Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.31 Iblis Di Dasar Hati


__ADS_3

Leo terus mencoba keluar dari kesendiriannya, tetapi semakin ia mencoba, semakin jauh juga dirinya dari pintu keluar ruang kesendiriannya tersebut.


Menyadari dirinya semakin menjauh dari pintu keluar kesendiriannya, Leo menghentikan usahanya untuk keluar, kemudian mencoba untuk melihat dan mengeluarkan apa yang mencegahnya keluar dari kesendiriannya tersebut.


Setelah beberapa lama mencoba mengeluarkannya, makhluk yang mencegah Leo pergi dari kesendiriannya menampakan dirinya.


Terlihat sesosok bayangan hitam menyerupai manusia mulai mendekat, Aura yang di keluarkan oleh makhluk itu sangat mirip dengan Aura Raja Singa milik Leo, tetapi perbedaannya warna Auranya sangat gelap dan memiliki hawa yang mencekam.


Leo menatap tajam sosok bayangan itu, perlahan ia mulai menunjukkan wujud aslinya.


Terlihat seorang pemuda tengah berdiri di hadapan Leo, wujudnya sangat mirip dengan pemuda tersebut, hanya mata hitam kelam seperti jurang yang membedakan keduanya.


Leo menatap waspada makhluk di hadapannya, ia tahu kekuatannya dan makhluk itu tidak berbeda jauh, tetapi yang jelas makhluk tersebut sedikit lebih kuat darinya.


Tawa keras segera memenuhi pendengaran Leo, pemuda itu segera menaikan kewaspadaannya tepat setelah mendengar tawa tersebut.


"Kau! Beraninya Kau Mencoba Mengeluarkanku!"


Tawa keras kembali terdengar memenuhi pendengaran Leo, dia bisa melihat makhluk itu menatapnya dengan rendah seperti melihat seekor kecoa.


Leo hanya menatap dingin makhluk tersebut, ia paling tidak menyukai jika dirinya di rendahkan oleh siapapun, kecuali oleh orang yang ia sayang.


Dengan cepat Leo memberikan salam sambutan kepada makhluk tersebut.


Dua pukulan keras dilayangkan Leo pada makhluk itu.


Makhluk itu hanya tersenyum tipis dan kembali menatap Leo dengan rendah.


Ia menyambut pukulan pemuda tersebut dengan tinjunya.


Dengan cepat, sebuah getaran hebat terjadi dan menggetarkan ruang kosong di tempat mereka berada.


Leo mengambil jaraknya, ia tidak menduga makhluk itu bisa menahan pukulannya semudah itu, bahkan walaupun tanpa Aura, pukulan Leo sudah setara dengan serangan tingkat Aura Evolution.


Pemuda itu kembali menatap dingin makhluk di hadapannya, kini ia tahu, ia harus mengalahkan makhluk tersebut sebelum bisa keluar dari ruang kesendiriannya.


Belum sempat Leo mempersiapkan diri, makhluk itu tiba-tiba berada tepat disampingnya dan melayangkan banyak pukulan keras ke arahnya.


Tidak sempat bereaksi, Leo hanya bisa menerima serangan itu tanpa bisa menyerang atau bahkan menahan serangan tersebut.


Makhluk itu memberi satu lagi pukulan yang cukup keras pada Leo, dan membuat pemuda itu terpental cukup jauh dari posisinya.


Leo tahu, walaupun ia tak bisa terluka di ruang kesendiriannya, tetapi jiwanya masih bisa terluka atau bahkan rusak ketika diserang dengan daya serang besar seperti itu.


Leo menyeimbangkan tubuhnya, sambil terus memikirkan jalan keluar untuk mengalahkan iblis tersebut, ia terus mencari celah untuk menyerang makhluk itu.

__ADS_1


Pemuda itu maju setelah kepalanya berhasil menemukan sebuah solusi.


Ia mencoba membuktikan teorinya dengan maju menyerang iblis tersebut.


"Aura Raja Singa!"


Leo berseru keras sebelum Aura keemasan menutupi tubuhnya.


"Aura Singa Kegelapan"


Iblis itu berkata datar, namun Leo dapat merasakan kekuatan iblis itu meningkat dan menyaingi kekuatannya, bahkan Aura itu membuatnya nampak seperti Raja iblis sekarang.


Dengan Aura hitam yang mencekam di tubuhnya, iblis itu melompat untuk menyerang Leo.


Melihat iblis itu sudah maju untuk menyerang, pemuda itu maju dengan kecepatan tinggi untuk menyerangnya.


Serangan demi serangan terus bertemu dan menghasilkan getaran hebat di sekitar tempat keduanya berdiri.


Terlihat ruang kesendirian itu mulai hancur karena pertempuran keduanya.


Leo melebarkan matanya, ia tahu dengan jelas apa yang akan terjadi jika Ruang kesendiriannya hancur.


