Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.24 Raja Ashura


__ADS_3

Leo yang masih kebingungan dengan kejadian sebelumnya kini dihadapkan dengan Ashura besar di hadapannya.


Ashura itu terasa sangat berbeda dari Ashura yang pernah ia lawan sebelumnya, ini terlihat dari hawa dingin yang dipancarkan oleh Ashura tersebut.


Leo mengambil kuda-kuda untuk menyerang Ashura tersebut. Ia mengeluarkan pedang pusaka yang ia ambil dari goa misterius sebelumnya.


"Sepertinya kau cukup berbeda dengan teman-temanmu sebelumnya, ya?"


Leo tersenyum sinis ke arah Ashura tersebut, ia tahu Ashura ini adalah pelaku pembantaian warga desa sebelumnya.


"Boleh Juga Nyalimu, Nak! Biar Kulihat, Seberapa Hebat Dirimu"


Suara berat yang penuh kedengkian terdengar di telinga Leo, hal ini berhasil mengejutkannya dan membuatnya sadar, suara itu milik Ashura dihadapannya.


Leo kembali tersenyum sinis,


"Tentu saja aku berani, aku sudah melihat yang lebih kuat darimu, bagiku kau hanya macan yang bisa berbicara"


"Beraninya Kau! Macan Sering Di Sandingkan Dengan Naga, Jadi Berhati-Hatilah Ketika Meremehkannya!"


Ashura itu tiba-tiba menghilang, sebelum berpindah di samping Leo dengan cepat. Ia melayangkan cakarnya ke arah Leo, terlihat cakar tersebut mengeluarkan kabut berwarna keputihan dengan hawa dingin yang terasa sangat menusuk.


Leo tersenyum geli mendengar ucapan Ashura tersebut.


"Tapi tahukah kau, banyak orang tidak menyadari bahwa Singa lebih cocok di sandingkan dengan Naga, jika dibandingkan dengan Macan."


Leo mengayunkan pedangnya dengan senyum sinis yang terukir di bibirnya.


Pedang Leo dan cakar Ashura itu bertemu, Sebuah gelombang energi besar tercipta saat keduanya saling bersentuhan satu sama lain.


Leo cukup terkejut dengan kekuatan pedang tersebut, ia belum menggunakan kekuatan Auranya sama sekali, tetapi kekuatan yang dikeluarkan pedang tersebut setara dengan saat dia menggunakan Auranya.


Dengan cepat Ashura itu mengambil jarak dari Leo, rasa sakit berdenyut dari cakarnya saat mengadu fisik dengan pedang Leo.


Setelah memperhatikan dengan baik, Ashura itu mengenali pedang yang digenggam pemuda tersebut. Dengan cepat rasa panik merasukinya,


"Bocah! Dimana Kau Mendapatkan Pedang Itu?!"


Leo tidak menghiraukan Ashura tersebut dan terus melanjutkan serangannya.


Ashura itu mengaum keras, mencoba menekan pemuda tersebut.


Aumannya begitu keras sampai menggema ke seluruh langit disekitarnya.


Dari atas gunung ditempat Ariel berada sekalipun, Auman itu masih terdengar.

__ADS_1


Beast Singa milik pemuda tersebut dengan cepat mengenali Auman tersebut.


Ia langsung bergegas pergi menuju sumber Auman tersebut.


"Gadis Kecil, Tunggu Disini, Aku Akan Menjemput Tuanku Kesini"


Tanpa memberi penjelasan lebih lanjut, Beast itu bergerak dengan cepat menuju ke sumber Auman tersebut.


Beast itu menyadari, kekuatan Leo yang sekarang belum cukup untuk menghadapi Makhluk yang mengeluarkan Auman keras tersebut.


***


Leo hanya menatap santai Ashura tersebut tanpa tertekan sama sekali.


Sementara Ashura dihadapannya menatap geram pemuda tersebut.


"Bocah! Kau Pikir Siapa Dirimu Berani Mengancamku Seperti Ini!?"


Leo tetap tidak menghiraukan Ashura tersebut dan terus maju untuk menyerangnya, saat jarak di antara mereka sudah sangat dekat, Ashura itu kembali mengaum keras.


Aumannya kali ini berbeda dengan sebelumnya, selain terdengar sangat keras, Auman ini juga menggetarkan tanah disekitarnya.


