
Beast Singa milik Leo, tiba saat pemuda itu sudah mengayunkan pedangnya. Ia dengan cepat menyadari pedang tersebut, bukanlah pedang biasa dan gerakan yang ditunjukkan pemuda itu juga tidak asing.
"Ini?! Bagaimana Anak Ini Bisa Mengetahuinya?!"
Beast itu terkejut saat menyadari gerakan yang Leo peragakan tidak lain adalah gerakan dari ilmu bela diri terkenal pada masa Immortals, Jurus yang digunakan oleh pendekar terhebat saat itu, Lian Miao.
"Bagaimana Cara Anak Ini Mendapatkan Kekuatan Yang Bukan Dari Dunianya? Seharusnya Ia Hanya Bisa Mendapatkan Kekuatan Ini Jika Ia Mempelajarinya Secara Langsung!?"
Beast itu nampak kebingungan dengan kejadian di hadapannya, Sebagai salah satu dari Sepuluh Beast Suci, Ia tidak perlu terikat dengan salah satu Realm dan bebas mengunjungi Realm manapun yang ia inginkan, sehingga ia sudah pernah melihat jurus tersebut sebelumnya.
Tidak berselang lama, cahaya putih dengan cepat bersinar terang dan menyilaukan pandangan siapa saja yang ada disana. Hal ini membuat Beast tersebut yakin, gerakan yang ditunjukkan pemuda di hadapannya ini, tidak salah lagi adalah Ilmu yang sama dengan yang ia lihat di dunia yang berbeda 14.000 tahun yang lalu.
Terlihat sebuah jurang besar terbentuk menyerupai tebasan pedang yang di ayunkan pemuda tersebut.
"Anak Ini, Tidak Salah Lagi! Dia Adalah Salah Satu Pemegang Takdir Kebangkitan Yang Lain"
Beast itu tersenyum puas, ia akhirnya dapat menemukan kembali salah satu pemegang Takdir Kebangkitan lainnya.
Dengan cepat ia membawa Leo pergi dari sana sebelum seseorang yang lebih jahat menyadari keberadaan pemuda tersebut.
Tepat setelah Beast itu mengangkat Leo dan pergi menjauh, pintu ruang menuju gua rahasia sebelumnya, kini terbuka.
Terlihat seorang pria penuh wibawa dengan jenggot putih panjang keluar dari pintu itu, dan menatap Leo penuh rasa tertarik,
"Pemuda itu bisa menguasai jurus pedang yang kupilihkan? Tidak kusangka ia akan dapat menguasai Ilmu itu hanya dalam sekali lihat"
Senyum kini kembali menghiasi wajah pria tersebut. Dengan cepat ia melangkah kembali ke dalam pintu tersebut dan kembali menghilang tanpa jejak.
~•~
Ariel kini melihat Leo yang tengah dibawa oleh Beast Singanya dengan keadaan tak sadarkan diri.
Perasaan khawatir kembali merasuki gadis tersebut.
Ia menyentuh pipi pemuda tersebut dengan lembut, sambil mengusap pelan wajah pemuda tersebut.
"Minggir, Jangan Ada Yang Mengganggu Pemuda Ini!"
Beast itu mengaum keras, Aumannya berhasil menakuti orang disekitarnya dan membuat mereka memberi jarak pada pemuda tersebut.
Hanya Ariel, satu-satunya orang yang tidak memisahkan jaraknya dengan Leo. Ia terus berada di dekat pemuda tersebut, tidak peduli ancaman seperti apapun yang diberikan ke gadis tersebut.
Beast itu tersenyum singkat sebelum ia menyuruh sang gadis untuk menjaga sedikit jarak darinya.
__ADS_1
"Gadis Kecil, Jangan Mendekat!"
Tepat setelah Beast tersebut mengucapkan kalimatnya, sebuah pusaran angin mengelilinginya dan mengecil sampai seukuran manusia dewasa pada umumnya.
Ariel terkejut ketika Beast itu kini berubah menjadi seorang pria paruh baya yang nampak bijaksana, dan memiliki pembawaan yang terlihat seperti seorang Raja.
"Berikan dia padaku, aku akan menyembuhkannya!"
Suara berat yang sebelumnya terdengar saat Beast tersebut berbicara kini berganti menjadi suara yang menenangkan dan terdengar bijaksana.
"Anak ini, dia tidak tahu bahwa kekuatannya tidak cocok dengan Ilmu yang ia gunakan saat itu"
Pria itu menggelengkan kepalanya, ia mengetahui bahwa kekuatan yang sebelumnya digunakan oleh pemuda ini tidak cocok dengan Ilmu yang ia coba sebelumnya.
Memang benar kekuatan yang dihasilkan pemuda itu cukup besar, dan hampir mencapai lima persen kekuatan asli Ilmu tersebut.
