Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.16 Leo vs Hanz


__ADS_3

Seorang pria mengayunkan pedangnya ke arah Leo saat pemuda tersebut mencoba mengakhiri Finnwood dan yang lainnya.


Leo melompat menghindari ayunan pedang tersebut. Terlihat sebuah retakan tanah yang cukup besar terbentuk saat pedang tersebut menghantam tanah yang menjadi tempat Leo berdiri sebelumnya.


Leo melihat ke arah pria itu dengan tatapan dingin, ia melupakan pria tersebut hanya terus berdiri ketika Leo sedang bertarung sebelumnya.


Pria itu menatap Leo dengan penuh rasa tertarik. Ia bahkan sudah tidak memperdulikan anak buahnya yang tidak berdaya akibat tekanan Aura milik Leo.


"Kulihat kau cukup kuat sampai bisa mengalahkan anak buahku, aku ingin bertanya padamu, maukah kau bergabung dengan kami?"


Leo mengerutkan dahinya, menurutnya ia bahkan tidak perlu berpikir untuk menolak tawaran tersebut, lalu apa yang membuat pria dihadapannya ini menanyakan hal tersebut.


"Aku tidak tertarik.."


Leo menjawab dengan singkat pertanyaan pria tersebut. Ia merasa tidak perlu membicarakan apa-apa lagi dengan pria itu.


"Kau terlalu sombong nak! Kuberi kau satu kesempatan lagi, jika kau tetap menolaknya aku tidak akan menahan diriku lagi!"


Pria itu berkata dengan nada tinggi kepada Leo.


Leo hanya mengangkat pedangnya sebagai jawaban kepada pria itu. Melihat Leo tetap tidak menurutinya ia ikut mengangkat pedangnya.


Angin berhembus kencang saat pedang pria itu diangkat dan di arahkan kepada Leo.


"Pemimpin, maafkan kami! Kami terlalu lemah untuk menghadapinya!"


Finnwood dan kelima pria lainnya menundukkan kepala mereka memohon ampunan dari pemimpin mereka, mereka mengetahui pasti bahwa pemimpin mereka tersebut bukanlah tipe orang yang mau menerima kegagalan.


Dengan cepat ayunan pedang yang diiringi cahaya keputihan melesat melewati kepala keenam pria tersebut, dan dalam waktu singkat mencabut nyawa mereka berenam.


Pria yang disebut sebagai pemimpin oleh Finnwood dan lainnya itu mengibaskan pedangnya untuk membersihkan sisa darah yang menempel pada pedang miliknya tersebut.


Leo hanya menatap pria itu dengan dingin tanpa memperdulikan apa yang telah ia lakukan sebelumnya.


"Sebelum aku membunuhmu apa ada yang ingin kau tanyakan?"


Pertanyaan pria itu dibalas senyum dingin oleh Leo.


"Aku tidak akan mati melawanmu"


Leo menjawab pertanyaan yang dilayangkan pria tersebut dengan singkat.


Baik ia maupun pria tersebut terlihat saling menatap dingin satu sama lain.

__ADS_1


"Aku akan membuatmu mengingat namaku sebelum kau pergi dari dunia ini, ingatlah nama ini!"


Pria itu menghilang dan muncul tepat disamping Leo tidak lama setelahnya.


"Namaku adalah Hanz!"


Hanz mengayunkan pedangnya dan dengan cepat ditepis oleh Leo. Keduanya bertukar serangan tidak lama setelahnya, dan terus bergerak sampai ke area tengah kota tersebut


Ledakan Aura terus menerus terjadi saat pedang Leo dan pria itu bertemu, menyebabkan banyak bangunan disekitar mereka hancur karena dampak serangan yang disebabkan oleh mereka berdua.


Pedang Hanz yang diikuti Aura keputihan di jalur tebasannya bertemu dengan pedang Leo, sekilas terlihat pedang Leo nampak terkikis namun masih bisa tetap bertahan dari serangan Hanz.


"Aura Raja Singa, Api Dewa Langit! Pedang Pembasmi Iblis!"


Cahaya keemasan terlihat mengekori pedang Leo dan membuatnya menjadi lebih tajam dan kuat lebih dari sebelumnya. Ia mengayunkan pedangnya ke arah pria yang bernama Hanz tersebut.


Pertukaran kekuatan kembali terjadi, keduanya menghasilkan getaran hebat saat pedang mereka saling bertemu.


Semua yang tengah bertarung saat itu menghentikan serangannya saat merasa ada sebuah tekanan hebat menimpa badan mereka dengan sangat keras, mereka serentak jatuh berlutut saat Tekanan Aura Leo meluap melewati mereka.


