Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.77 Dunia Yang Kubenci


__ADS_3

Ledakan besar yang disertai debu terjadi begitu saja, waktu yang seakan berhenti telah berputar kembali.


Sementara debu masih mengepul di sekelilingnya Leo masih membeku karena semua hal yang telah ia lewati diputar kembali seperti kaleidoskop di dalam kepalanya.


"Leo,"


"Karena kau yang telah menyelamatkan Kakakku!"


"Aku ingin menyampaikannya,"


"Leo,"


"Leo ...."


"Sampai jumpa,"


Pandangan Leo tiba-tiba menghitam dan waktu yang telah berputar kembali terhenti.


Tawa yang tak asing menggema di pendengarannya, tetapi, Leo tidak sedikitpun peduli.


Hanya kemarahan dan kesedihan yang bisa ia rasakan. Saat ia hendak mengalihkan pandangannya, ia menyadari bahwa sedang berada di dalam alam bawah sadarnya sendiri.


Tatapannya kosong, meskipun begitu, Amarahnya meledak-ledak dan memanaskan hatinya seperti sebuah api.


"Satu lagi, apakah dunia selalu sekejam ini? Bukankah kalian telah mengambil terlalu banyak dariku?

__ADS_1


Orang tuaku, Rose, orang-orang terdekatku. Dan sekarang Ariel. Dunia seperti ini, dunia yang tidak memiliki keadilan seperti ini ..."


Leo melangkahkan kakinya di dalam kegelapan tanpa ujung tersebut. Tidak mengetahui arah dan tujuannya, ia hanya mendekat ke sumber tawa yang menggema di kepalanya.


"Hahahaha! Bagus! Bagus! Datanglah, datanglah kemari! Hahahaha!" Suara itu tertawa seperti orang gila, ya kata "gila" tidak sepenuhnya salah untuk menggambarkan pemilik suara tersebut.


Saat Leo semakin dekat dengan sumber suara itu, tubuhnya di dunia nyata perlahan mengeluarkan aura merah gelap seperti darah.


Kejadian yang sama dengan yang terjadi di Desa Loa kembali terulang, pemuda itu kini telah lepas kendali.


***


Sementara itu, saat Leo masih terkunci dalam kesendiriannya Ariel terbatuk-batuk saat debu tebal memasuki pernapasannya, tidak ada darah ataupun luka ditubuhnya, hanya saja seseorang yang ia kenal baik tengah tersenyum dan terluka parah disebelahnya.


Air mata yang tercampur dengan sedikit debu menetes dari kelopak matanya dan Taurus segera mengusap air mata tersebut.


"Haha—Urgh!" Taurus yang mencoba tertawa memuntahkan darah kental.


Di perutnya, tombak panjang berwarna keemasan menembus dan melubangi tubuh pria tersebut.


Meskipun demikian ia tidak ingin sedikitpun membuat orang lain menjadi khawatir.


"Aku minta maaf, jika bukan karenaku ...." ucap Ariel sambil terisak.


Taurus hanya tersenyum dan mengelus rambut pirang gadis itu. Meskipun matanya sudah mulai sayu dan pandangannya mulai redup, Taurus tidak sedikitpun menyalahkan gadis itu, bahkan ia justru menyemangatinya.

__ADS_1


"Ini bukan salahmu. Aku melakukan ini karena memang sudah tugasku, sekalipun kau tidak ada di sini, aku juga tetap akan melakukannya. Ariel—urgh!" Darah kembali keluar dari bibir Taurus.


"Jaga Aries dengan baik. Dan juga, bukankah Leo akan marah jika kau berakhir di sini? Hidupmu masih panjang, aku harap kau bisa menjalaninya dengan kebahagiaan." Taurus yang dalam posisi berlutut meletakkan tangannya melingkari Ariel.


Sementara matanya semakin meredup, Ariel hanya bisa menangis dan meratapi kesalahannya tersebut.


"Senior Taurus!" para Guardians muda tersentak kaget melihat keadaan Taurus.


Hal yang sama juga di alami oleh Aries dan Scorpio yang merupakan orang terdekat Taurus selama beberapa waktu terakhir ini.


"Taurus," Aries yang terlambat datang menyentuh kepala pria tersebut. Akan tetapi, matanya telah lebih dulu kehilangan cahaya dan napasnya sudah tak terdengar lagi.


Sekali lagi, Guardians dan Aula Tetua kembali berduka. Sosok Pemimpin mereka yang telah memimpin dengan bijaksana kembali pergi meninggalkan mereka.


Di sisi lain, Capricorn yang merasakan tekanan hebat membeku dan mengalihkan pandangannya, Aura mengerikan yang sama dengan yang ia rasakan di desa Loa meluap dan meledak tidak jauh dari tempatnya berdiri.


Sambil bergidik dan sedikit ketakutan, iris matanya yang mengecil menangkap sosok yang sama dengan yang telah menghancurkan desanya tersebut.


"Kau! Kenapa kau di sini?!" Teriakan dari Capricorn menyadarkan para Guardians, bahwa mereka tidak sendiri.


————


Thanks For Reading


————

__ADS_1


__ADS_2