
Cahaya putih silau yang di sebabkan oleh ledakan Aura itu perlahan memudar, dan hanya menyisakan sebuah pilar cahaya yang menjulang tinggi ke langit.
Pilar cahaya ini tentu saja menarik perhatian semua orang di sana, pasalnya, dari dalam pilar cahaya itu terlihat bayangan samar dua orang manusia yang berdekatan antara satu dengan yang lain.
Semua orang yang berada di sana bisa menebak dengan jelas siapa kedua orang tersebut, tetapi yang membuat mereka heran hanya tersisa pada pilar cahaya yang menjulang tinggi tersebut.
Dengan warna putih keperakan, pilar cahaya itu perlahan mengecil dan akhirnya menunjukkan salah satu pria yang sebelumnya berada di dalam pilar cahaya itu.
Tidak berselang lama, pilar itu akhirnya menghilang. Terlihat raut wajah terkejut terpasang di wajah semua orang yang ada di sana.
Bukan karena melihat Dethyus yang kini terbaring lemas, tak bernyawa. Tetapi, tentang hal lain yang lebih membingungkan di sana.
"Dimana Paman Myrthe? Dan siapa kau?" Jenderal Darth akhirnya membuka suaranya sambil menunjuk ke arah seorang pemuda yang kini berdiri di samping Dethyus.
"Apa maksudmu Darth? Bukankah sudah jelas aku ada di sini?" balasnya sambil merapikan baju lusuhnya yang terasa membesar secara tiba-tiba.
Mendengar jawaban pemuda itu, semua orang yang berada di sana mengusap matanya, sementara para pasukan musuh yang menyerang kota sebelumnya bergerak melarikan diri.
__ADS_1
"Sebelum itu kejar mereka terlebih dahulu, jangan sampai ada yang melarikan diri dari sini!" Pemuda itu memecah lamunan Jenderal Darth, dan bergerak dalam kecepatan tinggi untuk menghabisi sisa pasukan musuh yang melarikan diri.
Jenderal Darth menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia tahu, berdasarkan gerakan yang diperagakan oleh pemuda itu sebelumnya, ia tidak lain adalah Kakek yang menyelamatkan mereka sebelumnya, orang yang sama dengan yang telah membunuh Dethyus.
Hanya saja ia masih penasaran, apa yang membuat kakek itu menjadi lebih muda dan bahkan menjadi sangat tampan.
Dengan rambut putih yang tak jauh berbeda seperti sebelumnya, tinggi badan yang sedikit bertambah, mata sipit sayu dan tubuhnya yang menjadi lebih bertenaga, Kakek itu terlihat jauh lebih muda sekarang.
Pusing memikirkan perubahan yang di alami Kakek itu, Jenderal Darth memilih pergi membantu dan menghabisi setiap pasukan musuh yang mencoba melarikan diri dari kota bersalju tersebut.
~•~
Setelah beberapa saat, Leo akhirnya mendapatkan kembali pandangannya dan melihat seorang gadis kecil berada di dalam dekapannya.
Leo membangunkan tubuhnya sambil menyisir pandang ke sekitarnya. Terlihat puing-puing beton dan batu berserakan di sekitar mereka, selang beberapa saat kemudian barulah Leo mendapatkan kembali ingatannya.
Leo menggelengkan kepalanya saat rasa nyeri mendadak terasa menusuk di kepala pemuda itu.
__ADS_1
Pemuda itu mengaduh keras saat nyeri itu kembali menyerang kepalanya, "Seharusnya kami berada tidak jauh dari reruntuhan sekarang ..." gumam Leo sambil memegang kepalanya yang masih terasa nyeri.
Sesekali ia memeriksa keadaan gadis yang ia bawa sebelumnya, untunglah, gadis itu hanya mengalami luka goresan kecil di dekat dahinya, dengan sedikit perawatan, luka seperti itu pasti akan sembuh tanpa bekas nantinya.
Sambil membawa gadis kecil itu dengan hati-hati, Leo bergerak pergi keluar dari reruntuhan dan bergegas kembali pada Ariel, mengingat tanpa sadar ia telah meninggalkan gadis itu terlalu lama.
Tanpa menunda lebih lama Leo mempercepat langkahnya kembali menuju kepada gadis berambut pirang tersebut.
————
**Jangan lupa untuk membaca beberapa cerita recommended dari saya untuk kalian,
salah satunya, Di Paksa Menikah (ya kalian pasti kebanyakan udah baca), Takdir cinta (kurang lebih kayaknya), Story About Us: The Rusuh Gank, dan Aku mencintaimu.
untuk cerita lainnya sesama fantasy ada The Dark Slayer, tapi khusus cerita ini kamu wajib menguatkan hatimu dengan imajinasi yang di sajikan authornya, karena bener bener luar biasa!
Itu aja dulu mungkin untuk chapter ini, nantikan juga cerita Romance dari saya yang berjudul Forever With Me yang kemungkinan rilis besok, 1 chapter dengan 1 prolog di awal cerita**.
__ADS_1
***
Sekian dulu jangan lupa menekan Jempol (Like), Fav, dan Komen di Kolom Komentar!