Hanz terus bertahan dari serangan Leo sambil beberapa kali membalas serangan pemuda tersebut.


"Nak! Salahkan dirimu yang terlalu sombong!"


"Aura Evolution! Essence Of Life!"


Hanz mengeluarkan kabut putih yang menghalangi jarak pandang dan menutup tebal seluruh area bertarung mereka sebelum menghilang masuk ke dalam kabut tersebut.


Leo hanya menahan setiap serangan yang di arahkan padanya sambil berdiri dengan tenang menghadapi serangan Hanz.


Ayunan demi ayunan ditahan oleh Leo sambil mencari celah untuk menyerang balik pria tersebut.


Setelah cukup lama memperhatikan Leo mengayunkan pedangnya ke bagian dada Hanz.


Api besar berkobar saat pedang milik Leo berhasil menyentuh tubuh Hanz dan meninggalkan bekas luka logam panas di tubuh pria tersebut.


Pria itu menahan sakit dari luka bakar yang tercipta sesaat setelah pedang milik Leo berhasil menyentuh tubuhnya.


Hanz membulatkan tekadnya, ia mencoba menggunakan teknik terkuatnya untuk mengalahkan Leo, sementara pemuda itu hanya terus memperhatikan gerak-geriknya sepanjang saat.


"Aura Evolution! Breaking Through!


Aura berwarna putih terpancar hebat dari tubuh Hanz dan terlihat menekan sekitarnya walaupun tekanannya dibawah tekanan Aura milik Leo. Ia dengan cepat mengumpulkan Aura miliknya di pedang yang ia genggam sebelum mengayunkan pedang itu ke arah Leo.

__ADS_1


Leo ikut menyadari jika dia tidak mulai serius sekarang maka tidak akan ada kesempatan yang sama lain kalinya.


"Aura Raja Singa! Matahari Pembakar Jiwa!


Pedang Leo diselimuti kobaran api panas yang membara dan mengubah suhu disekitarnya.


Ledakan besar terjadi saat keduanya mengadu pedang mereka satu sama lain.


~•~


"Apakah aku sudah mati?"


Virgo membuka matanya hal yang pertama ia rasakan adalah rasa sakit yang berdenyut diseluruh badannya sebelum sebuah perasaan hangat terasa begitu menenangkan di kepalanya.


Ia mengedarkan pandangannya dan mendapati bahwa ia sedang berada di Aula Tetua dan dirawat oleh seorang gadis pirang yang kini tertidur pulas dalam posisi duduk disamping tempat tidurnya.


Ia menyadari bahwa Aries dan yang lainnya mungkin datang membantunya disaat-saat terakhir tepat sebelum Kai mengakhiri hidupnya, gadis manis itu kembali mengedarkan pandangannya mencari keberadaan seseorang.


Rasa sakit kembali menyerang tubuh gadis manis itu dan membuatnya memilih beristirahat kembali serta menyembuhkan diri terlebih dahulu sebelum mencari sosok yang mungkin telah menyelamatkannya.


~•~


Sementara itu tidak jauh dari lokasi pertempuran Leo dan Hanz,


Beast singa yang membawa Taurus dan lainnya memperhatikan ledakan terakhir yang disebabkan oleh pertempuran pemuda tersebut.


Ledakan itu sangat besar sampai bisa terlihat dari jarak yang cukup jauh dari kota.


Beast itu bisa menebak ledakan itu pasti menghancurkan kota tersebut lebih parah dari sebelumnya dan ada kemungkinan ke depannya tidak ada lagi Kota Breathanea dalam Peta Kerajaan Euthorea disebabkan oleh ledakan besar tersebut.


"Kau Tidak Berhenti Membuatku Terkejut Nak, Aku Tidak Menyesal Mengabdikan Hidupku Padamu"


Beast itu mengukir senyum diwajahnya sebelum berbalik arah dan berlari menjemput Leo.


Kondisi kota sudah sangat memprihatinkan dengan kehancuran yang telah menyebar kemana-mana dan banyak jasad yang bertebaran di sekeliling kota.


Ditengah situasi tersebut terlihat seorang pemuda berdiri tegap sambil memegang sebilah pedang yang telah hancur seluruhnya dan hanya menyisakan gagangnya untuk dipegang oleh sang Pemuda.


Dihadapan pemuda tersebut nampak seorang pria yang telah terbaring lemah tak bernyawa dalam kondisi penuh luka bakar disekujur tubuhnya.


Pemuda itu tersenyum singkat sebelum jatuh tak sadarkan diri tepat disamping jasad pria tersebut.


————

__ADS_1


Jangan lupa Vote, like, fav, dan komen ya!


__ADS_2