
Sudah cukup lama sejak pecahnya pertempuran di pinggir Dermaga Kota Breathanea.
Terlihat jelas banyak jasad tergeletak dan kehancuran dimana-mana. Denting logam masih terdengar mengisi telinga orang-orang di sekitar Dermaga Kota Breathanea.
Logam demi logam terus di hantamkan satu sama lain, Pedang demi pedang juga masih ditebaskan pada satu sama lain, pertempuran masih jauh dari kata selesai.
Ditengah itu semua Virgo terlihat terus menghindari serangan Pemimpin Pasukan tersebut. Pukulan demi pukulan dilepaskan dan Virgo hanya menghindar sambil menghemat tenaganya, ia tahu bahwa selama Taurus dan lainnya belum datang untuk membantu maka ia harus berjuang sekuat tenaga sendirian menghadapi ribuan pasukan musuh yang tersisa.
Dari 8000 orang prajurit, kini hanya tersisa sekitar 3000 orang, hal yang sama juga berlaku pada Pasukan Prajurit Kota. Dari sekitar 900 orang yang pergi hanya tersisa sekitar 500 orang untuk menghadapi jumlah yang nyaris mencapai 7 kali lipat jumlah mereka.
"Mau sampai kapan lagi kau menghindar, aku sudah cukup bosan bermain-main!"
"Battle Spirit! Landslide!"
Pria yang memimpin pasukan musuh itu menghantam tanah dengan kekuatan besar menyebabkan tanah disekitarnya menjadi runtuh beberapa meter kebawah.
Runtuhnya tanah ini membuat Virgo kehilangan pijakannya dan tergelincir tepat menuju pria tersebut.
"Kena kau! Battle Spirit! Meteor Smash!"
Pria itu melepaskan pukulan keras ke arah Virgo dan menghantam tepat dibagian perut gadis tersebut.
Gelombang tenaga terlihat menyebar saat pukulan tersebut menghantam perut Virgo. Virgo dengan cepat mengambil jarak, ia terbatuk dengan darah segar yang mengalir dibibirnya tidak lama setelah ia mengambil jarak.
"Sepertinya aku tidak bisa terus-terusan bertahan melawanmu, kalau begitu aku akan serius"
"Guardians Aura! Gelap Pencabut Nyawa!"
Virgo berseru lantang sebelum mengubah seluruh medan pertempurannya menjadi gelap.
Prajurit lain yang berada di dalam kabut itu memilih keluar dari kabut gelap tersebut, sesaat setelah keluar mereka perlahan kehilangan kesadarannya beberapa bahkan ada yang berteriak kesakitan sebelum akhirnya perlahan kehilangan kesadaran dan tidak pernah bangun lagi.
Virgo sebenarnya tidak mau menggunakan jurus ini karena dirasa memiliki resiko yang terlalu tinggi, sebab bukan hanya lawan yang terkena dampak serangannya tetapi teman juga ikut merasakan dampak jurus tersebut.
Tawa keras terdengar dari dalam kegelapan kabut tersebut.
"Luar biasa, seranganmu benar-benar tidak terduga! Namun kau melupakan satu hal, dari awal kau selalu menggunakan racunmu, tapi apa kau sadar aku selalu berada disana? Atau jangan-jangan kau terlalu fokus pada anak buahku dan melupakan keberadaanku disana?"
Virgo tersentak kaget, ia mengingat jelas ketika dikapal ia beberapa kali menggunakan asap beracunnya dan itu terus menyebar membunuh para awak kapal dalam waktu singkat, tetapi ada satu orang yang bahkan tidak terpengaruh sedikitpun oleh racunnya.
__ADS_1
Tawa keras kembali terdengar
"Ternyata kau benar-benar lucu, bagaimana bisa kau terlalu fokus pada lawan yang kecil sementara melupakan ada lawan yang lebih besar disana?"
Virgo menggigit bibirnya ketika mendengar ucapan pria tersebut.
"Baiklah, karena kau bisa memaksaku menggunakan kekuatan penuhku, maka akan kuberi tahu namaku."
Suaranya terdengar memudar sejenak.
"Namaku adalah Kai!"
Kai tiba-tiba muncul disebelah Virgo dan melepaskan pukulan keras di perut gadis itu dan membuatnya melayang jauh dari tempatnya berdiri sebelumnya.
"Kau terlalu meninggikan kekuatanmu sebagai seorang Guardians, tapi tahukah kamu? Di atas Aura masih ada banyak kekuatan yang lebih kuat dan di antaranya adalah Spirit Aura yang legendaris"
Pria bernama Kai itu kembali mendekati Virgo dan melepaskan pukulan demi pukulan ke gadis tersebut.
