
Scorpio terkejut bukan main saat Aries meledakan api kecil tepat dihadapan wajahnya. Setelah terlelap dalam renungannya Scorpio benar-benar tidak memperhatikan sekitarnya dan bahkan mendengarkan percakapan Taurus dengan Aries yang berada tepat didepannya. Tentu saja satu ledakan cukup untuk membuatnya kembali dengan cara paksa.
Leo hanya memperhatikan mereka semua dalam diam. Berkumpulnya Guardians adalah hal yang sangat jarang terjadi, apalagi hampir semua Guardians berada disini. Suasana yang tenang dan nyaman seperti ini sudah Leo lupakan sejak kehilangan kekasihnya, Rose.
"Saudaraku, siapa pemuda yang berdiri disebelahmu ini? Mengapa dia ada disini?"
Aries bingung dengan Leo yang bisa dengan santainya berada ditengah Guardians seperti mereka, bahkan para Tetua akan memberikan hormatnya pada para Guardians saat mereka bertemu. Berbeda dengan Scorpio dan Taurus yang bisa merasakan Aura Kebangkitan Leo, Aries benar-benar tidak bisa merasakan apapun dari Leo, itulah mengapa dia tidak menyadari bahwa Leo juga seorang Guardians
"Jangan pedulikan aku."
Leo melangkah pergi dan meninggalkan mereka ke ruangannya, perasaannya sangat tidak nyaman beberapa waktu ini.
"Ah, maafkan aku atas sifatnya. Si bodoh ini menantangnya bertarung dan membuatnya kesal. Dia sesama Guardians seperti kita." Taurus menjelaskan identitas Leo dan alasan dia bersikap kurang sopan.
Aries dan Ariel memperhatikan Leo sampai pemuda itu benar-benar menghilang dari pandangannya. Terlihat jelas keduanya tertarik pada pemuda yang misterius itu.
"Kau menantangnya? Lalu siapa yang menang dalam pertarungan tersebut?"
Aries tidak bisa menahan rasa penasarannya, ia sangat ingin tahu siapa yang menang diantara mereka mengingat Scorpio merupakan Guardians terkuat ketiga setelah Taurus dan Virgo.
"Pemuda itu menang telak darinya"
Taurus tertawa keras setelah mengucapkannya sementara Scorpio hampir mengumpat saat Taurus memberitahu hasil pertarungan itu pada Aries. Aries menjadi sangat penasaran dan mencoba menantang Leo dalam lain kesempatan.
"Lebih baik kau tidak mencobanya, bahkan aku tidak sanggup menahan satu serangannya jika dia serius."
Mendengar Taurus mengucapkan hal itu, Aries maupun Scorpio sama-sama tersedak nafasnya sendiri. Mereka tahu bahwa Guardians terkuat saat ini adalah Taurus yang memiliki pertahanan tertinggi, mendengar ada yang bisa menembus pertahanannya semudah itu membuat mereka tak bisa berhenti penasaran dengan identitas Leo. Keduanya hanya bersyukur bisa berada di kubu yang sama dengan Leo.
Disisi lain Leo berbaring di tempat tidurnya dan merasa sangat tidak nyaman di bagian dadanya. Perasaannya kacau, hal yang sama ketika ia kehilangan Rose kembali terjadi, tetapi kali ini ia tidak tahu apa penyebabnya.
"Hah.. ini benar-benar melelahkan..."
Leo menaruh salah satu tangannya dikepala dan menghela nafas sebelum memilih tidur dan beristirahat.
~•~
__ADS_1
Disuatu pegunungan di dalam Hutan Keabadian,
Sekelompok orang sedang berkumpul membahas sesuatu, mereka sangat fokus berdiskusi dan bergantian menyampaikan pendapat.
Di antara orang-orang tersebut ada satu orang yang paling mencolok dari yang ada disana. Ia menggunakan jirah lengkap dengan pelindung kepala dari kepala Harimau. Wajahnya nampak sangar dan terlihat bahwa ia adalah orang memimpin pertemuan tersebut.
"Apakah kita bisa memulai rencana kita dalam waktu dekat?! Kita sudah sangat lama menunda rencana kita ini!"
Seorang pria dengan bekas cakaran di wajahnya membuka suaranya.
"Hearth benar! Kita sudah terlalu lama menunda, orang yang berpotensi mengganggu juga telah dibunuh oleh Kai. Tidak baik menunda lagi."
Pria yang disebut Hearth dan yang ada disampingnya menyatakan kekesalan mereka, mereka merasa telah terlalu lama menunda rencana mereka.
