Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.37 Gerbang Kota


__ADS_3

Waktu berlalu dengan cepat, tidak terasa hari sudah berganti dengan hari berikutnya.


Dan pada saat bulan sudah mulai menampakan wujudnya,


Terlihat banyak pasukan bersenjata lengkap sedang berbaris rapi di depan tenda pasukan yang jumlahnya tak kalah banyak dengan pasukan yang berbaris rapi tersebut.


Dan di antara pasukan itu, terlihat seorang pria yang selalu mengenakan pakaian yang terbuat dari bulu serigala sedang berjalan perlahan mengelilingi mereka.


"Aku hanya akan bertanya satu kali pada kalian, apakah kalian siap? Jika kalian tidak siap maka pulanglah! Kalian tidak pantas bergabung dengan Serigala Salju jika begitu!" Pria itu berseru keras pada pasukan di hadapannya.


Serentak para pasukan di sana menghentakkan kaki mereka dan bersamaan menjawab pria tersebut,


"Kami menolak, Ketua! Kami tidak akan mengecewakanmu! Kami akan selalu bersamamu sampai kami mati!" Seru para pasukan itu bersamaan.


Pria itu mengukir senyum di wajahnya, terlihat raut wajah bangga dan senang menghiasi wajahnya.


"Bagus! Ini yang aku butuhkan! Kita berangkat dalam 20 menit lagi! persiapkan diri kalian!" Pria itu kembali berseru pada semua orang disana dengan raut wajah yang percaya diri.


Walaupun wajah pria tersebut menunjukan ketenangan dan kepercayaan diri, tetapi hal yang sama tidak berlaku di dalam pikirannya, entah mengapa jauh di dalam pikirannya, ia merasakan kegelisahan dan ketidakpastian.


"Entah mengapa firasatku buruk tentang ini..." Pria itu bergumam dengan sangat pelan sampai tidak ada yang bisa mendengarnya kecuali dirinya sendiri.


Ditemani dengan badai salju yang selalu menerjang kota itu seperti biasanya, pasukan itu bergerak tanpa ada satupun orang yang mengetahui pergerakan mereka.


~•~


Bagian dalam kota Bargh,


Terlihat suasana masih berjalan lancar dan damai seperti biasanya, tetapi ada satu orang yang menyadari bahwa situasinya tidak berjalan searah dengan suasana yang ada di kota tersebut.


"Haah... mereka sudah mulai bergerak sekarang" Suara helaan nafas seorang kakek tua terdengar dari dalam gelapnya bayangan kota.

__ADS_1


Tidak lama setelahnya, sebuah bayangan hitam menyerupai seseorang terlihat keluar dari dalam bayangan kota tersebut, sambil menatap bulan yang sudah naik tinggi dari tempatnya berdiri, ia bergumam pelan sambil menghela nafas panjang,


"Malam ini akan menjadi malam yang panjang..." Kakek itu menghela nafasnya,


Ia tahu, malam ini akan terjadi pertempuran panjang di kota tersebut.


Selang beberapa lama, ia beranjak pergi meninggalkan tempat itu.


Dengan cepat, ia bergerak menuju ke arah utara kota tersebut, untuk menyambut tamu yang akan datang tidak lama lagi.


"Mari kita bermain malam ini... Dethyus..."


Kakek itu mempercepat langkahnya, tanpa ada yang menyadari pergerakannya, ia melangkahkan kakinya dengan cepat menuju gerbang kota tersebut.


~•~


Di bawah cahaya bulan yang redup, pasukan bersenjata itu sudah tiba tepat di hadapan gerbang kota tersebut.


Tidak butuh waktu lama sebelum beberapa orang penjaga gerbang mendatangi mereka dan menanyakan tujuan mereka,


"Berhenti! Apa-apaan ini? Mengapa kalian berani membawa persenjataan lengkap bersama kalian kemari?" Seorang penjaga datang bertanya sambil mengarahkan pedangnya ke salah satu pasukan tersebut.


