Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.64 Pertempuran Yang Sebenarnya II


__ADS_3

"Maaf kupikir aku salah mendengar sesuatu, apakah aku benar-benar tidak salah dengar?" Prajurit itu mencoba memastikan hal yang terakhir ia dengar dari Leo.


"Ya, kau tidak salah. Aku bukan bangsawan, aku hanya orang lewat."


Prajurit itu mencoba membuka mulutnya tetapi tidak ada kata-kata yang keluar.


Leo menghela nafasnya, kabar tentang ia seorang bangsawan mungkin sudah menyebar di antara para prajurit, tidak ada yang bisa ia lakukan tentang itu.


"Lalu, apa yang bisa saya lakukan untuk anda sekarang? Apakah ada sesuatu yang bisa saya lakukan untuk membalas kebaikan Anda?"


Leo mengangguk, ia mengungkapkan keinginannya tanpa menyembunyikan apapun.


"Aku membutuhkan bantuan untuk menemukan pemimpin kalian, dimana para Jenderal dan Komandan kalian berada? Aku punya sesuatu untuk di bahas dengan mereka."


Prajurit itu kemudian bangkit dari posisinya, sambil sesekali memandang ke arah Leo ia menunjukkan jalan menuju ke tempat para pemimpin pasukan berada dan beristirahat.


"Salam pada para pimpinan, saya membawa seorang tamu kesini. Saya harap kelancangan saya kali ini bisa dimaafkan." Prajurit itu menundukkan kepalanya pada para Jenderal dan Komandan disana.


Salah satu dari Komandan di sana nampak tidak menyenanginya dan mencibirnya, "Bukankah kau tahu ini adalah ketidaksopanan? Bagaimana kau bisa tetap tenang seperti itu setelah tidak sopan pada pimpinanmu?".


"Kau benar, bagaimana bisa prajurit rendahan ini membawa orang tak dikenal dan lusuh ini kemari? Apa yang menjadi keberanianmu hingga membawanya kemari?".


Para Jenderal dan Komandan di sana menjadi riuh, hampir semua orang mencibir kemudian menghina Leo dan prajurit yang membawanya. Hampir semua.


"Tunggu, bukankah kita pernah bertemu sebelumnya Tuan? Sungguh mengejutkan prajurit ini membawamu kemari."

__ADS_1


Suara datang dari bagian belakang Jenderal dan Komandan yang ada di sana. Suara ringan, halus dan lembut itu tidak asing di telinga Leo.


"Apa yang membawamu datang kemari Tuan Guardians?"


Setelah melontarkan kalimat tersebut, penampilan dari orang yang mengucapkan kata-kata itu akhirnya terlihat.


Seorang Bangsawan muda dengan senyum tipis dan tatapan ramah itu memanggil kenangan buruk bagi Leo.


Seorang Bangsawan licik yang rakus akan segalanya dan memasang topeng di wajahnya, baron Luise.


"Lama tidak berjumpa, kupikir kau akan berada di tempat yang nyaman dan jauh dari pertempuran, sepertinya aku sedikit meremehkanmu." Leo menjawab dengan sinis, sementara para bangsawan yang telah mencibirnya menjadi diam dan bisu.


"Anda terlalu jujur untuk seorang Guardians, bukankah mereka biasanya selalu terlihat ramah dan baik layaknya ... Oh! aku ingat, Pahlawan?" ucap baron Luise dengan senyumnya yang semakin melebar.


Leo memicingkan matanya sementara prajurit yang telah menemaninya merasa tidak nyaman saat melihat baron tersebut.


Berkat ucapannya, ekspresi ramah baron tersebut perlahan mulai menggelap. Ia sudah mulai menunjukkan kulit aslinya.


"Hanya seorang Guardians tapi sudah sesombong ini? Bagaimana jika kau adalah seorang duke atau keturunan Raja? Aku yakin kau pasti tidak akan memiliki tata krama," Baron itu memicingkan matanya.


Leo hendak memberinya sedikit peringatan sebelum sesuatu diluar dugaan terjadi.


Bumm!


Ledakan besar terjadi di tengah tenda pasukan, Perang yang telah tertunda mulai menyerukan gelombang keduanya.

__ADS_1


***


Para Guardians telah beristirahat sejenak setelah pertempuran, mereka telah menghabiskan hampir setengah Auranya dalam pertempuran sebelumnya.


Di antara mereka Taurus dan Scorpio adalah salah satu dari yang terburuk.


Aura mereka bahkan tidak lebih dari seperempat dan mereka juga kelelahan secara fisiknya.


"Minumlah, kau perlu istirahat sekarang juga. Jangan cemaskan kami, kami bisa menjaga diri." ucap Aries saat menjenguk sahabatnya itu.


Ia menyerahkan sekantung air minum tetapi Taurus menolaknya tidak peduli seberapa banyak ia memberi air minum pada sahabatnya tersebut.


Aries menghela nafasnya, perang kali ini cukup berat dan berbeda dari biasanya. Lawan mereka kali ini bukanlah orang biasa. Di antara mereka Taurus adalah yang mengemban beban paling berat, jadj dia merasa sedikit kasihan pada sahabatnya itu.


"Taurus, kau harus istirahat. Kita tida—"


Bumm!


Tanda putaran kedua dari perang sudah dibunyikan!


————


Happy Reading


————

__ADS_1


Terima kasih semua!


__ADS_2