
Beast itu mendengarkan penjelasan Leo dengan seksama, dari penjelasan pemuda tersebut, ia bisa mengetahui cara pemuda itu belajar Ilmu Pedang Langit Tanpa Tanding.
"Bocah, kau memang luar biasa!"
Singa kecil itu tertawa keras setelah mendengar penjelasan pemuda tersebut, ia tidak menduga di dunia lain ini ada yang bisa menguasai Ilmu Tingkat tinggi itu, bahkan tanpa ada mentor yang mengajarinya.
"Baiklah, caramu melakukannya memang tidak salah, tetapi kekuatan yang kau gunakan sebagai sumber tidaklah tepat, itulah alasan kenapa kau kehabisan Auramu sebelumnya..."
Beast kecil itu menjelaskan semuanya pada pemuda tersebut, sedangkan ia menyimak dengan penuh konsentrasi.
"Lalu? Jika itu tidak tepat, apa yang menjadi sumber yang tepat? Bukankah di dunia ini Aura adalah dasar dari segala kekuatan, bahkan yang tertinggi saja masih menggunakan Inti Aura."
"Bocah, tidak kusangka kau tahu banyak hal, tapi inilah yang akan ku jelaskan padamu"
Beast itu menghela nafasnya, ia cukup terkejut dengan Leo yang hampir bisa menebak penjelasannya.
"Kau sudah pernah mendengar tentang Immortals dan Celestials bukan? Mereka adalah contoh lain dalam latihan ini..."
Leo mengerutkan dahinya, ia memang pernah mendengar Immortals dan Celestials sebelumnya, tapi ia tak pernah tahu maksud dari kalimat tersebut sebelumnya.
"Mereka adalah orang-orang yang mengejar puncak rantai kehidupan, banyak dari mereka yang hanya menginginkan keabadian untuk kesenangan semata, tapi ada juga yang berpikiran sangat hebat dan bijaksana, sebagai contoh, pencipta sekaligus pengguna jurus yang kau pelajari ini."
Singa kecil itu menatap langit dengan senyuman terukir di bibirnya.
"Ia sudah berulang kali jatuh dan bahkan dikhianati, tapi bukannya tidak terima dengan semua itu dan membantai mereka, ia justru berniat mengubah dunia agar menjadi lebih damai.
Bertahun-tahun, berabad-abad, bahkan sampai jangka waktu yang sangat lama, ia akhirnya dapat menyatukan kedamaian di dunianya, dan menjadi pemimpin dunia tersebut dengan jurus yang kau gunakan sebelumnya"
Beast itu melirik ke arah Leo, senyum puas menghiasi wajah singa kecil tersebut.
"Mereka bukan dari dunia ini, dan kekuatan mereka tidak dapat ditampung dunia ini. Semua itu karena kekuatan yang kau pegang saat ini bisa menghancurkan dunia ini beserta isinya dalam waktu singkat, itulah alasan sumber kekuatan di masing-masing dunia ini dibeda-bedakan. Semua itu agar tercapainya kedamaian dan keseimbangan di setiap dunia."
Leo sedikit terkejut, pasalnya ia tak menyangka akan ada dunia lain, selain tempatnya berdiri saat ini.
"Aku masih seperti katak di dalam sumur, ya?"
__ADS_1
Leo bergumam kecil, ia merasa sebelumnya, ia terlalu percaya diri menghadapi situasi ini. Kini ia tahu, kekuatan yang ada ditangannya bisa menghilangkan keseimbangan dunia. Bahkan kemungkinan terburuknya menghancurkan dunia ini.
"Tapi itu jika kau menyalahgunakan kekuatan ini, kau juga bisa mengubah dunia ini menjadi lebih baik dengan kekuatanmu. Senjata menjadi berbahaya karena pemiliknya, jika senjata tidak pernah digunakan oleh pemiliknya, apakah masih akan tetap berbahaya?"
Singa kecil itu tersenyum bangga pada Leo, ia tidak menduga pemuda itu bahkan masih sempat memikirkan keseimbangan dunia ini.
Leo memejamkan matanya, ia terus memikirkan langkah apa yang harus ia ambil untuk ke depannya. Kekuatan ini, selain bisa melindungi apa yang ia miliki, tapi juga bisa menghancurkannya.
Singa kecil itu memperhatikan pemuda tersebut, ia dapat melihat pemuda di depannya ini bisa menjadi calon pemimpin dunia di Ranah Bintang Suci ini.
Leo membuka kembali matanya, setelah memikirkannya dengan matang, ia berhasil mendapatkan jawaban atas apa yang akan ia lakukan ke depannya.
