Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.54 Aura Iblis & Ketenangan Naga


__ADS_3

Aura gelap yang berwarna kemerahan itu semakin bertambah dan membentuk asap gelap di sekitar wanita tersebut.


Myrthe yang terus memperhatikan kejadian itu memiliki firasat buruk tentangnya.


"Aku punya perasaan buruk tentang ini, minggir kalian semua!"


Myrthe mengayunkan pedangnya dengan kuat, dengan bantuan Auranya, ayunan tersebut menghasilkan gelombang udara yang cukup kuat untuk mendorong 20 orang yang mengepungnya.


Suara seseorang kembali terdengar dari dalam kabut itu, tetapi bukan suara perempuan sebelumnya, melainkan suara berat yang menyerupai makhluk mitos legendaris, lebih tepatnya Iblis.


"Manusia bodoh, Hahaha!"


Beberapa saat setelah suara itu terdengar, sosok wanita itu akhirnya keluar dari gumpalan asap tersebut, dengan Aura mencekam di sekitar tubuhnya dan pupil mata yang sepenuhnya menghitam, wanita itu benar-benar terlihat seperti iblis sekarang.


Melihat hal itu, Myrthe dengan cepat mengangkat pedangnya dan memasang kuda-kudanya, ia sadar makhluk di hadapannya bukan amatir yang sama dengan sebelumnya.


"Huh? Sepertinya ada serangga yang menarik di sini." Sosok yang ada di wanita tersebut kini menunjukkan senyumnya.


Hanya dengan senyumnya, sebuah tekanan berat seperti dijatuhkan kepada Myrthe.


"Sialan ..." ucap Myrthe sambil berdecak kesal.


Setelah sedikit bersusah payah, Myrthe akhirnya melepaskan diri dari tekanan tersebut.


Sementara, sisa pasukan yang di bawa wanita itu kini sepenuhnya tidak berdaya di bawah tekanan makhluk tersebut.

__ADS_1


"Menarik!" ucap sosok itu sebelum muncul di hadapan Myrthe dan melayangkan tendangan ke arahnya.


Myrthe yang belum sempat bereaksi hanya bisa menahan sakit saat sebuah tendangan keras mendarat di perutnya dan mendorongnya mundur beberapa meter.


Makhluk itu kembali menatap Myrthe dengan antusias, selama ini belum pernah ada manusia yang selamat dari serangan tersebut selain pemuda di hadapannya, itu membuat dirinya sedikit bersemangat.


"Tapi tetap saja, tubuh manusia yang satu ini cukup lemah, jika saja aku mendapatkan pemuda waktu itu, hahaha!" Makhluk itu kembali menatap ke arah Myrthe.


"Mungkin kau juga cukup bagus," Makhluk itu mengangguk pelan sebelum melompat ke arah Myrthe dengan cepat, "Aku putuskan akan merebut tubuhmu dan membalaskan dendamku!"


Myrthe yang masih belum terlalu siap segera menggunakan pedangnya untuk menahan serangan makhluk itu.


Serangan demi serangan di lancarkan oleh wanita yang dikendalikan oleh iblis tersebut, sesekali serangannya berhasil menembus pertahanan yang di berikan oleh pemuda di hadapannya itu.


Setelah berhasil menyerang dengan telak, Iblis itu nyatanya masih belum puas. Dengan segala kekuatannya, ia melancarkan sebuah pukulan keras yang berhasil mendarat di perut Myrthe.


Penglihatannya bahkan sempat menghilang sebelum tubuhnya menabrak batu besar yang ada di dekatnya.


Darah segar mengalir cukup deras dari tepi bibirnya, dengan tatapan matanya yang mulai sayu, Myrthe memfokuskan Auranya untuk mengobati dirinya sendiri.


Iblis itu kembali tertawa, melihat Myrthe masih hidup juga sampai saat ini, ia yakin tubuh pemuda itu jauh lebih baik dibandingkan dengan wanita yang menjadi inangnya saat ini.


Tanpa menunggu lebih lama, ia melompat untuk menyerang pemuda tersebut.


"Hah?!" teriak iblis itu saat menyadari serangannya berhasil dihindari oleh pemuda itu.

__ADS_1


"Kau!?" ia menggertakan giginya, "Bagaimana bisa!?"


Myrthe nyatanya tidak menjawab, sambil memejamkan matanya, ia memfokuskan diri memulihkan luka-luka yang diterimanya.


'Jauhi serangan, minimalkan gerakan' gumam Myrthe sambil melihat tetesan air yang ada di dalam pikirannya.


Setiap tetesan itu merupakan serangan yang di lancarkan oleh Iblis yang ada di dalam wanita sebelumnya.


Semakin Myrthe terpejam, semakin tertutup semua kemampuan inderanya.


Semua tertutup menyisakan ruang gelap yang di tetesi air di dalam pikirannya.


Sambil menghindari semua tetesan yang jatuh ke arahnya, Myrthe mencoba mencari celah dari tetesan tersebut.


Setelah cukup lama menghindari serangan beruntun dari Iblis itu, Myrthe akhirnya melepaskan serangan balasan.


"Bagaimana manusia sepertimu bisa menghindari serangan mutlakku?! Tidak, Tidak akan kubiarkan penghinaan ini!" Iblis itu kemudian melaju dengan cepat ke arah Myrthe.


Dengan tenang, Myrthe mengambil posisi menyerang,


"Naga Kabut, Cakar Pemusnah Bayangan" ucap Myrthe sambil mengayunkan pedangnya dengan cepat saat makhluk itu melewatinya.


————


Maaf atas keterlambatan Update ini lagi, semoga betah dan sampai jumpa di Chapter selanjutnya!

__ADS_1


————


Jangan Lupa Mendukung Author dengan menekan tombol like, komen, atau menyumbang Vote pada Karya ini!


__ADS_2