Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.38 Konflik Di Gerbang Kota


__ADS_3

Seorang pria berusia 30 tahunan datang dan menghentikan orang tersebut menampar Penjaga Kota dihadapannya.


"Bukankah sudah kubilang akan kuhitung sampai tiga? Kenapa tidak ada satupun dari kalian yang pergi sekarang?" Pria itu menunjuk semua orang di kelompok tersebut.


Seketika semua orang disana menjadi sedikit gentar melihat pria tersebut bisa dengan mudah membunuh orang yang terbilang kuat di kelompok mereka.


"Jenderal Darth! Syukurlah kau datang" Penjaga yang tadinya hampir ditampar datang mendekat,


Setelah berada satu langkah dari Jenderal tersebut, ia langsung melaporkan apa yang terjadi dari awal pertemuan mereka dengan kelompok tersebut.


Jenderal bernama Darth itu langsung mengerutkan dahinya saat mendengar laporan dari Penjaga Kota tersebut, ia tidak menduga ada orang yang terlalu berani atau mungkin cukup bodoh untuk membunuh Penjaga Kota tepat di depan pintu gerbang kota tersebut.


Setelah melihat ke arah jasad seorang Penjaga yang tergeletak tidak jauh dari tempatnya, ia langsung bergerak mendekat ke arah kelompok tersebut.


"Siapa yang berani membunuh Penjaga Kota di wilayah yang berada dalam pengawasanku?" Ujar Jenderal tersebut sebelum melepaskan hawa dingin yang dahsyat dari tubuhnya.


Dengan cepat Jenderal tersebut sukses membuat para pasukan di kelompok tersebut gentar dan berkeringat dingin.


Tidak ingin menunggu lebih lama Jenderal itu langsung menerjang kelompok tersebut dan segera mengayunkan pedangnya untuk menghabisi mereka.


Melihat Jenderal itu sudah mulai menyerang tanpa ada yang bisa menghentikannya, seorang pasukan dari kelompok itu segera menyalakan kembang api di tangannya.


Sebelumnya kembang api ini diberikan padanya jika situasi tidak berjalan lancar atau mereka dalam keadaan yang mengancam nyawa.


Selepas menebas dan mengayunkan pedangnya cukup lama, sebuah cahaya berwarna kemerahan menyilaukan mata Jenderal itu.


Setelah beberapa lama, akhirnya ia bisa melihat dengan jelas cahaya apa yang menyilaukan matanya tersebut.

__ADS_1


"Ini?! Kalian Semua! Cepat sampaikan peringatan evakuasi! Perang besar akan terjadi! Dan kau! Cepat ke Kerajaan Euthorea dan minta pasukan bantuan, atau kita akan berakhir seperti Kota Breathanea!" Ucap Pria itu setelah menunjuk ke arah salah satu penjaga yang berdiri di dekatnya.


Setelah mendengar ucapan Jenderal tersebut, para Penjaga dengan cepat berhamburan menyampaikan peringatan evakuasi dan salah satu dari mereka segera memacu kudanya menuju ke Kerajaan Euthorea.


"Hahaha, sudah terlambat! Kalian tidak akan pernah bisa selamat!" Ucap seorang pasukan musuh sambil bersiap untuk menyerang.


Tidak lama setelah ucapannya, ratusan ribu pasukan datang kepada mereka. Terlihat di antara pasukan-pasukan tersebut yang terlemah di antara mereka saja berada di tingkat yang sama dengan Jenderal itu.


"Sial, kalau begini ceritanya bagaimana aku bisa menjaga kota ini?!" Gumam Jenderal itu,


Ia sadar tidak mungkin baginya untuk menghadapi pasukan sebanyak itu, bahkan mungkin, para Guardians saja akan berpikir dua kali setelah melihat ratusan ribu orang berbaris rapi untuk menyerang mereka.


"Apakah ini yang kalian takutkan sampai harus memanggil kami?" Seorang pria terlihat datang mendekat sambil menunggangi seekor serigala yang sangat besar dari serigala pada umumnya.


"Maafkan kami Ketua, hanya saja dia terlalu kuat! Kami tidak bisa mengalahkannya" Orang yang menyalakan kembang api itu segera menjawab.


Ia menggelengkan kepalanya, tidak berselang lama kepala orang yang melapor padanya tersebut segera meninggalkan tempatnya.


"Bukan dia yang terlalu kuat, tapi kalian yang terlalu lemah! Serigala Salju tidak membutuhkan orang seperti kalian!" Ucap pria itu sebelum mengibaskan tangannya,


Tidak ada yang melihat kejadian tersebut dengan jelas, bahkan Jenderal itu hanya bisa melihat sekilas saat pria itu melayangkan tangannya ke arah orang yang kini tergeletak tak bernyawa di hadapannya tersebut.


Rasa takut kini perlahan merasuki Jenderal tersebut. Ia sadar, tidak perlu menggerakan seluruh pasukan untuk menghabisinya, hanya salah satu dari mereka saja sudah cukup untuk membuatnya tak berbekas lagi dan menghilang dari dunia ini.


***


Sementara itu, Di dekat gerbang kota tersebut.

__ADS_1


Seorang kakek yang sebelumnya bergerak untuk menyambut orang-orang tersebut sudah tiba.


Tetapi, untuk suatu alasan tertentu kakek itu memilih melihat situasi terlebih dahulu, sambil mengamati situasi dari kejauhan ia melihat berbagai kejadian menarik, salah satunya adalah seorang Jenderal yang tidak asing baginya.


"Darth? Tidak kusangka kau sudah menjadi penerusku sekarang" Ucap kakek itu sebelum mulai tertawa.


Setelah puas tertawa ia kembali melihat situasi yang ada disana, semula tidak ada yang aneh disana, sebelum sebuah cahaya merah tiba-tiba melayang tinggi ke langit.


Tidak perlu waktu lama bagi kakek tersebut untuk mengenalinya, tanpa menunda lebih lama ia segera melompat dan menyusul Jenderal yang tengah terdiam di hadapan ratusan ribu musuh yang siap menyerang Kota tersebut.


Segera setelah ia menginjakan kakinya di tanah, Aura berwarna putih meluap keluar dari tubuhnya.


————


Jangan lupa baca juga The Dark Slayer!


Novel yang bercerita tentang Leon, seorang pemuda yang kehilangan ingatannya dan ditempatkan di sebuah hutan di antah berantah.


Dengan setting fantasy yang diselimuti genre dark, berbagai elemen kejutan, pohon yang seperti kantong doraemon, dan ditemani sedikit bumbu romance, cerita ini saya rasa cukup untuk menemani kalian menunggu ch lanjutan cerita ini.


Silahkan berkunjung ke Profil Mark Wijya jika kalian berminat dengan ceritanya.


Sekian dari saya sampai jumpa di Next Chapter!


***


Jangan lupa untuk Like, Fav, dan Komen di Kolom Komentar!

__ADS_1



__ADS_2