Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.59 Darah Dan Perang


__ADS_3

Ratusan ribu prajurit saling bertukar serangan, Leo yang baru menyusul pasukan tersebut menilai situasinya terlebih dahulu.


"Ada sekitar 130 ribu orang dari pihak musuh, sedangkan pihak Kerajaan hanya 90.000 perbedaannya cukup besar dan kemungkinan menangnya tipis ... " Leo tersenyum pahit, dia tahu situasinya karena pelatihan yang diberikan oleh gurunya dulu, Zheira.


'Sekarang, aku harus membantu mereka agar bisa menang, aku sudah cukup dengan semua ini. Jangan sampai ada keluargaku yang menghilang lagi.' Leo segera mengangkat pedangnya dan bertarung.


Baginya, orang-orang dari Aula Tetua, khususnya para Guardians tidak berbeda dengan keluarganya. Walaupun pertemuan mereka singkat, Leo menganggap mereka sebagai sosok yang penting dalam hidupnya.


Denting logam terdengar bergantian dari seluruh penjuru Kota. Suaranya bisa di dengar dengan jelas karena Kota itu sendiri dalam keadaan kosong, hanya beberapa pengemis dan gelandangan yang tersisa.


"Haa!"


"Uaakk!"


"Akh!"


Jeritan demi jeritan terdengar di telinga Leo, dia dengan mudah menghabisi pasukan musuh yang silih berganti datang padanya. Sementara dia menyerang musuh dengan mudah, para prajurit Kerajaan menerima kerusakan yang parah dari prajurit musuh.


Leo berdecak melihat situasi ini, prajurit Kerajaan tidak lebih dari sekumpulan orang yang baru mengangkat pedangnya, bahkan kemungkinan besar mereka belum pernah membunuh sebelumnya.

__ADS_1


Ia melihat dengan jelas ketakutan akan perasaan bersalah yang terpampang di mata para prajurit, yang kemudian dihabisi dengan mudah oleh musuh.


'Ini tidak baik.'


Leo Mengayunkan pedangnya sebelum berseru pada para prajurit Kerajaan, "Apa yang kalian lakukan? Bunuh mereka, kalau kalian tidak membunuh, kalian yang dibunuh! Lebih baik bagi kalian untuk mundur daripada menjadi beban di sini!"


Para prajurit tertegun, mereka dipenuhi pertanyaan di kepala mereka, lagipula siapa pemuda ini? Mengapa dia tiba-tiba memberi perintah pada mereka?


Sementara para prajurit dipenuhi kebingungan Leo sudah membunuh lebih banyak musuh yang saling bergantian untuk menyerangnya.


***


Taurus bersama Raja dan pasukannya memimpin dari garis depan, masing-masing dari mereka mengarahkan pasukannya dengan sebaik mungkin agar bisa mengubah alur perang.


Para penyembuh dari Aula Tetua dengan cepat menyembuhkan pasukan Kerajaan yang menyerang di garis depan.


Taurus masih belum menghilangkan wajah cemasnya dan menatap ke sekelilingnya.


Benar saja, kecemasannya bukan tanpa alasan. Pasukan musuh dengan mudah mendorong mundur Aliansi Aula Raja dengan cepat, menyebabkan alur perang dapat dibaca dengan mudah.

__ADS_1


"Ini akan berakhir buruk ... "


Wajah Taurus menjadi gelap. Ia melihat dengan jelas alur peperangan padahal perang baru dimulai beberapa menit yang lalu, sehingga saat ini ia hanya berharap para Guardians bisa lebih cepat datang sebelum semuanya terlambat.


"Pasukan pemanah! Angkat busur kalian dan lepaskan!"


Setelah diberi perintah, ribuan panah melesat cepat ke belakang barisan pasukan musuh dan mengurangi jumlah musuh dengan signifikan.


Orang yang memberi perintah itu belum puas, sambil mencari celah lagi, ia kemudian melepaskan satu panah dengan Auranya ke arah musuh.


Panahnya dengan cepat mengalihkan perhatian musuh karena memiliki lintasan yang sangat berbeda dengan panah lain.


Panah itu melambung tinggi ke langit dan di ikuti dengan cahaya biru redup yang memberi firasat buruk pada musuh.


Setelah beberapa saat melambung dan menghilang ke dalam awan di atas langit, panah tersebut akhirnya turun.


Bersamaan dengan awan gelap yang tiba-tiba muncul, panah itu jatuh bersama dengan ratusan petir yang siap menyambar target di bawahnya.


Melihat pemandangan di atasnya, barisan belakang musuh segera berhambur dan panik sambil menghindari serangan tersebut

__ADS_1


————


Dukung Author dengan memberi Like, Fav dan Komen di Kolom Komentar!


__ADS_2