Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.08 Kabar Duka


__ADS_3

Taurus terus berjalan menuju Aula Tetua diiringi lagu perpisahan yang dinyanyikan ribuan orang yang ada disekelilingnya.


Tepat didepan gerbang Aula Tetua, Taurus meneteskan air matanya. Suasana menjadi semakin haru, Pasukan Kerajaan yang berjaga juga ikut memberikan penghormatan dengan cara mereka sendiri. Mereka membentuk jalan lainnya di dalam Aula Tetua yang mengarah pada Ruang Kremasi khusus Tetua, puluhan Pasukan Kerajaan berbaris rapi dengan pedang yang menghadap tegak lurus keatas.


"Terima kasih..." Air mata mengalir deras melalui pipi Taurus.


Lagu perpisahan terdengar memenuhi Kota-Kota di sekitar Aula Tetua, dan puluhan ribu orang turun ke jalan saat mendengar lagu tersebut. Semuanya bisa menebak untuk siapa lagu tersebut dinyanyikan.


Lampion berlambang perisai dan kapak diterbangkan dari segala penjuru kota.


Lambang tersebut adalah lambang dari Guardians yang berada dibawah naungan Aula Tetua. Perlahan ribuan lampion dan lagu perpisahan mengisi pemakaman Tetua Agung.


Setelah lagu perpisahan dan lampion memenuhi seluruh kota, sebuah anak panah melesat dari dalam Aula Tetua. Anak panah itu dilepaskan oleh Scorpio, dan di ikuti oleh Divisi Pemanah Pasukan Kerajaan.


Upacara itu berlangsung cukup lama sampai akhirnya jasad Tetua agung dikremasi dan hanya menyisakan abu yang disimpan dalam guci untuk mengenang pemimpin terbaik Aula Tetua dalam sejarah Kerajaan Euthorea.


~•~


Dipinggir Kolam Dewa,


Aries memainkan alat musiknya, Berbeda dengan biasanya kali ini alunan yang dimainkan Aries terdengar menyayat hati dan membawa kesedihan bagi yang mendengarnya.


Ariel yang berada tidak jauh dari Kakaknya mendengarkan alunan musik itu dengan penuh penghayatan , ia mengetahui bahwa Kakaknya sedang berduka atas kepergian Tetua Agung. Bukan karena kakaknya memiliki hubungan khusus dengan Tetua Agung, tetapi Kakaknya itu turut berduka untuk Taurus yang menganggap sang Tetua sebagai sosok Ayah.


"Kak, tidak perlu memikirkannya terlalu jauh. Lebih baik kita kunjungi Kak Taurus besok."


Ariel mengelus pipi Pemuda berambut pirang tersebut.


"Ariel, aku tidak memiliki muka untuk bertemu dengannya sekarang. Dulu, saat aku kesusahan dia selalu datang membantuku disaat yang tepat. Tetapi, sekarang saat dia kesusahan aku bahkan tidak bisa memberinya bantuan sedikitpun."


Ariel melihat Kakaknya itu dengan penuh iba.


"Kakak, tidak mengapa jika Kakak tidak memberinya bantuan saat dia membutuhkannya. Terkadang bantuan bukan hanya berupa kekuatan dan tenaga, bantuan juga bisa berupa perasaan dan kasih sayang untuk memberi rasa ketenangan pada seseorang."


Ariel memeluk Kakaknya dengan erat.


Mendengar kata-kata Ariel, Aries merasa dia sudah hampir melakukan kesalahan sekali lagi. Tidak apa jika ia tidak membantu Taurus sebelumnya, tetapi jika ia memutuskan untuk tidak membantu setelahnya maka mungkin ia sudah tak pantas untuk bertatap muka dengan Taurus.


Aries memantapkan hatinya dan mengecup kening adiknya tersebut.


"Terima kasih, jika bukan karenamu aku mungkin sudah melakukan kesalahan lagi."


Ariel tersenyum lembut pada Pemuda berambut pirang itu.


"Kita berangkat besok."


~•~

__ADS_1


Tiga hari setelah Acara pemakaman Tetua Agung, Taurus hanya berlatih dan terus berlatih tanpa istirahat. Leo yang memperhatikannya selama lebih dari tiga jam akhirnya membuka suaranya.


"Senior, mungkin kau harus istirahat. Kau juga bilang kepadaku tidak baik terlalu memaksakan diri, terkadang kita harus melihat batasan dan berhenti untuk sesaat."


Taurus menatap Leo sambil mempertimbangkan ucapan Pemuda tersebut.


"Baiklah, kurasa kau benar. Aku juga harus menjaga tubuhku agar tidak hancur karena terlalu memaksa diriku sendiri."


Taurus menyeka keringat yang sudah membasahi hampir seluruh tubuhnya.


Leo yang terus memperhatikan pria besar itu melemparkan sekantung air kepada Taurus.


"Kau pasti sudah sangat kelelahan mungkin sebaiknya kau tidur dan menenangkan pikiranmu, aku melakukan itu saat pasukan pemanahku kalah telak di pertempuran, kau tahu? Rasanya itu menyenangkan."


Seorang lelaki tampan datang mendekati mereka berdua. Lelaki itu tidak lain adalah Scorpio, lelaki muda berambut biru yang usianya tidak berbanding jauh dengan Leo.


"Siapa pemuda disampingmu ini?"


Scorpio menyipitkan matanya, sebelumnya dia tidak menyadari Leo sering berada di dekat Taurus dan ia sama sekali tidak mengenal Leo sebelumnya.


"Dia? Dia adalah seorang monster kecil, aku menemukannya di Hutan Terlarang beberapa waktu sebelum penyerangan."


Taurus kembali menyeka peluhnya setelah meneguk sekantung air yang diberikan oleh Leo.


