Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.58 Perang Besar


__ADS_3

Situasi Kota Burgeyns sedang dalam kekacauan, dua kelompok besar akan saling berhadapan satu sama lain dengan tujuannya masing-masing.


Sementara itu, seorang pemuda tiba-tiba muncul di atas tembok pertahanan kota.


Hatinya menjadi sakit saat melihat situasi di hadapannya dan ia tahu nasib kota setelah ini tidak akan berakhir baik.


"Aku tidak menduga akan menjadi seperti ini ..."


"Bagaimana nasib keluarga dan anak-anak kita apakah mereka sudah keluar dari kota?"


"Hei, fokus saja dengan musuh dihadapanmu sekarang, kita perlu mempertahankan kota dari musuh di depan sana!"


Leo bisa mendengar para penjaga kota yang mulai panik. Ia juga paham, bagi orang-orang seperti mereka, bertempur secara langsung dengan musuh di hadapannya saat ini sama saja dengan bunuh diri, sehingga ia memaklumi kekhawatiran para penjaga tersebut.


Leo sendiri masih terus mengintai dari atas tembok pertahanan kota, ia berpikir keras mencari solusi untuk mengalahkan ratusan ribu pasukan di depannya ini.


"Bertindak gegabah hanya akan membantu musuh menjadi lebih mudah, aku harus berpikir cara yang tepat untuk menghadapi mereka,"


Sementara itu, saat Leo masih fokus dengan rencananya, puluhan ribu prajurit lainnya datang dari sisi tembok kota.

__ADS_1


Leo mengerutkan keningnya sesaat, sebelum wajah yang tidak asing terlihat di antara barisan itu.


'Senior Taurus!'


Walaupun hanya sekilas, tapi Leo sangat mengenali wajah itu dengan jelas.


Melihat pasukan Aula Tetua berada di garis depan, ia mengerti bahwa Kerajaan sudah tidak bisa diam lagi dan memilih menghadapi kelompok di hadapannya itu.


Leo menghela nafasnya dengan berat, pertempuran kali ini tidak sesederhana seperti yang ia kira.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Ia melompat dari tembok pertahanan sebelum kemudian bergerak menyusul para prajurit itu.


***


Para prajurit itu sendiri dengan antusias bersorak sambil mengangkat senjata mereka. Di bawah pimpinan Sang Raja, moral pasukan berada pada tingkat yang cukup tinggi sehingga tidak ada sedikitpun ketakutan yang terlihat pada mata mereka.


Setelah menyampaikan perintahnya Raja itu memimpin pasukannya untuk mempersingkat jarak dengan pasukan musuh yang ada di hadapannya itu.


Dalam waktu singkat, jarak para prajurit kini hanya terpisah beberapa meter dari pasukan musuh.

__ADS_1


Kedua pemimpin kemudian memerintahkan pasukannya untuk berhenti sebelum saling mendekat untuk bernegosiasi.


"Apa yang membuat kalian datang kemari dan mengganggu Kerajaanku belakangan ini?" Sang Raja memulai langsung ke intinya karena tidak ingin membuang waktu lebih pada orang yang akan menjadi musuhnya.


Tetapi niat baiknya tidak disambut dengan benar oleh lawan bicaranya.


"Percuma berbicara, kau tidak akan pernah mau menyerahkan salah satu kotamu yang berharga bukan?" Pemimpin pasukan musuh dengan sombongnya mengarahkan senjatanya ke arah Raja.


Raja itu sendiri hanya bisa menghela nafas berat, jika situasinya seperti ini, pertempuran sudah tidak bisa lagi dihindari bagaimanapun keadaannya.


Tanpa menunda waktu lebih lama ia mengangkat tinggi pedang miliknya.


"Kalau begitu hanya perang saja yang menjadi hasil akhirnya. Aula Raja, serang!"


Pemimpin pasukan musuh menyusul tidak lama setelah ia mengangkat pedang, dengan senjatanya yang berupa tombak, ia memerintahkan pasukannya untuk menyerang.


"Aliansi, ratakan semua musuh buat mereka mengerti apa itu kekuatan yang sebenarnya!" ucapnya sebelum maju untuk menyerang pasukan kerajaan di depannya.


Dalam waktu singkat peperangan terjadi dan pertukaran serangan antar ribuan orang tidak dapat dihindari lagi.

__ADS_1


————


Dukung terus Author dengan menekan tombol Like, Fav, dan Komen di Kolom Komentar!


__ADS_2