Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.35 Perjalanan Ke Kota Bargh II


__ADS_3

Leo dan Ariel kembali melanjutkan perjalanan mereka.


Pemuda itu berlari dengan kecepatan tinggi ke arah utara, bersama dengan Ariel yang berada di dekapannya.


Sementara itu, kakek yang mereka temui sebelumnya, sudah lebih dulu pergi dan berpisah dengan mereka tanpa mengatakan apapun pada mereka.


Sambil berlari dalam kecepatan tinggi Leo terus mengamati sekitarnya, dari awal perjalanan mereka, ia sama sekali tidak melihat ada desa maupun kota yang berdiri di jalan yang mereka lalui.


Hal ini membuat suasana perjalanan mereka terasa hening, Leo sebenarnya ingin membuka percakapan, namun ia tak tahu harus memulai seperti apa.


Waktu terus berjalan, tetapi masih tidak ada percakapan yang terjadi di antara mereka, melihat Leo tidak akan membuka topik perbincangan, Ariel mengambil inisiatif untuk memulai perbincangan.


"Leo, apakah menurutmu singa kecil benar-benar ada di sana? Bagaimana kau bisa yakin ia ada di sana?" Ariel memasang raut wajah penasaran sambil menatap wajah pemuda tersebut,


Jujur ia juga sedikit ragu apakah Singa kecil itu bisa berakhir di wilayah utara seperti itu.


Leo mengalihkan pandangannya sejenak pada gadis itu sebelum kembali melihat ke arah jalan yang mereka tempuh.


"Aku juga sebenarnya tidak yakin, tapi firasatku mengatakan dengan sangat yakin, bahwa singa kecil berada di sana, itu terasa seperti aku memiliki semacam benda yang bisa mengetahui posisi seseorang atau sesuatu bersamaku" Leo menjelaskan apa yang ia rasakan pada Ariel,


Walaupun sebenarnya Leo yakin apa yang ia sampaikan cukup susah dimengerti oleh gadis tersebut, gadis itu tidak mempermasalahkannya, bahkan terlihat seperti mengerti yang ia sampaikan.


Ariel kini menatap jalan yang terbentang di hadapannya, terlihat jalan itu masih terbentang panjang dan terlihat lurus seperti tidak berujung dengan kegelapan di ujung jalan tersebut.


"Semoga saja begitu" Gadis itu bergumam dengan sangat pelan, sehingga suaranya tidak terdengar oleh pemuda itu.


Situasi kembali menjadi hening setelah gadis itu memilih beristirahat di dekapan pemuda tersebut, seperti biasa ia kembali membenamkan wajahnya di tubuh pemuda itu, sedangkan pemuda itu sendiri selalu bingung dengan kebiasaan aneh gadis tersebut.


Leo menatap wajah gadis itu yang kini sudah mulai terlelap dalam tidurnya, setelah melihat selama beberapa saat, pemuda itu kembali mengalihkan pandangannya ke jalan panjang yang harus mereka tempuh,


Dan tanpa mereka sadari malam yang terasa panjang itu perlahan mulai berakhir.

__ADS_1


~•~


Di sisi lain, sedikit ke utara dari kota Bargh.


Terlihat sekelompok orang tengah mengawasi kota yang selalu diterjang salju tersebut, dan dibelakang mereka berdiri banyak tenda yang terlihat masih baru saja dibangun.


Terlihat di dalam tenda-tenda itu, banyak pasukan bersenjata yang terlihat silih berganti menjaga setiap pintu masuk dari tenda yang ada disana.


Dan selang beberapa saat kemudian seorang pria dengan pakaian yang terbuat dari bulu serigala nampak keluar dari salah satu tenda tersebut.


Segera setelah ia keluar, para penjaga yang berada di hadapan pintu tersebut serentak menundukan kepalanya dan serentak memberi hormat pada pria tersebut.


"Hormat pada Ketua!" Ucap salah satu penjaga yang berada tepat disebelah pria tersebut, serentak para penjaga lain ikut menyerukan hormat mereka.


