Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch. 90 Tamu Tak Diundang Dan Kebenaran II


__ADS_3

Leo melihat Guru Gemini dengan tatapan ragu, selama ini ia belum pernah melihat pria itu menunjukkan kekuatannya ataupun merasakan bahaya sama sekali darinya. Sangat berbeda dengan orang-orang kuat yang ia temui sebelumnya.


"Kau terlihat meragukanku, kalau begitu serang aku sekuat tenagamu." ucap pria itu dengan wajah percaya diri.


Leo yang merasa tak asing dengan kejadian ini menghilangkan keraguannya.


"Baik, aku akan mempercayaimu, bersiaplah." ucap Leo sambil mengambil posisi bertarungnya.


Aura emas dan hijau kembali meluap dari dalam dirinya, kali ini Qi berwarna perak ikut terlihat dan membuat Leo nampak cukup kuat untuk mengalahkan pria tersebut, bahkan jika mereka bertarung sekuat tenaga.


Keduanya nampak semakin fokus, sedangkan Gemini terdiam tidak bisa berkata-kata.


Gurunya memang jauh lebih kuat darinya, tapi melihat gurunya bisa serius bertarung seperti itu, tentu saja adalah pengalaman baru baginya.


Setelah beberapa detik saling berdiam, Leo melesat dan meninggalkan jejak cahaya emas di belakangnya.


Gerakan pemuda itu sangat cepat sampai Gemini hanya bisa terdiam melihat pemuda itu.


'Tidak buruk, aku tidak menyangka kau bisa mencapai tahap ini dengan kekuatanmu sendiri. Kau seperti ayahmu, kalian sama-sama memiliki potensi dan kekuatan yang besar.' Pria itu tersenyum sebelum menyambut serangan cepat dari Leo.


Satu persatu pukulan serangan Leo dihentikan oleh Pria berambut perak tersebut.

__ADS_1


Mulai dari tendangan sampai pukulan tidak ada yang bisa melukai tubuhnya, bahkan serangan tersebut ditahan dengan serangan serupa oleh Pria itu tanpa ada masalah.


Suara benturan keras terdengar beberapa kali, Gemini yang menonton keduanya hanya bisa terdiam dan menyadari seberapa jauh perbedaan keduanya saat ini.


Sementara itu, Leo mulai mengertakkan giginya saat serangan-serangan terkuatnya ditepis tanpa kesusahan oleh Pria di hadapannya itu.


Melihat tidak ada serangan yang bisa menyentuh pakaian lawannya, Leo mengambil jarak dan dengan cepat menambah kekuatan dan kecepatan serangannya.


Satu tendangan dilepaskan dan tendangan lainnya akan menahan serangan itu, pola yang sudah berulang kali terjadi kembali terulang.


Leo yang merasa sedikit kesal, mulai menyadari perbedaan keduanya dan mengambil jarak, kali ini tidak ada niat untuk menyerang lagi.


"Bagaimana? Apakah kau ingin mengakuiku sekarang?" ucap Pria itu dengan senyum yang masih belum berubah dari awal mereka bertarung.


"Tahan serangan terakhirku, dengan begitu, aku akan mengakuimu sebagai guruku." Leo berkata dengan sungguh-sungguh.


Harga dirinya sedikit terluka setelah bertemu dengan dua orang yang tidak bisa ia gores. Dunia seakan memberitahunya belakangan ini, bahwa banyak orang yang jauh lebih kuat darinya.


Pria itu mengangguk dan menerima tantangan tersebut, untuk pertama kalinya, ia mengubah posisinya menjadi siap menyerang.


Leo melihat hal ini dan segera menarik pedangnya.

__ADS_1


"Aku akan menggunakan pedang, jadi gunakan sesuatu untuk menahannya, aku tidak ingin ini menjadi tidak adil."


Pria itu menggelengkan kepalanya, dia masih tersenyum dan menyampaikan pendapatnya, "Tidak, justru tidak akan adil jika aku menggunakan senjata untuk melawanmu."


Mendengar perkataan itu, Leo mengumpulkan kekuatannya.


Aura yang bercampur aduk sebelumnya mulai memudar dan menyisakan Aura emas yang kini semakin terang di tubuh Leo.


"Kuharap kau tidak meremehkanku lagi setelah ini." ucap Leo dengan matanya yang mulai bercahaya keemasan


Pria itu membuka mulutnya, tetapi mengurungkan niatnya untuk berkata-kata, sebagai gantinya ia menunjukkan kekuatannya pada Leo.


cahaya berwarna biru terang segera meluap keluar dari tubuhnya, Aura emas Leo yang awalnya mendominasi tekanan di sana segera menipis dan tertekan oleh cahaya biru dari pria di hadapannya.


"Sepertinya kau salah paham tadi, jadi akan kutunjukkan bahwa aku sudah menghormatimu sejak awal kita bertarung" ucapnya sebelum akhirnya melesat ke arah Leo dengan sangat cepat.


Sementara Leo sudah mengayunkan pedangnya dan memulai serangan dengan seluruh kekuatannya.


"Ilmu Pedang Tertinggi, Pembasmian!"


————

__ADS_1


Thanks For Reading, Saya harap kalian bisa menikmati cerita ini sampai seri ini berakhir.


————


__ADS_2