Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.47 Memulai Kembali Pelatihan


__ADS_3

Pagi kembali hadir menyambut Leo dan Ariel. Setelah melewati malam yang panjang di Kota Bargh, keduanya segera terlelap di atas punggung Singa yang akrab dipanggil Singa Kecil itu.


Merasakan ada cahaya matahari yang menembus kulit tipis di matanya, Leo akhirnya bangun dan menundukkan kepalanya.


Sambil menyesuaikan pandangannya dengan sekitar, pemuda itu melirik sejenak ke arah Ariel yang kini tengah terlelap di sebelah Lily.


"Kau pasti lelah, istirahatlah dulu." Leo mengusap kepala gadis tersebut sebelum beranjak turun dan menyuruh Beast Singa miliknya itu berhenti.


Tidak lama setelahnya ia mendekati aliran air yang berada tidak jauh dari posisinya berdiri, sambil membersihkan wajahnya, sesekali ia menyeka tangan dan kakinya agar menjadi lebih bersih menggunakan air tersebut.


Tidak lama setelahnya, Ariel terbangun setelah mendengar suara percikan air yang berada tidak jauh dari tempatnya.


Setelah membuka mata dan bangkit dari tidurnya, ia segera menengok ke arah Leo yang kini tengah membersihkan diri di tepian aliran air itu.


Perlahan, Ariel turun dan menyusul ke sebelah Leo. Leo yang baru menyadari keberadaan Ariel segera memberi senyum hangat pada gadis itu.


"Selamat pagi, bagaimana tidurmu tadi malam? Apakah nyenyak?" ucap Leo sambil membersihkan rambutnya.


Ariel mengangguk pelan menanggapi ucapan pemuda itu, ia masih sedikit mengantuk dan ingin segera mandi setelah mendengar suara percikan air yang sekarang ada tepat di hadapannya.


"Leo, bisakah kau membantuku?" Ariel menutup wajahnya yang kini mulai berubah menjadi merah merona.


Leo menatap ke arah gadis itu sambil memberi isyarat setuju. "Jadi? Apa yang bisa ku bantu?"


Ariel mendekatkan bibirnya ke telinga Leo, sebelum kemudian membisikkan keinginannya.


Setelah mendengar permintaan gadis tersebut, Leo pun mengangguk setuju sebelum mencoba mencari sumber aliran air tersebut.


Ariel yang berada di sebelahnya pun antusias mengikuti pemuda itu mencari sumber aliran yang akan ia gunakan sebagai tempat dirinya membersihkan diri setelah begitu lama tidak mandi.

__ADS_1


Setelah mengikuti perjalanan Leo, ia hanya mandi sekitar sekali atau dua kali di desa Loa, setelahnya ia bahkan tidak sempat untuk mencuci wajah atau sekedar membersihkan diri walau hanya sedikit.


Beberapa saat kemudian, Leo dan Ariel akhirnya menemukan sumber aliran air yang mengalir di tempat Leo membersihkan diri sebelumnya. Sesuai dugaan mereka, tempat itu adalah sebuah danau kecil yang memiliki mata air alami di tengahnya.


Sebelumnya, Leo sempat mendengar bahwa di dekat jalan yang akan mereka susuri, terdapat aliran air yang bersumber dari danau yang berada tidak jauh dari pemukiman di Kota Burgeyns, jauh di arah Timur dari Kota Bargh.


Tetapi, walaupun demikian Danau ini juga terkenal ramai pengunjung karena keindahannya dan air ajaibnya yang di sebutkan bisa memberikan perawatan alami pada kulit wanita. Hal ini juga telah di buktikan oleh sekelompok gadis yang mencoba mandi menggunakan air dari Danau ini.


Hasilnya, beberapa minggu setelah mereka menggunakannya, kulit dan wajah mereka berubah menjadi jauh lebih baik, bahkan mereka juga di sebut sebagai The 4 Flower Of Gods. Ini dikarenakan mereka berjumlah empat orang dan masing-masing dari mereka memiliki kecantikan yang luar biasa setelah mandi dengan menggunakan air di Danau ini.


Setelah beberapa lama, Ariel pun mulai melepas pakaiannya dan merendamkan diri ke dalam danau itu. Sebagai tambahan, Leo ia tugaskan menjaga bagian depan agar tidak ada orang yang mencoba mengambil keuntungan di saat ia membersihkan tubuhnya yang mulai terasa risih dan mulai mengeluarkan bau yang tidak sedap.