"Aku akan melatih Api Dewa Naga ini, bukan untuk menjadi yang tertinggi, bukan untuk mengejar puncak dunia ini, bukan untuk mengubah dunia ini, juga bukan untuk menguasai apa yang ada di dunia ini.
Aku melatih kekuatan ini hanya untuk melindungi apa yang aku miliki, aku sudah cukup dengan semua kehilanganku. Itu juga salah satu alasanku memulai perjalananku untuk menjadi lebih kuat."
Singa kecil itu tersenyum bangga pada tuannya itu, tidak ia sangka tujuan tuannya tidak seperti manusia pada umumnya, ia tidak mencari ketinggian, ia tidak mengincar puncak dunia, ia tidak ingin mengubah dunia, tetapi ia hanya ingin melindungi apa yang menjadi miliknya.
"Baiklah mari kita mulai latihan ini, aku akan mengajarimu dasar-dasar mengubah Auramu menjadi Qi"
~•~
Markas besar Aliansi Phoenix,
Terlihat para pemimpin Kelompok besar kejahatan di seluruh benua Bintang Suci datang berkumpul.
Tidak ada senyum yang terlihat di wajah mereka, hanya ada keseriusan dan sedikit ketakutan yang menghias wajah para pemimpin pasukan besar itu.
"Jadi? Bagaimana dengan tugas yang kuberikan pada kalian? Berhasilkah kalian mengerjakannya?"
Suara pria tua dengan aura yang berwibawa menggema di seluruh ruang tersebut.
Hanya dengan suara itu, tidak ada satupun dari para pemimpin pasukan besar itu berani berbicara, bahkan bernafas saja mereka melakukannya dengan sangat perlahan.
"Serigala Salju berhasil menyelesaikan tugasnya, Pemimpin tidak perlu khawatir"
__ADS_1
Seorang pria berambut putih dengan wajah sangar terlihat menundukkan kepalanya. Ia tidak berani menatap Pria tua dihadapannya, sebab ia tahu, melakukan itu sama saja dengan mengantar nyawanya.
Satu persatu pemimpin kelompok lain mulai melaporkan hasil pekerjaan mereka. Semua terus menyampaikan laporan pekerjaan mereka, kecuali Pemimpin kelompok Kelabang Hitam.
Wajahnya nampak pucat, keringat dingin mengucur deras dari tubuhnya, terlihat ia sangat ketakutan karena di antara mereka semua, hanya kelompoknya yang gagal menjalankan tugasnya setelah Rubah Malam.
Ia tahu jelas apa yang terjadi pada kelompok itu setelah gagal melaksanakan tugasnya. Tidak pernah ada lagi yang berani menyebutkan nama kelompok itu di hadapan Pria tua di hadapannya ini.
"Kau? Kenapa kau diam saja? Cepat beritahu hasil dari pekerjaanmu?"
Ucapan dingin Pria tua itu membuat tubuh pemimpin kelompok Kelabang Hitam tersebut bergetar ketakutan.
Wajahnya bahkan nampak semakin pucat, seperti tak ada darah lagi yang mengalir di tubuh pria tersebut.
"K–Ka... Kami..."
Pria tua dihadapannya itu menyipitkan matanya dan memberikan tatapan dingin setelahnya.
"M–Maafkan... Kami telah gagal, Ketua"
"Apa katamu!? Kau tahu sebelumnya aku sudah memberitahu kalian bukan? Tidak ada kegagalan lagi yang boleh terjadi di Aliansi Besar Phoenix, jika tidak maka akan kupastikan sendiri nasib kalian tidak akan baik!"
Pria itu menunduk takut pada Pria tua dihadapannya, ia tahu mencoba seperti apapun tidak akan memperbaiki nasibnya, tetapi ia berharap setidaknya mungkin ia bisa di ampuni dan dibiarkan hidup oleh pria tua itu.
"Pemimpin aku pasti a—"
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, kepala pria itu melayang dari tubuhnya dan membuat semua orang di ruangan itu menahan nafasnya.
"Ada lagi yang ingin seperti ini? Jika tidak ada selesaikan tugas berikutnya!"
Teriakan pria tua itu dengan cepat membubarkan para pemimpin yang ada disana, tidak ada yang cukup bodoh untuk tetap berdiri disana setelah melihat seorang pemimpin dengan tingkat kekuatan Aura Evolution mati seperti kecoa di tangan Pria tua itu.
————
**Dukung Author dengan menekan Like, Fav, Dan Komen di Kolom Komentar!
__ADS_1
See you later**!