"Kau sudah melihat sendiri bukan? Kekuatanku saat ini berada di tingkat Battle Spirit! Satu tingkat diatas Aura, tetapi itu sudah cukup untuk mengurusmu."
Kai kembali menyerang Virgo dan membuat gadis itu kembali terpental jauh dari tempatnya.
Virgo dipaksa menyadari bahwa kekuatannya yang selama ini dia kira kuat ternyata masih belum cukup kuat untuk menghadapi pria mengerikan dihadapannya.
Kabut gelap yang sebelumnya mengisi area pertempuran perlahan menghilang dan hanya menyisakan jasad orang-orang yang sebelumnya berada di dalam kabut tersebut.
Kai melihat ke jasad tersebut sebelum mendekat ke arah Virgo.
Pria yang selalu bersama Virgo menyadari gadis tersebut sudah jatuh tidak berdaya melawan pria yang sedang menuju ke arahnya. Dengan cepat ia berlari dan mencoba menyerang Kai dengan pedangnya.
Kai hanya diam dan tidak merespon Pria tersebut sebelum akhirnya jarak diantara mereka hanya tinggal satu langkah.
Pria itu menyerang Kai dengan pedangnya dan terus mencoba melukai Kai dengan serangannya.
"Tarian Pedang! Pedang Ilusi!"
"Tarian Pedang! Pedang Musim Semi!"
"Tarian Pedang! Pedang Pembunuh Iblis!"
__ADS_1
Serangan demi serangan dilepaskan oleh pria itu. Virgo yang melihat itu mencoba memperingatkan sang Pria, tetapi tidak ada suara sedikitpun yang keluar dari tenggorokannya.
Kai yang merasa bosan dengan serangan tersebut melepaskan satu tamparan keras pada Pria tersebut. Satu tamparan ini cukup untuk membuatnya tertidur dan tak pernah bangun lagi untuk selamanya.
Virgo meneteskan air matanya, tidak pernah seumur hidupnya ia merasakan kesedihan mendalam seperti ini, jantungnya terasa sesak, nafasnya tidak beraturan, pandangannya menatap tajam Kai dengan penuh amarah.
Kai hanya melihat gadis tersebut dengan santai seakan tidak memiliki masalah dengan tatapannya yang seperti ingin mencabik-cabik Pria tersebut.
Pertempuran itu terlihat seperti akan berakhir, perlahan jumlah Pasukan Prajurit Kota semakin berkurang dan hanya tersisa kurang dari 200 orang.
Virgo bisa melihat para Prajuritnya hanya bisa pasrah menerima serangan dari berbagai arah setelah dirinya tumbang saat melawan Kai.
Pandangan Virgo semakin memburam saat Kai kembali mendekat ke arahnya, kepala gadis itu sudah terasa semakin berat dan hanya ada satu hal dalam pikirannya. Jika ia masih memiliki kesempatan untuk hidup maka ia akan membalaskan dendamnya kepada Kai.
Kai dan Virgo hanya berjarak satu langkah.
"Apa ada kalimat terakhir yang ingin kau katakan?"
Ucapan Kai membuat wajah gadis itu memerah dipenuhi amarah.
"Persetan.. denganmu!"
Gadis itu kehilangan kesadarannya tepat setelah mengucapkan kalimatnya.
Kai hanya diam menanggapi kalimat Virgo sebelum mengambil ancang-ancang menyerang.
Semua pertarungan terhenti sejenak saat Kai mengumpulkan tenaganya, terlihat jelas gumpalan cahaya berwarna kuning kecoklatan berkumpul di tangan pria tersebut sebelum ia melepaskan pukulannya ke gadis tersebut.
"Right Through The Time And Spaces!"
Suara seorang pria terdengar jelas tepat sebelum pukulan Kai mengenai gadis tersebut.
"Guardians Aura! True Power!"
Sebuah Kapak di sertai Aura Kecoklatan menyerang Kai dengan cepat. Pria tersebut mencoba menahan kapak tersebut dengan tangannya.
Seketika terjadi Gelombang Kejut besar saat kapak dan tangan Pria bernama Kai itu bersentuhan.
Pertempuran kembali dilanjutkan dengan bala bantuan yang datang sedikit terlambat.
__ADS_1
———
Jangan lupa Fav,Like, Share Dan Vote agar cerita ini semakin diperhatikan kedepannya!