"Hormat pada Ketua, semoga keberuntungan selalu bersama Ketua"


Pria itu hanya diam dan terus berjalan melewati mereka tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Tidak lama kemudian, ia sampai di hadapan sekelompok orang yang mengawasi kota itu sebelumnya.


Serentak mereka menundukan kepala dan memberikan hormatnya pada pria tersebut.


Pria itu hanya diam sambil menatap dingin semua orang yang berada disana.


"Cepat berikan laporan kalian" Pria itu berkata dengan dingin,


Dengan cepat ucapannya itu membuat semua orang yang ada disana mengucurkan keringat dingin di tubuh mereka, setidaknya mereka tahu, orang di hadapan mereka ini, bisa dengan mudah menghancurkan kota yang berada tidak jauh dari mereka tersebut.


"Tidak ada kesalahan, Ketua! Semua berjalan lancar. Hanya saja..." Orang yang menyampaikan laporannya pada Pria itu tiba-tiba menjadi diam.


"Hanya saja apa? Cepat sampaikan atau aku akan memisahkan kepalamu dari tempatnya" Pria itu menatap dingin orang tersebut dan sedikit menunjukkan Auranya pada orang tersebut.

__ADS_1


Dengan cepat ia meneruskan apa yang ia coba sampaikan sebelumnya.


"Hanya saja, kita mendapat laporan ada seseorang yang bisa mengalahkan puluhan pasukan kita di dalam kota itu" Orang itu kemudian menelan ludahnya,


Raut wajah yang diperlihatkan oleh pria di hadapannya sungguh membuat jantungnya serasa ingin melompat dari tempatnya.


"Apakah kau sudah mengkonfirmasi ini? Apakah ini bisa dipercaya?" Aura berwarna biru gelap perlahan meluap dari Pria yang mengenakan pakaian dari bulu serigala itu.


"Aku bisa memastikannya Ketua! Tidak ada dari kami yang berani membohongimu!"


Orang yang menyampaikan laporannya itu segera menunduk lebih rendah setelah melihat Aura milik Pria di hadapannya meluap keluar dari tubuhnya, bisa terlihat pria itu kini nampak begitu perkasa dan kuat ketika Aura itu perlahan menyelimutinya dan berputar mengitarinya.


Pria itu kini terlihat sedang melamun memikirkan sesuatu, walaupun ia terlihat sedang melamun, tidak ada dari mereka yang mencoba mengangkat kepalanya lebih tinggi saat itu, mereka sadar melakukan itu sama saja seperti menyumbangkan nyawa mereka untuk pria tersebut.


Setelah terlihat berpikir cukup lama, pria itu mengangkat kepalanya dan segera memberi instruksi pada anak buahnya,


"Cepat selidiki orang ini! kita tidak punya waktu untuk berurusan dengannya, jika dia mencoba menggagalkan rencana kita, maka bunuh dia!" Pria itu berseru lantang pada semua orang dihadapannya,


Jelas sebuah firasat buruk terus menghantuinya, dan membuatnya kesusahan untuk mendapatkan ketenangan sama sekali.


Sementara itu, seruan keras dari Pria itu dengan cepat membubarkan semua orang di sana.


Tidak ada satupun dari mereka yang berani menentang perkataan pria tersebut setelah melihat kekuatan yang dimilikinya.


Pria itu menggigit jari telunjuknya, tidak lama kemudian kembali bergerak masuk menuju ke dalam tenda yang ia masuki sebelumnya.


Dengan rasa gelisah di dadanya, ia melangkah masuk ke dalam tendanya tanpa menyadari ia tengah di awasi oleh seekor naga yang berada tidak jauh darinya.


————


**Maafkan ceritanya jika terasa tidak menyenangkan atau sedikit membosankan, saya kesulitan merangkai kata-kata dan berakhir stuck, maafkan saya jika kalian tidak puas dengan chapter ini. Mungkin up saya besok, kemungkinan akan balik seperti biasanya.

__ADS_1


Saya pamit undur diri semua dan selamat menikmati chapternya**


__ADS_2