Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.11 Penyerangan Breathanea


__ADS_3

Situasi kota Breathanea dalam keadaan tenang, tidak ada penduduk yang mengetahui bahwa ada bahaya yang sedang menuju ke arah mereka. Tetapi itu tidak bertahan lama mengingat ada pasukan besar yang bergerak ke arah mereka.


Sesaat kemudian, seorang prajurit berkuda dengan cepat berkeliling kota dan menyerukan peringatan evakuasi.


"Serangan! Breathanea akan diserang! Segera pergi ke portal Evakuasi!"


Prajurit itu terus mengulangi kalimatnya seraya berkeliling dengan kudanya.


Dengan cepat kepanikan mengisi seluruh kota dan penduduk segera memenuhi jalan serta berbondong-bondong pergi menuju Portal Evakuasi yang ada di kota tersebut.


Sementara itu di Gedung pemerintahan Kota Breathanea, Virgo nampak sedang gelisah menunggu kedatangan Taurus dan lainnya, dia mengetahui benar, sulit mempertahankan sebuah kota walau dia adalah Guardians sekalipun.


"Apakah belum ada laporan penjaga gerbang terkait kedatangan mereka?"


Virgo tidak bisa tenang dan terus memijat kepalanya yang terasa sangat sakit.


"Belum ada Nona..."


Pria yang selalu bersamanya menjawab dengan ekspresi yang tidak jauh berbeda dengan Virgo, mereka mengetahui bahwa kali ini mereka tidak bisa bertindak gegabah atau akan ada banyak orang yang akan menjadi korban tidak bersalah karena kesalahan mereka.


"Bagaimana dengan penduduk kota? apakah mereka sudah pergi semua?"


"Sudah Nona, seharusnya tidak ada orang yang tersisa di kota, kota sudah aman."


Mendengar hal ini Virgo menghela nafas lega, dengan begini ia memiliki gerak yang lebih leluasa dan tidak perlu khawatir akan ada warga kota yang menjadi korban atau ditawan oleh pihak musuh.


"Nona! Pasukan musuh sudah mendekat, jika tidak bersiap sekarang mungkin kita tidak akan punya kesempatan lagi."


Virgo menghela nafas panjang, ia mengetahui pertarungan ini akan sangat sulit dimenangkan. Ia mengambil senjatanya dan bergerak pergi untuk menyambut pasukan besar yang telah berada di dekat dermaga kota.


Di Dermaga Kota Breathanea,


Ratusan kapal terlihat berjejer panjang di tepi dermaga. Sesaat setelah mereka menepi tidak ada pasukan yang turun karena melihat tidak ada satu pun orang yang berdiri dihadapan mereka.


"Pemimpin, tidak ada prajurit ataupun pasukan di sekitar sini mungkinkah mereka sudah menyerah dan ketakutan saat melihat kita berlayar kemari?"


Seorang prajurit yang memegang perisai dan pedang bertanya pada pemimpinnya. Pemimpinnya hanya terus menatap ke sekeliling kota tersebut, sebelum akhirnya seorang gadis terlihat mendekat dengan menaiki kuda.


"Apa yang kau inginkan? Mengapa kau datang kemari? Bukankah kau mengetahui tidak ada apa-apa untuk dijarah disini!"


Gadis itu dengan berani bertanya dengan nada tinggi ke pemimpin pasukan tersebut.


Pertanyaan gadis tersebut hanya dibalas dengan tawa kencang dari seluruh awak dan pasukan yang ada di kapal tersebut.

__ADS_1


"Kau tidak perlu tahu tujuan kami, tapi jika kau ingin bermain sebentar bersama kami mungkin kami akan membiarkanmu pergi setelah bersikap tidak sopan barusan."


Senyuman lebar terukir di wajah seluruh pasukan yang ada di kapal tersebut.


"Aku peringatkan sekali lagi! Jika kalian tidak menjawabnya akan kupastikan kalian menyesal!"


Kali ini suara gadis tersebut berbunyi lantang dan terdengar sedikit menakutkan bagi para awak dan pasukan biasa disekitarnya.


Prajurit yang sama dengan yang berbicara ke gadis itu mencoba membalas ucapannya namun tindakannya itu dihentikan oleh Pemimpinnya.


"Karena kau memaksa ingin mengetahui tujuan kami, maka aku akan memberitahumu. Lagipula kau tidak akan hidup lagi setelah ini."


Pemimpin pasukan itu berkata dengan pelan, namun suaranya terdengar dengan sangat jelas di telinga gadis itu.


"Kami kesini ingin mengambil kembali apa telah menjadi milik kami, dan itu adalah..."


Pemimpin pasukan itu menunjuk tepat ke bawah kaki sang gadis.


"Kota ini sendiri, karena kami memiliki rahasia yang sudah lama kami sembunyikan dibawah kota ini."