Leo menggigit bibirnya, tidak ada pilihan lagi yang tersisa selain menggunakan cara yang terpikirkan olehnya.


Iblis itu hanya memperhatikan pemuda tersebut tanpa mengetahui apa yang ingin pemuda itu lakukan.


Pemuda itu mengambil kuda kudanya, terlihat Aura Emas miliknya mulai bersatu dengan kekuatan yang lebih murni, yang kini mulai mengalir perlahan keluar tubuhnya


Dengan keadaan mata terpejam dan pikiran yang tenang, kini semua dihadapan pemuda tersebut menjadi tidak bersuara dan hening seketika, bahkan warna gelap dari ruang kesendiriannya berubah menjadi putih terang yang menyilaukan mata.


Iblis itu segera menyadari apa yang ingin dilakukan oleh pemuda itu, dengan cepat ia mencoba menghentikan pemuda tersebut dengan menyerangnya.


"Bocah! Beraninya Kau!"


Iblis itu berteriak keras sebelum melancarkan pukulannya ke arah pemuda tersebut.


Pukulan yang dilancarkan makhluk itu terlihat sangat cepat sampai sulit untuk mata para orang terkuat disana sekalipun untuk mengikutinya.


Di dalam ketenangan pemuda tersebut, ia merasakan ada sebuah tenaga jahat yang terarah padanya.


Tanpa ia sadari, tubuhnya bergerak dengan sendirinya menghindari setiap serangan yang sangat cepat dari makhluk yang menyerangnya itu.


Setelah fokus selama beberapa waktu, Leo membuka matanya.


Terlihat kini sebuah energi berwarna putih yang terbentuk menyerupai pedang berada di genggamannya.

__ADS_1


Dengan penuh ketenangan, pemuda itu menatap tepat ke arah makhluk yang terus menyerangnya tersebut.


Tidak lama kemudian ia mengangkat energi yang berbentuk pedang di tangannya.


"Pedang Langit Tanpa Tanding, Penghakiman!"


Dengan cepat energi pedang itu membesar dan menjadi sebuah kekuatan besar yang melayang cepat ke arah makhluk di hadapannya.


"Bocah, Siala..."


Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, makhluk itu sudah lebih dulu menghilang di dalam energi putih yang menghantamnya.


Tidak ada apa-apa lagi yang tersisa dari makhluk itu saat energi tersebut menghilang sepenuhnya.


Leo menghela nafasnya, jika di tubuh fisiknya, ia pasti tidak akan bisa melakukan hal tersebut karena tekanan yang diberikan serangan tersebut pada tubuhnya pasti tidak akan sanggup di toleransi oleh tubuh pemuda tersebut.


Alasan ia ragu menggunakan kekuatan ini sebelumnya, juga karena alasan tekanan yang diberikan serangan ini. Ia takut serangan ini justru bisa merusak jiwanya dan membuatnya tidak bisa kembali ke tubuhnya sendiri.


Dengan penuh rasa lega, pemuda itu mencoba kembali ke tubuhnya. Berbeda dengan saat sebelumnya, kini tidak ada yang bisa mencegah pemuda itu kembali ke tubuhnya.


Perlahan pemuda itu mendapatkan kembali kuasa atas tubuhnya sendiri, tepat saat ia mendapatkan kembali penglihatannya, ia melihat seluruh desa yang baru dibangun ulang disana sudah terbakar dan hancur, bahkan lebih parah dari saat sebelumnya.


Ia menyisir pandang ke sekitarnya, dadanya terasa sesak.


Nyaris tidak ada lagi orang yang hidup disana, bahkan yang hidup sekalipun juga dalam kondisi yang tak jauh lebih baik dari kematian.


Dengan cepat pemuda itu mencari Ariel.


Ia terus mengalihkan pandangan dari kiri ke kanan sampai akhirnya ia mendengar suara batuk seorang perempuan berada tepat dibawahnya.


Dengan cepat, ia melihat ke arah sumber suara tersebut.


Leo melebarkan matanya, ia tidak menyadari telah mencekik dan membuat gadis tersebut sudah nyaris kehabisan nafasnya.


Leo segera melepaskan tangannya dari leher gadis tersebut dan beralih memeluk lembut gadis tersebut.


Air mata mengalir deras dari matanya, ditemani pemandangan desa yang sudah rata dengan tanah, dan api berkobar dimana-mana, Leo mencoba sekuat tenaganya untuk setidaknya menyelamatkan gadis tersebut dari kematian.


————


**Dukung saya dengan menekan tombol Like, Fav, dan Komen di Kolom Komentar!


Juga untuk membuat saya semakin bersemangat ketika menulis, silahkan membagi/share cerita ini ke teman kalian, mari bersama kita buat cerita ini menjadi lebih baik untuk ke depannya!


Sekian dulu, sampai jumpa di Ch. selanjutnya**!

__ADS_1


__ADS_2