Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.69 Iblis dan Api


__ADS_3

Leo menatap ke arah orang-orang yang melayang di atas langit, di antara mereka seseorang yang selalu tersenyum dan tertawa dengan menjijikkan membuat Leo merasa terganggu.


"Kuhahahaha! Ada orang kuat di sini, bukankah dia adalah orangnya?" Pria yang selalu tertawa itu membuka mulutnya, sementara Lucifer yang berada di sebelah pria itu menatap dengan waspada ke arah Leo.


Pemuda itu memperhitungkan jarak serangan dan kecepatan serangannya sebelum mencapai orang-orang yang berada di atas langit tersebut.


"Aries, bawa mereka pergi. Ariel seharusnya ada di gerbang kota sekarang, bawa dia juga." Leo memberi arahan pada Aries, dan pemuda berambut pirang itu menuruti kemauannya.


Ia sudah pernah melihat sekali betapa kuatnya pemuda itu dan betapa mengerikannya kekuatan tekanan yang ia berikan pada orang-orang di sekitarnya.


Setelah Taurus mendapatkan sedikit kesehatannya Aries menggunakan sihir ruang.


Cahaya emas yang menyilaukan mata bersinar dan membungkus orang-orang di sekitar Leo.


"Aku mengandalkanmu, Aries," Leo tersenyum singkat sebelum kembali pada penampilannya yang dingin.


Aura hijau yang mengingatkan akan kehidupan perlahan terbakar dan berubah menjadi keemasan.


Mata dingin yang sebelumnya tak bercahaya perlahan menjadi bersinar dan meninggalkan kesan mengancam di mata musuhnya.

__ADS_1


"Sekarang, mari kita selesaikan dengan cepat," Tekanan segera meningkat drastis saat Leo selesai mengucapkan kalimat tersebut, dua dari 13 orang di atas langit itu bahkan terjatuh ke tanah.


Leo yang tidak melewatkan celah ini segera menghilang dari pandangan semua orang dan kedua orang yang terjatuh itu kehilangan nyawanya.


Kilatan cahaya emas yang bergerak dengan sangat cepat itu membingungkan 11 orang yang berkumpul di atas langit tersebut. Walaupun terlihat indah nyatanya kilatan cahaya itu sangat mematikan.


Sebelas orang yang tersisa di sana segera menjadi waspada dan tekanan di pundak mereka menjadi semakin tidak masuk akal.


Berat yang awalnya hanya seberat kerikil terus meningkat seiring waktu dan sekarang telah mencapai batas dari seorang wanita yang memiliki paras cukup cantik.


Dengan pupil mata merah delimanya yang mengecil ketakutan, tubuh rampingnya tidak lagi bisa menahan tekanan dan perlahan tertarik oleh gravitasi yang diciptakan oleh pemuda sebelumnya.


Ia menjadi panik dan tidak mau jatuh ke arah dimana kilatan emas itu terlihat bergerak seolah-olah ia akan memakan wanita itu.


"Tidak! Aku tidak mau mati! Tidak! Eh ...?" Saat wanita itu meratapi waktu kematiannya, kilatan emas itu telah melewati tenggorokkannya dan meninggalkan sensasi dingin di lehernya.


Penglihatan wanita itu memburam bersamaan dengan noda merah yang dengan cepat menutupi bidang pandangnya.


Sepuluh orang yang tersisa segera menanggapi dengan serius setelah kematian wanita tersebut. Kelima elemen yang sebelumnya hanya berputar-putar di sekitar mereka mulai dijatuhkan ke tanah di mana cahaya emas itu terlihat sekilas.

__ADS_1


Bumi bergetar saat gumpalan besar tanah, api, air, petir dan angin dijatuhkan bergantian.


Sementara itu di atas tanah, Leo mengayunkan pedangnya setelah mengubah sebagian Auranya menjadi Qi, pedang yang diayunkan Leo itupun mengalami perubahan.


" Bocah ..." suara samar terdengar di telinga Leo. Ia mengabaikan suara itu dan terus mengayunkan pedangnya, hanya untuk suara itu menjadi lebih jelas seakan orang yang berbicara itu berada tepat disebelah telinganya.


"Bocah! Dengarkan aku!"


Leo tersentak kaget dan menjauh dari lokasi Bombardir elemen tersebut.


Setelahnya ia mengalihkan pandangannya ke samping kiri dan kanan untuk mencari orang yang memanggilnya itu.


'Assasin?' Leo menjadi lebih waspada.


"Haih, Bocah aku ada di tanganmu. Dengarkan aku," Suara itu kembali terdengar jelas dan Leo memandang heran ke arah tangannya, apa yang ada di sana?


————


Update pertama hari ini, Update kedua akan di launch saat malam hari, selamat membaca!

__ADS_1


————


Thanks For Reading!


__ADS_2