
Leo mengangkat kembali pedangnya sebelum bergerak memotong ruang sekali lagi.
Wanita yang memegang kipasnya dengan posisi yang tidak menguntungkan itu segera mengatasi tekanan di tubuhnya, setelah memprediksi arah kemunculan Leo ia mengibaskan kipasnya.
Leo yang telah mendeteksi bahaya segera menjauh dan mengubah lintasan geraknya.
Pohon dalam garis lurus yang berjarak satu kilometer segera menghilang tanpa jejak. Sementara Leo masih kesulitan mencari celah wanita tersebut.
Leo mulai kebingungan menghadapi situasi tak menguntungkan ini dan memutar otaknya dengan sungguh-sungguh.
Tepat saat situasi sudah mulai menghancurkan ketenangan Leo, 9 orang yang berada dalam satu kelompok dengan gadis tersebut menyusulnya.
Dengan 10 orang yang memiliki kekuatan luar biasa di hadapannya, Leo kebingungan untuk mengambil langkah apa yang harus ia tentukan sekarang juga.
Saat ketenangannya mulai buyar sebuah suara kembali terdengar, "Bocah, bukankah aku sudah bilang padamu? Lepaskan Qi mu kepadaku dan akan kuberi kau kekuatan!"
Leo menjadi bimbang saat mendengar suara tersebut, awalnya ia tak akan ragu untuk menolak tawaran tersebut. Tetapi, dalam situasi seperti ini kekuatan yang sangat kecil sekalipun akan tetap membantu.
Saat Leo mulai kehabisan waktu untuk menentukan pilihan, sebuah pisau tajam terbang melewati pipinya.
__ADS_1
Pisau itu mengenai pundak seorang pria di kelompok tersebut, tepatnya ia adalah lucifer.
Leo mengambil celah ini untuk melebarkan jaraknya dengan sepuluh krang tersebut dan menentukan pilihannya.
"Apa tujuanmu hingga memintaku memberikanmu Qi milikku? Apa keuntungannya bagiku dan apa keuntungannya bagimu?" Leo bertanya dengan tegas.
Sepuluh orang di hadapannya dan seorang pemuda yang ada di belakang Leo mengerutkan kening mereka. Pemandangan Leo yang berbicara sendiri itu nampak seperti orang gila dilihat dari manapun itu.
Pemuda berambut perak di belakang Leo menegurnya, "Dengan siapa kau berbicara? Apa kau gila?"
Pertanyaan pemuda itu sedikit menaikkan emosi Leo tetapi tidak ada yang salah dengan ucapannya memang Leo nampak seperti orang gila saat ini.
Suara misterius itu kemudian menjawab, "Apa? Tujuanku? Bukankah jelas aku ingin berterima kasih pada orang yang membangunkanku?" Suara itu terdengar seperti seseorang yang kebingungan.
Saat Leo mencerna ucapan suara misterius itu, sebuah angin yang di sertai oleh api melesat ke arahnya, pemuda yang berdiri dibelakangnya segera mencoba untuk menyelamatkannya tetapi itu sudah terlambat Leo tertelan di dalam hembusan angin yang diikuti oleh api tersebut.
Percikan-percikan api terlihat di tempat dimana Leo seharusnya berdiri sekarang.
Bayangan samarnya terlihat tidak bergerak sedikitpun dan Pemuda berambut perak itu menyesali keterlambatannya.
__ADS_1
"Kalian! Tidak cukup membunuh guruku sekarang kalian membunuh muridnya?" Emosi meningkat dari pemuda itu. Tidak, itu adalah Myrthe yang datang terlambat setelah melihat bukit dan pepohonan menghilang tanpa jejak di dekatnya.
Saat ia dalam perjalanan ke tempat kejadian, ia tidak sengaja mendengar bahwa pemuda yang menjadi murid Zheira, Gurunya sedang bertarung melawan orang-orang kuat di hutan yang ada di dekat Gerbang Kota suci itu.
Saat Myrthe melepaskan aura peraknya api yang melahap pemuda disebelahnya justru berkobar lebih kuat.
Lucifer yang melepaskan api itu menjadi bingung karena ia tidak mengendalikan Apinya, dan Wanita yang mengibaskan kipasnya itu jauh lebih heran karena Anginnya tidak bisa memotong pemuda di dalam api tersebut.
Saat api itu telah membesar sepenuhnya, sesosok pemuda dengan rambut hitam dan mata emas memandang dingin kelompok 10 orang tersebut.
Api yang semula berwarna merah terang itu bertahap berubah menjadi keemasan. Dan Leo yang ada di dalam api tersebut membuka mulutnya.
"Mari kita mulai putaran kedua,"
————
Maaf kalau kurang jelas, Author hari ini entah kenapa pusing sejak pagi hari dan susah menulis cerita dengan benar. Saya harap kalian masih bisa memahami isi ceritanya.
Sekali lagi maaf dan sampai jumpa di chapter selanjutnya!
__ADS_1
————
Thanks For Reading!