Gadis tersebut mencoba mencerna kalimat Pemimpin pasukan tersebut, tetapi belum sempat memahaminya seorang Prajurit melompat dan mencoba menyerangnya.


"Ternyata kalian memang datang dengan niat buruk, pertanyaanku barusan sepertinya sia-sia saja."


"Guardians Aura!"


Aura berwarna ungu dengan cepat menyelimuti tubuh gadis tersebut sebelum ia menghilang dari pandangan semua orang dan hanya meninggalkan kuda yang ia tunggangi sebelumnya.


"Ia seorang Guardians! Cepat bentuk formasi dan bersiap untuk bertarung!"


Pemimpin pasukan itu menyadari bahwa sang gadis adalah seorang Guardians dan memberi intruksi agar para bawahannya segera bersiap menghadapi serangan dahsyat sang gadis.


Tanpa ada yang menyadari gadis itu sudah berada ditengah-tengah kapal tersebut dan prajurit yang mencoba menyerangnya tadi sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi.


"Karena kalian datang bukan dengan niat yang baik-baik maka akan kuhabisi kalian!"


Aura berwarna ungu pada gadis tersebut terpancar dahsyat sampai membuat kapal tersebut terombang-ambing karena tekanannya.


Dengan cepat pertempuran antara seorang gadis melawan banyak prajurit dikapal itu terjadi.


Hanya dalam waktu singkat keadaan sudah terlihat berpihak pada sang gadis, ia menghabisi banyak lawannya dengan satu kali serangan dan terus membunuh lebih banyak lawannya saat mereka mencoba menyerang gadis itu.


Tidak ada orang yang tersisa di kapal tersebut kecuali Pemimpin pasukan dan seorang gadis yang memporak-porandakan kapal tersebut dengan mudahnya.

__ADS_1


"Sepertinya kau belum layak untuk melawanku."


Pemimpin pasukan itu melompat ke kapal lainnya dan meninggalkan sang gadis dalam kebingungan.


Gadis itu kemudian melompat kembali ke dermaga dan disusul oleh ribuan prajurit lainnya yang ikut melompat saat gadis tersebut sudah berdiri dipinggir dermaga.


Gadis itu menghela nafasnya sebelum bergerak kembali melawan ribuan pasukan yang terjun ke arahnya.


"Bantu Nona Virgo bertarung! Bahkan jika harus mengorbankan nyawa lakukanlah! itu adalah suatu kehormatan bagi kalian!"


Suara seorang pria tiba-tiba terdengar bersorak dan diikuti oleh ratusan prajurit yang datang dari arah kota Breathanea.


Pertempuran sudah tak terhindarkan, banyak prajurit musuh maupun kawan yang tewas dalam waktu singkat setelah pertempuran itu pecah.


Sang gadis yang tak lain adalah Virgo bergerak cepat menghabisi pasukan lawan sebanyak mungkin tanpa meninggalkan celah untuk lawannya menyerang kembali.


"Aura Kegelapan! Pedang Pembunuh!"


Gadis itu menebaskan pedangnya ke arah kerumunan musuh.


Tebasan pedang tersebut diselimuti asap gelap yang membuat orang yang menghirupnya menjadi sesak nafas dan mati membusuk dalam waktu singkat.


"Awas! Asap itu beracun! Jangan ada yang menghirupnya!"


Usai menghimbau rekan-rekannya pasukan itu kembali menyerang Virgo dengan mengandalkan jumlah.


Virgo mengukir senyum di bibirnya.


"Aura Kegelapan! Ledakan Kematian!"


Ledakan yang cukup besar tiba-tiba terjadi setelah Virgo mengucapkan kalimatnya tersebut.


Pemimpin pasukan itu kehilangan ketenangannya saat Virgo dengan mudah membunuh banyak bawahannya dalam kurun waktu yang singkat. Ia mengetahui pasti jika ia tidak turun tangan menghadapi Virgo secara langsung maka kemenangan sudah pasti tidak akan dapat tercapai lagi.


"Battle Spirit! Earthquake!"


Pemimpin pasukan itu melompat dan berseru lantang sebelum kemudian menghantam tanah ditempat Virgo berdiri, tentu saja Virgo berhasil menghindari hantaman tersebut dan membuat hantaman tersebut hanya mengenai tempatnya berdiri sebelumnya.


Hantaman yang diberikan oleh serangan Pemimpin Pasukan itu sangat kuat sampai membuat tanah tersebut retak dan mengakibatkan getaran hebat bagi orang yang berada di dekatnya.


Pemimpin pasukan itu tersenyum singkat sebelum kembali menyerang Virgo dengan membabi buta


Jangan lupa Vote, Fav, dan Like biar Author semangat dan cerita ini makin diperhatikan kedepannya!

__ADS_1


__ADS_2