Terlihat kepercayaan diri yang besar padanya, bisa ditebak, ia bersikap seperti ini karena dekat dengan kota tersebut dan banyak prajurit lain yang sedang bertugas sama sepertinya.


"Kenapa kalian hanya diam saja? Jawab! Atau apakah kalian ingin menantang pasukan kerajaan Euthorea? Hah! Berani sekali kalian!"


Tidak lama setelahnya, suara tawa terdengar mengelilingi Prajurit Penjaga Kota tersebut, terlihat sekelompok orang di hadapannya memasang wajah remeh dan bahkan tersenyum sinis kepadanya.


"Kau pikir kerajaan Euthorea bisa menghentikan kekuatan kami? Hahaha! Jangan mimpi!" Salah seorang dari kelompok tersebut maju dan langsung mengeluarkan Tenaga, dalam jumlah besar dari tubuhnya.


Prajurit Penjaga Kota itu tidak sempat bereaksi saat orang dari kelompok tersebut maju dan menyerangnya.

__ADS_1


"Hanya seperti ini? Apa yang harus kami takutkan dari kerajaanmu?" Pasukan itu tersenyum mengejek Prajurit tersebut, sebelum pedang yang ia genggam dlayangkan tepat ke arah leher Prajurit itu.


Dengan cepat darah mengucur deras dari leher Prajurit tersebut, dan mewarnai salju putih yang berada di bawahnya.


"Hah! Jika kalian semua hanya seperti ini, membunuh kalian tidak akan jauh berbeda dengan membunuh kecoa" Ucap orang tersebut sambil mengibaskan pedangnya yang dipenuhi bercak darah.


Berkat aksi seorang pasukan dari kelompok tersebut, Penjaga Kota yang lain menjadi gentar untuk maju dan bahkan menolong Prajurit sebelumnya.


Sambil menahan rasa takut yang merasuki dirinya, salah satu dari Penjaga kota kembali membuka suaranya, walau terdengar gemetar, kalimatnya masih bisa di dengar dengan jelas oleh semua yang ada di sana.


"A–Apa yang kalian inginkan?! B–Beraninya kalian membunuh Penjaga Kota disini!"


Suara tawa kembali menggema di sekitar para penjaga kota itu, selepas puas tertawa, seorang pasukan lainnya berniat memberi tahu para prajurit kota tersebut.


"Apa? Kami tidak mendengarnya?" Orang tersebut lalu mendekatkan telinganya ke Penjaga tersebut.


Penjaga Kota itu bisa melihat dirinya sedang dipermainkan oleh orang-orang yang berada di hadapannya tersebut, tetapi dia tidak bodoh sehingga menyadari pasti ada sesuatu dibelakang mereka, sampai mereka berani bersikap seperti ini kepadanya.


"Kenapa? Kenapa kau diam sekarang? Hah!" Seru orang itu seakan belum puas dengan penghinaannya terhadap Penjaga Kota tersebut,


Melihat Penjaga kota itu terus berdiam dan tak menjawab pertanyaannya, membuat orang tersebut semakin naik darah.


Dengan cepat ia mencoba melayangkan sebuah tamparan keras pada Penjaga Kota tersebut. Tetapi, belum sempat mendaratkan tamparannya pada penjaga kota tersebut, ia sudah lebih dulu merasakan sakit pada lehernya, dan dalam sekejap penglihatannya menjadi gelap.


"Akan kuhitung sampai tiga, jika kalian masih berada di sini... Akan kupastikan hidup kalian tidak akan bertahan lebih lama dari saat ini"


————


**Jangan Lupa Like, Fav, Dan Komen Di Kolom Komentar.


Kolom Komentar Terlihat Sangat Sepi Di Beberapa Chapter Ini, Saya Jadi Sedih Melihatnya**

__ADS_1



__ADS_2