
Leo berjalan tanpa arah sejak ditinggalkan oleh Jade Emperor, ia tidak mengetahui harus pergi kemana dan harus bertanya kemana, sejak dari awal itu adalah kesalahannya tidak menanyakan hal ini lebih dulu.
Saat Leo mulai kebingungan harus mengambil arah mana lagi, sebuah ide terlintas di kepalanya.
"Hanya ini pilihan terakhirku," ucap Leo sambil menggenggam sebuah ranting kecil yang nampak rapuh dan mudah patah.
Leo memperkirakan arah angin dan melihat ke arah jatuhnya matahari,
"Jadi di sana adalah barat, di sana timur dan di sana adalah utara serta selatan di arah sebaliknya." gumam Leo sambil menunjuk ke arah kiri, kanan, depan dan belakangnya.
Setelah menentukan arah yang akan ditujunya nanti, Leo segera mengambil lagi ranting yang ia genggam sebelumnya.
Sambil menunggu hembusan angin menjadi lebih pelan, ia segera memutar ranting tersebut sekuat tenaganya sampai menyebabkan pusaran angin yang cukup kencang dan cepat.
Rambut gelapnya berkibar saat pusaran angin dari ranting tersebut terlihat semakin kencang sebelum akhirnya berkurang dan berhenti.
Setelah menunggu dengan antusias arah yang dituju oleh ranting tersebut, Leo akhirnya mendapat petunjuk bahwa ia harus pergi ke arah timur, hal ini ia dapatkan dari ranting yang ia putar sebelumnya.
"Setidaknya, dengan begini aku tidak asal jalan dan mungkin saja bisa mendapatkan tempat bernaung meskipun tidak besar." ucap Leo sambil melangkah dengan cepat menuju ke timur.
__ADS_1
Saat pemuda itu telah melangkah ke timur, hari tanpa terasa telah menjadi gelap dan sekali lagi, Leo harus berlari di kegelapan malam sebelum bisa tertidur nyenyak di dunia yang sepenuhnya baru baginya tersebut.
Sementara itu, dibalik kegelapan malam,
Leo tidak menyadari sesosok bayangan menyerupai manusia terlihat berdiri mengawasinya dari kejauhan.
***
Leo menjatuhkan tubuhnya saat telah berlari sepanjang hari dan belum menemukan kota di manapun ia mencari.
Bahkan setelah hari telah menjadi gelap seperti sekarang masih belum ada kota yang ia temukan.
Tetapi, saat Leo baru saja akan memejamkan matanya, sesuatu mendekat ke arahnya, dan Leo bisa merasakannya.
Leo segera bangkit dan melompat menjauh untuk mengumpulkan sedikit tenaga sebelum maju menyerang dengan kekuatan penuhnya.
Hanya saja, Leo tidak akan pernah melakukannya, itu karena sosok yang berada di dekatnya lebih dulu menunjukkan wujudnya.
Sambil mengangkat kedua tangan seputih saljunya, ia bergegas berteriak dan berbicara dengan bahasa yang tidak dikenal oleh Leo, pemuda itupun segera memiringkan kepalanya karena tidak memahami maksud dari ucapan sosok yang merupakan seorang gadis tersebut.
__ADS_1
Saat Leo masih belum menurunkan kewaspadaannya, gadis itu terlihat memutar kepalanya dan mencoba berkomunikasi dengan Leo.
"Hm!" gadis itu seperti mendapatkan suatu ide dan mengambil ranting pohon di dekat kakinya, Leo bisa melihat ranting itu adalah ranting yang sama dengan yang ia gunakan sebelumnya.
Segera Leo kehilangan semangatnya dan gadis itu menuliskan sesuatu ke tanah yang diinjaknya.
Leo mendekat dan menurunkan sedikit kewaspadaannya hanya untuk menaikkannya kembali setelah melihat apa yang ditulis gadis tersebut.
Tulisan yang bahasanya tidak dikenali Leo terpampang jelas di atas tanah yang sebelumnya dicoret-coret oleh gadis itu, seakan telah kehabisan cara, gadis itu menghilang dari pandangan Leo dan segera menempelkan jarinya ke dahi Leo untuk menyampaikan kemampuan berbahasanya kepada Leo.
Leo yang masih terkejut dengan kecepatan gadis itu masih membeku dan tidak sempat bereaksi saat gadis itu menempelkan jarinya di dahi Leo.
"Ah, aku sebenarnya tidak mau melakukan hal ini, itu karena hal ini sangat memalukan!" ucap gadis itu dengan wajah yang sedikit memerah.
Leo yang kebingungan dengan apa yang terjadi hanya bisa terdiam sambil memutar kepalanya untuk mencerna semua kejadian ini.
————
Thanks For Reading, hope you Enjoy it!
__ADS_1
————