Leo mengambil jarak sambil menatap Ashura itu dengan tenang. Ia bisa melihat Ashura itu mulai serius sekarang.


Ashura itu mengeluarkan Aura yang kuat dari tubuhnya, Aura itu meluap keluar dalam jumlah besar dari Ashura tersebut.


Leo memperhatikan Ashura itu, bisa terlihat tengah terjadi perubahan pada tubuh Ashura tersebut.


Aura yang meluap-luap itu perlahan menipis dan Ashura yang ada di dalamnya telah selesai berubah bentuk.


Macan di dalamnya itu, kini terlihat memiliki bongkahan es yang memancarkan hawa dingin yang luar biasa di tubuhnya.


"Bocah, Bagaimana Kau Akan Menghadapi Ini Sekarang?"


Ashura itu sekilas nampak seperti Beast yang berwarna lebih gelap dan memiliki kedengkian besar di dirinya.


Leo kembali mengabaikan Ashura tersebut dan hanya menatap dingin ke arahnya.


Senyuman kembali terukir di bibirnya dan tatapannya terlihat bersinar berwarna keemasan dalam sesaat.


"Aura Raja Singa..."


Dengan cepat Aura berwarna keemasan menyaingi Aura yang dilepaskan oleh Ashura tersebut, Ashura itu kini mulai panik karena mengenal Aura yang dilepaskan pemuda itu.


"Bocah! Bagaimana Bisa Kau Memiliki Aura Ini!? Bagaimana Mungkin Seorang Manusia Sepertimu Memilikinya?!"

__ADS_1


Leo terus maju menghadapi Ashura tersebut tanpa mendengarkan apapun yang Ashura itu katakan.


Setelah jarak mereka tinggal selangkah, Leo mengayunkan pedangnya. Kobaran api berwarna emas kini menghiasi serangannya.


Ashura itu juga melayangkan cakarnya ke arah Leo untuk menepis pedang pemuda tersebut.


Getaran hebat terus menerus terjadi saat pedang dan cakar Ashura itu saling bertemu.


Leo terus menebaskan pedangnya ke Ashura tersebut, setelah cukup lama, Leo baru menyadari bahwa pedang tersebut mengeluarkan cahaya keemasan yang mirip dengan Auranya.


'Apa yang terjadi pada pedang ini?'


Leo menaikan alisnya melihat keanehan pada pedang tersebut sebelum Auranya tiba-tiba terasa diserap dalam jumlah besar.


Pedang itu dengan cepat bersinar lebih terang dan berhasil membuat Ashura yang sebelumnya berani menahan serangannya, kini mulai berpikir dua kali untuk melakukannya lagi.


Ashura itu mencoba menyerangnya lebih dulu. Serangan Ashura tersebut berhasil membuat Leo cukup kesulitan menahan serangannya sambil menahan sakit yang ia rasakan ketika Auranya dengan cepat semakin diserap.


'Apa-apaan pedang ini!?'


Leo tidak bisa berhenti terkejut dengan pedang yang ia genggam, setelah puas menyerap Auranya, pedang itu tiba-tiba mengembalikan Auranya dengan cepat.


Leo kembali menaikan sebelah alisnya, ia tidak mengerti sebenarnya apa yang sedang terjadi pada pedangnya ini.


"Bocah! Aku Akan Menghabisimu Sekarang Juga!"


Ashura itu melayangkan cakarnya dengan cepat ke arah pemuda tersebut.


Leo hanya menatap tenang serangan yang diberikan Ashura tersebut,


"Sepertinya aku harus menggunakannya, ya? Ayo kita coba..."


Leo memasang senyum datar di wajahnya.


"Pedang Langit Tanpa Tanding! Membelah Bumi!"


Leo menebaskan pedangnya ke Ashura itu, Dengan cepat energi berwarna putih besar menghantam Ashura itu.


Energi putih itu kemudian meledak dan menyilaukan pandangan semua orang yang ada di sana.


————


**Dukung Author dengan menekan Like, Fav, Dan Komen di Kolom Komentar!


Sebelumnya maafkan keterlambatan Author hari ini, Author sedang sibuk dan kehilangan naskahnya tadi, jadi maaf atas keterlambatan ini, Terima Kasih**!

__ADS_1


__ADS_2