Tetapi pada akhirnya ia tidak akan bisa menanggung harga yang harus dibayar saat menggunakan kekuatan tersebut.
Ariel semakin tegang saat Pria dihadapannya itu membaringkan Leo, ia kemudian menyuruh Ariel untuk memberi jarak pada Leo agar bisa disembuhkan olehnya.
Gadis itu hanya bisa percaya dan menuruti permintaan Pria tersebut.
"Celestials Qi! Life Restore!"
Pemandangan itu disaksikan oleh banyak orang, termasuk Ariel.
Baru pertama kali seumur hidupnya ia melihat hal seperti ini. Bahkan kakaknya yang merupakan penyihir terbaik kerajaan tidak pernah menunjukkan satu pun hal seperti yang dilakukan pria paruh baya dihadapannya ini.
Setelah semua cahaya hijau itu masuk ke tubuh Leo, pemuda itu batuk keras dan mengeluarkan darah kotor dari tepi bibirnya.
Ia membuka matanya dengan perlahan, bahkan pandangannya masih sangat lemah.
Ia melihat ke arah Ariel sambil tersenyum dengan hangat ke gadis tersebut,
"Aku... sudah kembali..."
Matanya kembali tertutup dan membuat gadis tersebut memeluk erat pemuda itu.
"Leo! Bangun! Hey! Jangan mati! Ayolah, bangun!"
Gadis itu menggoyangkan tubuh pemuda tersebut dengan keras, tetapi tidak ada respon sedikitpun dari pemuda tersebut.
Air mata mengalir dari mata Gadis tersebut.
__ADS_1
Ia hanya memeluk erat tubuh Leo, dengan air mata yang kini mengalir deras dari kantung matanya.
Gadis itu memejamkan matanya sambil terus memeluk erat tubuh pemuda tersebut.
"Leo... Bangunlah... Jangan tinggalkan aku begini... Kita baru saja memulai, bukan? Ayolah, jangan tinggalkan aku secepat ini"
Suara gadis itu terdengar lemah dan sedikit serak.
Para penduduk desa di sana ikut merasakan haru saat melihat gadis tersebut. Mereka semua tahu bahwa pemuda tersebutlah yang telah menyelamatkan mereka saat desa tengah diserang oleh ratusan Ashura sebelumnya.
Dengan cepat mereka mengelilingi gadis tersebut, wajah pemuda di pelukan gadis tersebut terlihat sangat damai.
Beberapa dari mereka bahkan tidak bisa menahan emosinya dan menyusul gadis tersebut menangis haru.
Dalam waktu singkat penduduk yang mengungsi di puncak gunung tersebut berkabung atas sang pemuda yang telah menyelamatkan mereka.
"Sudah puas menangis?"
Suara mungil tiba-tiba terdengar di telinga semua orang yang berada di sana.
"Ia hanya tertidur untuk memulihkan kekuatannya kembali, Ia tidak akan sembuh secara instan, kau tahu? Jika kau terus memeluknya se-erat itu, maka bukan tidak mungkin ia benar-benar pergi nantinya."
Kalimat yang dilontarkan suara mungil tersebut membuat Ariel melemahkan pelukannya, barulah terdengar tarikan nafas berat dari pemuda tersebut.
Ariel mengusap matanya dan melihat ke arah pemilik suara mungil tersebut.
Ariel terkejut ketika melihat pemilik suara itu ternyata adalah seekor singa kecil yang memiliki ukuran sebesar kucing dewasa. Dengan ukurannya yang sekecil itu, Singa itu terlihat sangat imut ditambah dengan suaranya yang mungil.
Ariel bisa menebak, singa kecil itu adalah Beast singa yang sebelumnya menolong Leo. Ia mungkin kehabisan tenaganya sehingga menyusut sampai jadi sekecil itu.
"Apa? Kenapa kau melihatku seperti itu?"
Hanya dengan beberapa kalimat darinya, Singa kecil itu sukses membuat suasana yang awalnya haru menjadi canggung dalam sesaat.
————
**Terima kasih untuk semua pembaca yang sudah mendukung saya sampai saat ini.
Saya tidak menduga bahkan tanpa saya promosikan, karya ini bisa terus berkembang, baik dalam jumlah view maupun jumlah like.
Saya sangat berterima kasih atas dukungan kalian yang telah menemani saya dari awal cerita ini dimulai sampai sekarang, ke depannya saya akan mencoba memperbaiki kualitas dari GLOL ini sendiri dan mencoba memuaskan kalian dengan memperbaiki penyusunan kata dan kalimat agar lebih mudah dimengerti oleh kalian.
Saya selaku Author dari GLOL ini mohon undur diri, sampai jumpa di ch. selanjutnya**!
__ADS_1