Leo menyetujui permintaan gadis itu. Kemudian, sambil menunggu gadis itu selesai mandi, ia mencoba berlatih mengubah Aura menjadi Qi.


Dan kali ini, setelah memahami cara mengubah Aura menjadi Qi, ia berhasil melakukannya hingga mengubah setengah Auranya menjadi Qi yang terasa jauh lebih murni dari kekuatan mana pun di dunianya saat ini.


Sambil tersenyum puas Leo kembali melanjutkan latihannya menjadi latihan menggunakan Pedang Langit Tanpa Tanding miliknya dengan Qi yang berhasil ia ubah sebelumnya.


Sambil kembali tersenyum puas ia duduk mengistirahatkan diri. Melatih teknik Pedang Langit Tanpa Tanding nyatanya tetap menghabiskan seluruh tenaganya meskipun sudah menggunakan sumber kekuatan yang tepat.


Leo pun menggelengkan kepalanya sambil bergumam memikirkan kemajuan yang cukup baik tetapi juga beresiko untuknya itu.


"Teknik ini cukup bagus dalam menyerang, tetapi masalahnya ada di penggunaan kekuatan. Andaikan tidak boros, teknik ini pasti akan terus ku gunakan dalam setiap pertarungan." Leo menggelengkan kepalanya.


Bisa menggunakan teknik itu tanpa masalah saja sudah merupakan berkah, tidak seharusnya ia menjadi lebih serakah.


Setelah melatih kekuatannya selama beberapa waktu, Leo mencoba memanggil Ariel, ia merasa waktu yang di gunakan gadis itu untuk mandi sepertinya sudah sedikit berlebihan, sehingga ia mencoba menegur gadis tersebut.


Leo berteriak memanggil nama Ariel.

__ADS_1


"Ariel! Kenakan kembali pakaianmu, kita akan berangkat sebentar lagi!"


Ariel tidak merespon sedikitpun, Leo mulai merasa ada yang aneh.


"Hmm, kenapa Ariel tidak menjawab? Ini tidak seperti dirinya yang biasa." Leo bergumam sambil menunggu balasan dari Ariel, tetapi setelah cukup lama menunggu gadis itu nyatanya masih diam tak memberi jawaban.


Merasa ada yang aneh, Leo segera menghampiri tempat Ariel merendamkan dirinya. Benar saja, gadis itu kini terlelap dalam tidurnya sambil menyandarkan tubuhnya di tepian danau yang bisa terbilang dangkal.


Sambil mengalihkan pandangannya Leo kembali memanggil gadis tersebut.


"Hei, Ariel. Bangunlah, kita akan berangkat sebentar lagi." Leo berusaha membangunkan gadis itu dengan lembut.


Ariel pun perlahan membuka matanya. Setelah cukup lama, barulah akhirnya ia sadar bahwa tubuhnya masih belum mengenakan sehelai kain pun.


"Kau! Leo! Pergi dari sini sekarang juga!"


Dengan cepat, tangannya reflek melemparkan apa saja yang bisa ia genggam untuk mengusir Leo pergi dari hadapannya.


Menanggapi hal ini, Leo segera beranjak menjauh dari gadis itu dan menunggunya di tempat yang sebelumnya. Sementara Ariel, kini tengah menahan malu dan menahan jantungnya yang berdebar tak karuan.


***


Sementara itu jauh di suatu pegunungan yang di sekitarnya terdapat aliran-aliran air yang sangat jernih.


Seorang gadis berambut hijau tengah bermain dengan seekor burung Parkit di salah satu tangannya, sambil menunjukkan senyum hangat di wajahnya, gadis itu bergumam kecil seraya mengajak burung tersebut untuk berbicara.


"Kurasa kita akan bertemu dengannya tidak lama lagi, mungkin kita perlu mempersiapkan semuanya mulai dari sekarang." Gadis itu kembali tersenyum hangat sambil kembali bermain dengan burung Parkit sebelumnya.


__ADS_1


Tanpa ada yang menyadarinya, ramalan yang sebenarnya baru saja akan dimulai dari sekarang.


__ADS_2