Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch. 94 - Rahasia


__ADS_3

"Leo, apa kau ada waktu siang ini?"


Guruku bertanya dan berjalan ke arahku.


"Ya, sepertinya aku bisa meluangkan waktuku siang ini, ada apa?"


"Tidak, hanya saja. Kau belum pernah ikut berkeliling bersamaku, benarkan?"


mendengar jawaban guruku, aku merasa selama ini yang kulakukan hanyalah berjalan dan berlatih di sekeliling kediaman ini saja.


Ya, ini merupakan pengalaman yang baik.


"Baiklah, aku ikut denganmu, tapi, ke mana kita akan pergi setelah ini?"


Guruku tersenyum dan mengambil pedangnya dari ruang kosong.


"Bersih-bersih."


Aku memiringkan kepalaku dan mengikutinya berjalan keluar dari kediaman.


Sebelumnya, aku ingat kalau aku hampir mati di luar kediaman ini, monster dan makhluk di sini sudah sangat berbeda level dengan di duniaku.


Aku tidak yakin apakah Ashura itu makhluk yang berbahaya jika dibandingkan dengan makhluk yang ada di sini.


"Apa kau tau cerita tentang makhluk-makhluk ini, Leo?"


Aku yang tidak tau soal ini cukup kesulitan menjawabnya, lagipula, aku bukanlah penghuni dunia ini.


"Sepertinya, kau tidak tau." guruku memegang mulutnya berjalan santai ke arah hutan di dekat kediaman.


"Yah, singkatnya. Dahulu kala, saat semua orang dengan damai hidup dan rukun satu sama lain, hiduplah sebuah keluarga yang sangat dihormati dan disegani di suatu desa."


"Keluarga ini tidak dihormati dan disegani karena kekuatannya, tetapi karena kebaikan hatinya."

__ADS_1


guruku berhenti sejenak, kemudian segera mengambil posisi bertarung.


Auranya terlihat berubah dan cahaya hijau samar seperti giok muncul.


"Kebaikan hati mereka itu terdengar oleh penguasa daerah setempat dan bahkan dikenal sampai ke desa-desa lain."


Dia mengangkat pedangnya dan mengayunkannya dengan ringan, seperti sebuah aliran sungai, pedangnya memotong hutan itu dengan tajam.


"Awalnya, tidak ada masalah dengan keluarga itu, mereka hidup damai dan bahagia satu sama lain. Hanya saja, dunia yang damai dan tentram itu tidaklah realistis."


Ya, jika dilihat dari manapun, tidak ada dunia yang seperti itu.


"Keluarga itu melahirkan seorang anak putri dan tentu saja sangat menyayangi putri mereka itu. Dengan kasih sayang dan kebaikan orang tuanya, putri itu tumbuh menjadi gadis yang cantik dan murah hati, semua orang menyukainya, termasuk sang penguasa negeri kala itu."


"Seperti yang diharapkan, mereka menerima surat lamaran satu demi satu. Dan setiap kali mereka menerimanya, sang gadis menolak dan mengatakan dia tidak mau menikah dengan orang yang bahkan tidak dia kenal."


Keluarganya menerima itu dan menyetujui keinginan putrinya.


Guruku kembali mengangkat pedangnya, kali ini, dia menghilang dalam sekejap dan mayat mayat monster kuat berhamburan disekitar tempatku berdiri, aku bahkan tidak melihat bayangannya saat ini.


"Semua orang iri padanya dan akhirnya mengecam serta menghinanya. Namun, dia tidak menyerah dan terus berlatih, demi bisa bersanding dengan setara bersama si gadis, dia terus berlatih, hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun."


"Tidak ada yang tahu bagaimana dia menghabiskan waktunya untuk berlatih tapi semua orang tahu bagaimana dia gigih dan mulai menerimanya."


Guruku kembali muncul di sebelahku dan dengan halus menapakkan kakinya ke tanah.


"Ya, semua orang menerimanya kecuali satu."


"Sang penguasa negeri tidak senang dengan penolakan dan berita tentang si gadis yang menemukan orang yang dia cintai."


