Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.55 Gejolak Perang


__ADS_3

Myrthe menebaskan pedangnya dengan cepat saat Iblis di dalam wanita itu melewatinya.


Iblis itu menatap tajam Myrthe dengan mata hitamnya tersebut, "Manusia rendahan, akan kuingat ini!" ucapnya sebelum jatuh berlutut.


Dengan tubuh yang penuh luka, Iblis beserta Wanita yang menjadi inangnya itupun akhirnya tumbang.


Senyuman kecil terukir di bibir Myrthe. Sambil mengibaskan pedangnya untuk membersihkan sisa darah, Myrthe kembali melihat apakah ada orang yang masih tersisa untuk di habisi.


"Sepertinya sudah tidak ada siapa-siapa lagi di sini—" Myrthe memuntahkan darah dari mulutnya.


Setelah mengusap dan membersihkan sisa darah di bibirnya, ia kembali tersenyum sambil menatap ke arah jalur pegunungan di hadapannya.


"Aku mungkin gagal mencegah mereka di Kota lainnya, tapi Kota terakhir ini tidak akan kubiarkan jatuh dengan mudah! Tidak akan kumaafkan apa yang telah kalian lakukan pada guruku!" ucap Myrthe sebelum melanjutkan pemulihan tubuhnya.


***


Kota Burgeyns, Pemandian air panas, beberapa saat sebelum pertempuran Myrthe berakhir.


Leo tengah bersiap-siap untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai bersiap, Leo segera memasuki kolam air panas tersebut.


Di dalam kolam itu Leo akhirnya memilih bersantai sejenak.


Ia berpikir sudah cukup lama sejak terakhir kali ia bisa bersantai seperti ini.

__ADS_1


"Kalau dipikir-pikir, bukankah saat itu kita masih tertawa bersama?" Leo mengukir senyum di bibirnya, senyum khasnya yang terasa dingin itu kembali terlihat.


Mungkin, bagi sebagian orang senyum itu terlihat cukup menakutkan, tetapi bagi sebagian lainnya, senyum itu nampak begitu menyejukkan.


Setidaknya begitulah pandangan sebagian orang yang sudah mengenal pemuda itu lebih jauh.


Leo kemudian memilih bersandar pada sebuah batu di pinggir kolam, sambil memejamkan matanya ia memilih beristirahat di tempat itu sejenak.


Tanpa pemuda itu sadari, 2 pasukan besar kini tengah mengarah ke tempatnya beristirahat tersebut.


***


"Yang mulia, kita sudah dekat dengan tujuan kita. Mohon berikan perintahmu" ucap salah satu ksatria yang bergabung dengan pasukan tersebut.


Pria yang dipanggil raja itu pun menoleh dan mengangguk kepada ksatria tersebut.


Taurus yang berada di sampingnya pun menyusul memberi aba-aba pada pasukannya.


"Aula Tetua! Berikan sihir perlindungan dan berikan sihir penguatan pada pasukan Kerajaan!"


Usai memberi perintah tersebut Taurus kemudian mencari keberadaan Aries dan Virgo.


"Aries, Virgo, aku punya misi penting untuk kalian." Taurus kemudian membuka lembaran kertas yang sebelumnya ia simpan di dalam tas kecil di pinggang jirahnya.


"Bawa ini dan cari ke 9 Guardians lainnya termasuk Leo, cari secepat yang kalian bisa dan kumpulkan mereka ke tempat tujuan kita.

__ADS_1


Menurut laporan terakhir mereka, 8 Guardians selain Leo seharusnya tidak jauh dari Kota Burgeyns, setelah menemukan mereka semua segeralah kembali dan ikut bertempur bersama kami." Taurus menyampaikan perintahnya setelah mengamati situasinya.


Ia merasa harus mengumpulkan ke 12 Guardians untuk melawan kekuatan besar dari Aliansi besar Phoenix, dari pengalamannya, mereka tidak boleh meremehkan kekuatan kelompok tersebut, terlebih kedudukan musuh terakhirnya saat itu tidaklah terlalu tinggi di Aliansi Besar Phoenix.


Taurus kemudian memegang bahu Aries sambil tersenyum penuh makna padanya, "Untuk masalah Leo, aku serahkan semuanya padamu, aku tahu kau bisa menemukannya dengan singkat."


Tanpa menunggu lebih lama Taurus kembali ke posisinya dan meninggalkan Aries yang masih termenung memikirkan cara mengumpulkan ke 8 Guardians yang tersisa secepat mungkin.


Di tengah kegelisahannya tersebut, Virgo tiba-tiba menggenggam tangannya dan meyakinkan pemuda itu.


"Yakinlah, kita pasti bisa menemukan mereka. Aku yakin Leo juga kemungkinan tidak jauh dari sini." ucap Virgo sembari menggenggam tangan Aries.


Melihat Virgo yang telah mengembalikan semangatnya tersebut, Aries kemudian membulatkan tekadnya dan memutuskan segera memulai pencariannya, mengingat waktu mereka juga sangat tipis sekarang.


"Kau benar, mari kita pergi sekarang, waktu kita sudah tidak banyak lagi!" ucap Aries sebelum merapal mantera dan membuka pintu antar dimensi seperti yang dulu ia lakukan.


Setelah beberapa bulan berlatih, perkembangan mereka cukup signifikan terutama setelah melihat perbedaan kekuatan mereka dengan Leo yang terpaut sangat jauh, hal ini menjadi motivasi utama mereka dalam berlatih dan berusaha untuk mengejar pemuda tersebut.


Sementara itu, setelah melihat Aries dan Virgo pergi, Taurus memanggil Scorpio untuk berada di sampingnya, dalam beberapa bulan terakhir, Taurus dan Scorpio adalah pondasi utama Aula Tetua, jadi Taurus sudah terbiasa menganggap Pemuda di sampingnya itu sebagai tangan kanannya.


"Hahaha, setelah sekian lama aku baru menyadarinya, sesuatu telah berubah darimu. Mungkinkah bocah itu ada hubungannya?" Taurus kemudian tertawa setelah melihat reaksi aneh dari Scorpio.


Setelah berbincang beberapa lama, ini saatnya bagi mereka untuk kembali bertempur setelah sekian waktu.


———

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan Like, Fav, dan Komentar di Kolom Komentarnya!


Author memohon maaf atas Up yang sangat-sangat lama ini


__ADS_2