
Leo bersama yang lainnya baru saja selesai mengantarkan surat Ariel ke pos pengiriman Kerajaan, dengan wajah berseri-seri, Ariel terus menerus menatap ke arah Leo seakan meminta sesuatu pada pemuda itu.
Leo tentunya merasa sedikit tidak nyaman dengan tatapan itu hingga dia akhirnya memutuskan untuk bertanya padanya.
"Ariel? Apa kau baik-baik saja? Kau menatapku terus menerus kupikir ada sesuatu dengan dirimu."
Ucapan Leo itu berhasil mengenai Ariel di tempat yang tepat, tanpa butuh waktu lama wajah gadis itu memerah seperti tomat.
Ia menggelengkan kepalanya sebelum membalas dengan gugup, "H-Hm, t-tidak apa-apa".
Setelahnya ia segera merubah ekspresi wajah berserinya menjadi murung.
Leo yang tidak mengerti maksud dari gadis itu kemudian memilih tidak bertanya, 'Sepertinya ini berhubungan dengan pertanyaannya beberapa waktu yang lalu,' batin Leo sambil memperhatikan perubahan sikap gadis tersebut.
"Lily, bisakah kau duduk menunggu di sini terlebih dahulu, aku akan membeli minuman untuk bekal kita semua."
Lily pun mengangguk sambil duduk di salah satu kursi kayu yang berada di pinggir jalan yang mereka lalui.
"Kenapa tiba-tiba sekali?" Ariel bertanya dengan lembut, walaupun tengah merajuk, nyatanya gadis itu tetap tidak bisa menahan rasa penasarannya dengan sikap tiba-tiba Leo.
"Tidak ada, hanya saja kurasa kita perlu mengganti suasana." Leo kemudian tersenyum lebar pada Ariel dan Lily.
Gadis kecil yang anggun itu kemudian menambahkan sesuatu pada Leo, "Um, bolehkah aku meminta sesuatu?" ucapnya dengan mata yang menunjukkan keraguan.
Leo menatap lembut gadis kecil itu sambil membalas pertanyaannya dengan hangat, "Tentu saja, mengapa tidak?" Ia kemudian mengelus lembut puncak kepala gadis itu.
Dengan cepat gadis mungil itu menunjukkan perubahan ekspresi yang lebih cerah pada Leo.
"Bolehkah aku meminta susu stroberi? Dulu salah satu temanku selalu menceritakan tentang minuman yang disebut susu stroberi itu.
Dia berbicara tentang rasanya yang enak, bahkan dia juga menyebutkan susu itu memiliki rasa yang lebih manis dari permen." Lily menjelaskan semua itu sambil memperagakan ekspresi dan gambaran yang diberikan oleh temannya dulu.
Leo dan Ariel yang mendengarnya sedikit terharu. Bagaimana tidak? Susu stroberi adalah minuman yang diberikan oleh orang tua pada anak-anaknya saat mereka sedang berjalan-jalan ke pinggir kota maupun ke kota itu sendiri, selain dari harganya yang relatif murah, sudah menjadi kebiasaan untuk para orang tua membelikan anak-anak mereka susu stroberi itu.
Bahkan, mungkin hanya segelintir orang dengan keadaan tertentu saja yang belum pernah mencicipinya, salah satunya adalah Lily.
Leo membelai kembali puncak kepala gadis kecil itu, sedangkan Ariel langsung memberikan pelukan hangat padanya.
'Apa yang sudah kulakukan sebelumnya? Cemburu pada anak kecil seperti ini? Aku sudah bertindak berlebihan kali ini.' Begitulah batin Ariel.
__ADS_1
Tanpa menunda lebih lama, Ariel dan Leo kemudian membawa Lily bersama mereka alih-alih menyuruhnya menunggu di kursi jalan.
Lily sendiri nampak sedikit lebih bahagia dari sebelumnya. Bahkan untuk pertama kalinya, senyuman yang normal bagi anak-anak akhirnya menghiasi bibir gadis kecil tersebut dan membuatnya nampak menggemaskan serta terlihat jauh lebih baik daripada sebelumnya.
Memang sebelumnya ia nampak kumuh dan kotor, tetapi setelah Leo dan Ariel membawanya ke pemandian dan membersihkannya, penampilan gadis itu berubah jauh lebih baik.
Selain tampak lebih manis dan cantik, ia juga memiliki senyum yang menghangatkan hati dan membawa perasaan tersendiri ketika melihatnya, bahkan semua bangsawan yang awalnya mencacinya berubah setelah melihatnya dalam keadaan yang lebih baik.
Ariel kemudian melupakan masalahnya dengan Leo sejenak sambil berusaha menghibur Lily sepenuh hati.
Dengan kebahagiaan yang terus mengalir di antara ketiganya dan sifat penyayang Ariel, mereka nampak seperti sebuah keluarga kecil yang saling menyayangi dan membuat semua orang yang melihatnya menjadi iri dengan keakraban mereka.
***
Sementara itu, di Pintu Gerbang Utara Kota Burgeyns.
Ratusan ribu pasukan nampak berbaris mendekat ke arah kota dengan persenjataan penuh.
Para penjaga gerbang yang melihatnya dari kejauhan sudah lebih dulu mengantarkan surat ke pemimpin mereka, Baron Luise.
"Siapa para pengacau yang berani datang ke Kotaku? Sudahkah kalian memberi mereka pelajaran?" Baron Luise datang sambil berteriak dan mencaci semua Penjaga yang ada di Pintu gerbang tersebut.
