Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.60 Darah Dan Perang II


__ADS_3

Panah yang disertai petir itu melesat jatuh ke bawah mengenai prajurit musuh yang sedang bertempur.


Di awali dengan satu panah, belasan petir jatuh bergantian memberikan kerusakan besar pada area sekitar petir-petir itu menyambar. Scorpio yang melihat panahnya jatuh tepat sasaran tersenyum sebelum berseru keras, "Para pemanah, ikuti aku!".


Scorpio menarik kencang busurnya sebelum melepaskan panah yang disertai Aura biru miliknya ke langit, para pemanah di bawah perintahnya mengikuti.


Suara lesatan panah terdengar jelas di telinga pasukan Aliansi Aula Raja. Mereka yang awalnya kehilangan motivasi, kini mulai mendapatkan semangat mereka kembali.


"Pertahankan momen ini! Satu kesalahan maka kita akan kalah, buktikan kemampuan kalian, habisi musuh di depan kalian!" ucap Scorpio sambil menarik busurnya terus menerus, mempertahankan moral pasukan dan kesempatan memenangkan perang.


Sementara itu, para Penjaga Kota di Tembok Kota tidak bisa menahan keterkejutan mereka. Dari awal memang mustahil bagi Pasukan Kerajaan dan Aliansinya untuk memenangkan perang, tapi itu diubah hanya dengan kekuatan seorang Guardians, jalan peperangan kini mulai terlihat seimbang dan menjadi sengit kembali.


"Luar biasa, ini sudah bukan kekuatan manusia, ini setingkat dengan para dewa." Seorang penjaga mengungkapkan pendapatnya.


"Kau benar, ini sudah bukan pertempuran manusia, bahkan satu panah yang dilepaskan saja sudah cukup untuk mengubah situasi dan kedudukan di pertempuran besar seperti itu." Penjaga lainnya berbicara dengan mulut yang terbuka seperti ikan koi.

__ADS_1


Rekan-rekannya yang lain juga memiliki pendapat serupa, mereka sadar jika di kemudian hari mereka bertemu salah satu Guardians, sikap hormat yang mereka berikan haruslah sangat tinggi, atau nyawa mereka akan melayang tanpa mereka sadari.


***


"Aku harus cepat! Waktu kita sudah tidak banyak lagi!"


Aries menunjukkan wajah cemas disertai ketakutan akan apa yang terjadi di pertempuran, bayangan-bayangan tentang pertempuran melewati kepalanya, membuat kecemasannya semakin menjadi-jadi.


Hal ini membuat Virgo yang berada disebelahnya menjadi khawatir dan memberi semangat kepadanya. "Aries ... apa kau yakin baik-baik saja?" Virgo mendekatkan kudanya sambil menunjukkan keprihatinannya dengan jelas.


Aries melihat ke arah Virgo kemudian tersenyum, "Tidak, aku baik-baik saja. Jangan khawatir."


Aries kembali tersenyum dan menjernihkan suaranya, "Aku yakin, aku sudah tenang sekarang."


"Bermesra-mesraan di tengah perjalanan ke pertempuran. Senior Aries memang berbeda" Seorang pemuda dengan rambut kemerah-merahan menyeringai sambil menatap lekat Aries di depannya. Sementara para Guardians lain menggelengkan kepala terhadap sikap ikut campur yang ditunjukkan oleh pemuda tersebut.

__ADS_1


"Sudahi sikap burukmu itu, kau tahu kita harus tetap fokus sekarang, perjalanan kita memang masih jauh, tetapi kita harus tetap menjaga kewaspadaan kita terhadap medan perang di depan sana." Seorang pemuda lain dengan suara bijaksana menceramahi pemuda berambut kemerah-merahan sebelumnya. Ia cukup yakin dan disiplin terhadap dirinya sendiri, sehingga penampilannya selalu tegas dan dipenuhi pesona yang membuat banyak gadis jatuh hati padanya.


Pemuda berambut kemerah-merahan itu kemudian membuat wajah aneh sebagai bentuk ejekannya pada pemuda sebelumnya, "Kau selalu membosankan Aqua, bukankah kau memiliki banyak gadis yang menyukaimu, kenapa kau masih sendirian sampai sekarang?" ucapnya sambil membuat wajah mengejek.


Pemuda yang disebut Aqua itu kemudian maju mendekati pemuda berambut kemerah-merahan itu, "Aku bisa mentoleransi penghinaanmu tapi aku tak bisa mentoleransi panggilanmu yang berkesan merendahkanku seperti itu namaku Aquarius dan aku seorang Pria, jangan panggil aku seperti seorang wanita seperti itu. Dan juga aku masih sendiri bukan karena alasan khusus, hanya saja aku tidak ingin orang yang kusayangi terluka karena musuh-musuhku." Aquarius kemudian memegang liontin bulat yang ada di dadanya. "Faktanya, aku berbohong saat aku bilang aku masih sendiri ... aku hanya tidak ingin orang yang benar-benar kucintai dalam bahaya karena tugasku saat ini membuatku memiliki banyak musuh ..." Aquarius bergumam.


Pemuda berambut kemerah- hanya menatap singkat Aquarius sebelum mengalihkan pandangannya, ia sadar telah melakukan kesalahan saat itu.


"Kau melakukannya lagi, bukankah sudah kubilang jaga dulu mulutmu itu? Kau benar-benar tidak sopan, aku benar-benar tidak menyukai sikapmu yang ini, Cancer" Seorang gadis dengan rambut pirang secara terang-terangan mencibirnya.


Pemuda berambut merah yang bernama Cancer itu kemudian bertingkah sedikit lebih sopan setelahnya. Ia menyukai gadis tersebut sehingga hanya gadis itu yang memiliki kontrol penuh terhadapnya.


Setelah beberapa saat menyebabkan keributan, para Guardians muda di barisan tersebut menutup mulut mereka.


Ini disebabkan di hadapan saat ini, para Guardians muda itu melihat ratusan ribu orang saling menebas dan menusuk, momen ketika mereka memasuki perang besar pertama mereka sudah tiba di depan mata mereka.

__ADS_1


————


Dukung Author dengan memberikan Like, Fav dan Komen di Kolom Komentar!


__ADS_2