jangan lupa Like, Fav, dan Komen di Kolom Komentar**!