"Monster kecil? Kulihat dia telah membangkitkan Auranya apakah dia kuat? Dia tidak terlihat lebih tinggi dariku, mengapa kau memanggilnya seperti itu?"


Taurus hanya tertawa mendengar respon Scorpio yang meragukan kekuatan Leo, memang dari tinggi badan ia merupakan yang paling rendah setelah Scorpio.


Ucapan Taurus membingunkan Scorpio, karena menurut lelaki itu ia terlalu sombong dengan merendahkan Leo.


"Aku hanya bertanya, karena aku tidak melihat sedikitpun kekuatan darinya."


'Si bodoh ini.. andai dia tahu monster didepannya itu menyembunyikan semua kekuatannya ia pasti akan berlutut dihadapannya'


Taurus hanya menggeleng pelan sebelum memperkenalkan Scorpio pada Leo.


"Leo, perkenalkan Seniormu yang lain namanya adalah Scorpio. Sama seperti kita dia adalah Guardians."


Taurus mempersingkat perkenalannya dia mengetahui bahwa dibalik wajahnya yang tampan Scorpio sangat suka memprovokasi yang terlihat lemah baginya dan sangatlah berisik.


"Hey, kau belum menjawab pertanyaanku! Jawablah dulu! Baru memperkenalkanku padanya!"


Leo hanya diam dan memperhatikan kedua Seniornya yang kini sedang bertengkar karena masalah yang sepele menurutnya.


Scorpio yang tidak puas dengan sikap Taurus padanya mengambil inisiatif untuk bertarung melawan Leo dengan alasan latih tanding


"Leo, karena kau terlihat seperti junior yang baik kau pasti mau berlatih tanding bersama Seniormu ini bukan? Aku sangat ingin mengetahui sekuat apa Juniorku yang baru dibangkitkan ini."

__ADS_1


Taurus menggelengkan kepalanya dan tidak mau ikut campur dengan tantangan Scorpio yang dianggapnya bodoh.


Leo bingung harus menanggapi tantangan tersebut seperti apa dan memberi isyarat pada Taurus untuk membantunya.


"Lawan saja dia, tapi jangan gunakan kekuatan penuhmu, aku belum sembuh sepenuhnya."


Selesai berkata seperti itu Taurus meninggalkan tempatnya dan memberi ruang untuk Leo dan Scorpio bertarung.


"Ah, kau belum memegang senjata, tidak adil rasanya jika kau tidak membawa satu bersamamu. Senjata apa yang kau inginkan?"


'Bodoh, seharusnya kau jangan menanyakannya! Kau membawa bencana pada dirimu sendiri! Tetapi pertanyaanmu mengingatkanku akan sesuatu, senjata apa yang menjadi keahliannya?'


Pertanyaan Scorpio membuat Taurus teringat bahwa Leo belum pernah bertarung menggunakan senjata apapun saat bersamanya.


"Tolong ambilkan aku sebilah pedang, sudah lama aku tak memegangnya."


Kalimat Leo membuat Taurus sadar, saat menemukan Leo dia melihat ada dua bilah pedang yang hancur.


Pertarungan antara Leo dan Scorpio akhirnya dimulai, dengan panah ditangannya Scorpio segera mengambil jarak dan menembakan anak panahnya menuju Leo.


Anak panahnya menuju tepat ke jantung Leo tetapi berhasil di tangkis dengan mudah oleh Leo.


Melihat panahnya ditepis begitu mudahnya membuat Scorpio mengerutkan dahinya.


"Senior, ini hanya latih tanding bukan? Mengapa kau menyerang bagian vitalku?"


Pertanyaan Leo hanya dibalas dengan tawa lantang oleh Scorpio.


"Kalau tidak begini kau tidak akan serius, dan kalau kau lemah kau akan mati di pertempuranmu nanti."


Taurus mengumpat dalam hati, ia tidak menyangka Scorpio akan memprovokasi sejauh ini. Sedangkan disisi lain perubahan ekspresi terjadi pada wajah Leo.


"Jika kau ingin membunuhku, cukup katakan dari awal dan akan kuperlihatkan seberapa besar kekuatanku padamu."


Leo berkata dengan dingin sebelum muncul dibelakang Scorpio dan menendang keras wajah Lelaki tampan itu.


**Author:


Hello saya kembali. Kali ini saya ingin menyampaikan kembali beberapa hal.


yang pertama masalah update


jika GLOL tidak update dalam jangka waktu 2-3 hari tanpa pengumuman dari saya, itu bukan berarti saya malas mengetik atau malas berkhayal, saya sangat suka ngayal apalagi ngayal yang digajih saya sangat suka itu ^ω^


tetapi karena beberapa kendala dan setelah mencari info dari lapak-lapak sebelah, sedang ada masalah pada review karya novel sehingga menghambat perilisan seluruh karya novel, termasuk GLOL.


yang kedua adalah masalah GLOL ini sendiri.

__ADS_1


masih berkaitan dengan yang sebelumnya, apabila kalian menyukai karya ini dan menginginkan saya cepat update, maka dukung dan like cerita ini sebanyak-banyaknya agar kedepannya cerita ini semakin diperhatikan dan covernya diterima oleh pihak NovelToon— eh maksudnya dipercepat rilisnya oleh NovelToon, dan biar saya semakin menggebu-gebu saat menulis share cerita ini agar GLOL bisa dinikmati dan disukai oleh orang terdekat anda baik itu keluarga maupun teman. Tidak lupa bagi yang ingin berbasa basi dengan saya, maka anda bisa masuk ke Grup saya dengan cara membuka profil saya dan klik tulisan dibawah Vote karya.


sekian dulu dari saya sampai jumpa di Ch. berikutnya**!


__ADS_2