"Haah... kurasa kau benar, Rubah Malam sudah menunda terlalu lama."
Pria yang menggunakan jirah itu berdiri dari kursinya
"Perintahkan pada seluruh jaringan Rubah Malam! Rencana Menaklukan Phoenix sudah siap dijalankan! Hancurkan siapapun dan apapun yang menghalangi! Kita bergerak menuju Kota Breathanea!"
~•~
Breathanea, sebuah kota yang berada ditengah pulau kecil. Pemandangan di kota ini cukup menarik sehingga banyak orang yang datang kemari untuk menghabiskan waktu dan bersantai setelah melakukan pekerjaan yang melelahkan.
Tepat di sebuah Kafe yang ada di kota tersebut terlihat seorang gadis manis sedang duduk menghisap kopinya secara perlahan, suasana kota yang ramai dan pemandangan Laut ditemani berbagai kapal nelayan maupun kapal penumpang menjadi pemandangan yang dilihat gadis tersebut.
Senyum puas menghiasi wajah gadis tersebut, sambil menghisap lembut kopinya ia kembali menikmati pemandangan tersebut.
Sesaat kemudian seorang pria nampak terburu-buru mendatangi gadis tersebut. Nafas pria tersebut terputus-putus saat sampai di depan sang gadis.
"Lapor pada Nona, sebuah pasukan besar terlihat menuju kemari! Mereka terlihat membawa kekuatan penuh bersama mereka!"
Gadis tersebut memasang wajah serius, dia bisa memahami betapa serius situasi yang dihadapinya.
"Berapa banyak pasukan tersebut, dan darimana datangnya?"
__ADS_1
"Pasukan tersebut berjumlah sekitar 8000 orang, mereka mengambil jalan air, tapi untuk asalnya kami belum bisa memastikannya."
Gadis tersebut meletakkan gelas kopinya ke meja dan bergerak pergi bersama Pria itu. Ia hanya diam sambil terlihat memikirkan sesuatu dengan sangat serius.
"Bisakah kau panggil Taurus yang di Aula Tetua kemari, dan berapa lama dia bisa kemari?"
Pria itu menuruti permintaan sang gadis dan segera menghubungi Aula Tetua dengan sihir Telepati.
Percakapan panjang terjadi antara si pria dengan pengurus Aula Tetua. Pengurus Aula Tetua kesulitan mengkonfirmasi permintaan tersebut karena Taurus sedang tidak mau ditemui oleh orang selain yang dia kenal.
Gadis itu meminta dihubungkan dalam Telepati itu.
"Hey, kau! Siapa kau sampai berani mempersusahku? Cukup turuti kemauanku dan hubungkan saja Taurus dengan kita! Ku tunggu sampai tiga detik apabila kau tidak menurutinya akan kubuat kau menyesal ketika aku ke Aula Tetua!"
Pengurus itu terdiam, hanya ada satu wanita yang berani berteriak seperti itu dihadapan pengurus Aula Tetua, dia adalah satu-satunya Guardians wanita di kerajaan Euthorea, Virgo.
Terlepas dari parasnya dan sifatnya yang manis, dia mempunyai reputasi yang buruk dengan semua orang yang sudah menyinggungnya.
Mendengar Virgo sudah berteriak seperti itu ia tidak berani mempersulit Virgo lebih jauh dan menghubungkan Taurus bersama mereka.
"Taurus, cepat datang kemari! aku butuh bantuanmu..." Virgo menjelaskan situasi yang ia hadapi dengan harapan Taurus mau membantunya dan datang ke Kota Breathanea.
Taurus yang sedang asik berbincang terkejut saat tiba-tiba mendengar suara Virgo.
Ia yang sedang berkumpul dengan Aries dan Scorpio lalu menceritakan apa yang terjadi pada wilayah Virgo dan berencana pergi membantunya.
"Kurasa aku harus pergi membantu, aku tidak mau ada korban lagi di antara kita, aku sudah cukup kehilangan orang terdekatku!"
Taurus hendak bergerak saat Aries menghentikan langkahnya.
"Jangan begitu saudaraku, kami juga akan ikut! Kita tidak akan kehilangan siapa-siapa lagi disini!"
Aries dan Scorpio memutuskan membantu dan ikut bersama Taurus.
"Ariel, kau tinggalah dan jaga pemuda yang tadi, dan jika dia kembali lalu bertanya, cukup katakan padanya kami butuh bantuannya."
__ADS_1
Aries dan lainnya pergi meninggalkan Aula Tetua dan bergegas bergerak menuju ke kota Breathanea.