Guruku kembali menyarungkan pedangnya dan kali ini melayang ke langit secara perlahan. Aku mengagumi pemandangan itu dan bertanya-tanya apakah aku bisa melakukan itu nantinya?


"Semua orang di desa itu ditugaskan dalam sebuah pelatihan militer yang tidak diketahui apa tujuannya. Semua orang kecuali anak-anak dan perempuan di bawa pergi dan hanya menyisakan satu orang untuk menjaga desa itu.

__ADS_1


Itu adalah sang lelaki dari si gadis."


Aku mendengarkan dengan seksama dan mencoba menerapkan hasil pelatihanku selama ini.


"Dengan kondisi yang rentan dari desa itu dan tidak adanya orang lain selain wanita dan anak-anak. Tentu saja desa itu menjadi incaran banyak orang jahat, hanya saja, di jaman yang damai itu, tidak ada yang akan berpikiran seperti ini. Mereka dengan polosnya berpikir bahwa semua akan baik-baik saja."


"Sampai akhirnya, hari yang mengubah sejarah terjadi. Para penduduk diminta untuk ber-evakuasi ke desa lain dengan alasan akan ada pertempuran di desa itu."


"Dengan polosnya, para warga menyetujui dan mengikuti arahan para penjaga dan berpindah ke desa lain."


"Sementara itu, para lelaki dari desa itu di arahkan untuk berperang dan menyerang desa yang diduga berkhianat dan merencanakan kudeta terhadap negeri itu."


"Ya, seperti yang kau duga. Para pria menyerang desa tempat para warga ber-evakuasi."


"Saat penyerangan terjadi, suami dari sang gadis mempertahankan desanya dan mencoba melindungi mereka, hanya untuk diduga sebagai pengkhianat dan mata-mata oleh mereka."


"Kau! Ternyata kau pengkhianat dari desa ini! Beraninya kau berkhianat dan mengabaikan desa kita!"


"Begitulah ucap mereka yang tidak mengetahui kalau mereka sedang membunuh kerabat dan keluarga mereka sendiri. Selama di pelatihan, mental mereka dikuras, istirahat mereka dikurangi dan satu persatu warga dibunuh tanpa sepengetahuan mereka dengan dalih, ada pengkhianat di antara kita."


"Dengan keadaan lelah dan bingung secara mental, mereka kemudian menyerang dan menghancurkan desa itu sebagai bentuk pembalasan dendam atas rekan-rekan mereka yang tewas sebelum penyerangan."


"Dan kau tau? Setelah mereka menyadari apa yang terjadi, mereka mulai menggila dan membunuh siapapun yang terlibat karena sudah membunuh keluarga mereka."


"Di dalam kekacauan ini, sang suami dari gadis itu akhirnya bergegas pergi untuk melindungi istri dan anaknya yang saat itu masih belia dan mendapati istrinya sudah bersimbah darah saat melindungi anaknya. Api berkobar di sekitar mereka, tangis dan teriakan meminta tolong terdengar jelas di antara mereka. Dan dengan itu, sang suami beserta anak dari si gadis menghilang entah ke mana."


"Mereka dianggap mati dan keluarga mereka membalas dendam ke penguasa negeri itu, keluarga yang dikenal akan kebaikan hatinya itu mengkudeta negeri dan menaklukkan negeri itu dalam satu hari."


"Mereka yang selamat dari kejadian itu akhirnya disiksa dan dikutuk menjadi hewan buas yang pada akhirnya bisa kau lihat, menghuni hutan dan seisi benua ini."


Penjelasan guruku berakhir dan raut kesepian terlihat di wajahnya.


aku ingin tahu apakah dia memiliki hubungan dengan cerita ini, tetapi, sebelum aku bisa mendapatkan jawabannya, hutan sudah "bersih" dan jasad monster yang berserakan perlahan menghilang bagaikan debu di udara.

__ADS_1


"Sungguh cerita yang menyedihkan." balasku sambil melihat ke mayat monster yang berserakan.


__ADS_2