Ia dengan tegas menyampaikan situasi yang ada pada Baron tersebut.
"Maaf tuan, tapi ini bukan sekedar pengacau. Seperti yang tuan lihat di depan sana, ratusan ribu prajurit mendekat dengan kekuatan penuh. Jika dilihat dengan teliti, kemungkinan mereka adalah kelompok yang merusuh di Kerajaan belakangan ini."
Baron Luise kemudian terdiam, sebelumnya ia mengira bahwa ada sedikit pengacau yang merusuh di kotanya, tetapi ia tidak berharap bahwa yang merusuh itu berjumlah ribuan bahkan terlihat tidak kekurangan kekuatan.
Sambil memandang para Penjaga di sekitarnya, Baron Luise akhirnya memberikan perintahnya.
"Evakuasi penduduk, kita tidak akan bisa dapat uang pajak dan kekayaan jika tidak ada penduduk yang tersisa, dan untuk bantuan, kirimkan pesan ke Kerajaan! Antar secepat yang kalian bisa, kita dalam keadaan yang sangat berbahaya sekarang." ucap Baron itu sambil menatap Ratusan ribu musuh yang terus mendekat setiap waktunya tersebut.
Dengan cepat, ratusan Penjaga berkeliling kota dengan kuda gagah mereka sambil meneriakkan perintah evakuasi, berbeda dengan kota Breathanea, penduduk di sini lebih mudah diatur dan sedikit lebih baik walau masih bisa dibilang tidak jauh lebih baik dari kota yang telah hancur itu.
Sambil berdesak-desakkan mengantri untuk keluar dari kota, puluhan anak-anak dan orang tuanya terpisah tanpa sadar karena terseret gelombang manusia yang melewati mereka dengan panik.
Di antara orang-orang tersebut, Leo bersama Ariel dan Lily menjadi bingung saat melihat gelombang manusia yang tiba-tiba muncul dan melewati mereka sambil saling berteriak agar mempercepat langkah mereka masing-masing.
Leo yang langsung menyadari situasi ini segera memberi perintah pada Ariel.
__ADS_1
"Ariel, pergi bawa Lily keluar kota! Aku akan ikut membantu para Penjaga." Leo mengangkat Lily dan memberikannya pada Ariel.
Sedangkan Ariel yang masih kebingungan itu hanya bisa mengangkat Lily dengan lembut dan secara Reflek mengikuti arahan Leo.
Setelah melihat Ariel keluar dan pergi meninggalkan Kota, Leo segera melengkapi dirinya dengan pedang putih yang telah menjadi temannya beberapa waktu ini.
Sambil dengan cepat melewati ratusan manusia itu, Leo akhirnya melompat ke bangunan terdekat dan mulai berjalan melewati dinding-dinding bangunan dan menuju Gerbang Kota tersebut dengan cepat.
Di selatan kota itu sendiri.
Kini puluhan ribu pasukan kerajaan bersama pasukan Aliansi Besar Aula Raja dan Aula Tetua bergerak maju ke arah kota.
Melihat banyak orang yang berbondong-bondong meninggalkan kota itu, mereka segera sadar bahwa pasukan musuh juga telah sampai di kota ini.
Sang Raja yang memimpin pasukan pun mendengus kesal karena menyadari mereka mungkin sedikit terlambat kali ini.
Ia mengangkat pedang besarnya sambil kemudian berseru dengan lantang, "Menuju ke pertempuran! Jangan permalukan Kerajaan kalian! Untuk Kehormatan! Untuk Kerajaan!" Kecepatan gerak mereka pun ditingkatkan untuk mempersingkat waktu ke area pertempuran.
Sementara para pengikut Raja dan para prajurit dari Aliansi kemudian bersorak membara membalas seruan Raja itu. Bagi mereka kematian di peperangan ini bukanlah masalah, harga diri bangsa dan Kerajaan mereka telah membuat mereka penuh dengan kekuatan dan keberanian sehingga mereka dengan patuh menuruti perintah Raja tersebut.
Di antara semua orang yang membara itu terdapat dua orang yang masih menjaga ketenangan mereka. Mereka adalah Scorpio dan Taurus. Keduanya memiliki kecemasan dan pemikiran masing-masing, sehingga mereka tidak memiliki keinginan untuk membuang tenaga sebelum pertempuran.
Taurus sendiri menunjukkan raut wajah cemasnya saat dalam perjalanan, sambil memikirkan misi dari Aries dan Virgo. Ia berdoa semoga misi kali ini berjalan mulus dan selesai tanpa hambatan.
'Aries, Virgo. Kuharap kalian bisa membawa ke 8 Guardians ikut dalam pertempuran ini tepat waktu. Dan Ayah jagalah kami dari sana, aku selalu menyayangimu.' Taurus membulatkan tekadnya sebelum kemudian memacu kudanya lebih cepat untuk segera mencapai area pertempuran
————
Akhir dari Arc satu makin dekat, saya harap kalian bisa selalu menikmati hasil dari cerita yang saya tuangkan ini.
Dan semoga saya tidak memiliki halangan apapun dalam menyelesaikan cerita ini.
Saya selaku Author mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya dan sampai jumpa di chapter selanjutnya!
————
Dukung author dengan memberikan Like, Fav, Komen dan Vote sebisa kalian ya!
Bye-Bye
__ADS_1