
Leo mengambil sikap waspada saat para penjaga mendekatinya, sementara Gemini terlihat tidak senang dengan sikap para penjaga yang terkesan seenaknya.
"Apakah kau adalah orang yang memanggil Beast Singa sebelumnya?"
Salah satu penjaga bertanya dengan suara tegas dan terkesan arogan, sementara yang lain mengawasi dengan penuh kehati-hatian.
"Ya, aku adalah tuannya."
Para penjaga segera memasang posisi bersiap sementara pria yang bertanya sebelumnya menahan mereka dengan tangannya.
"Begini, kami ingin bertanya satu dua hal padamu, tapi kelihatannya kami harus membawamu ke markas kami, kuharap kau mau bekerja sama dengan kami."
Leo melihat mereka dengan sekilas sebelum akhirnya menengok ke arah Gemini, gadis itu terus menunjukkan ketidaksukaannya secara terang-terangan.
"Aku mengerti."
Dengan begitu, Leo dan Gemini mengikuti para penjaga sementara para penjaga itu masih tetap bersikap waspada dan siap menyerang mereka kapan saja.
"Hei, bukankah kau terlalu gegabah?"
Gemini berbisik sambil menyikut lengan Leo.
"Seperti yang kau lihat, kita tidak bisa lari."
"Haa... dilihat dari manapun sudah jelas ini jebakan, kita pasti akan kesusahan kalau ada 2 orang yang seperti pria besar itu datang menyergap kita."
Gemini mengeluhkan kekhawatirannya, karena dia tahu selain pria besar yang sebelumnya bertanya ke mereka, penjaga lainnya masih bisa mereka atasi dengan mudah.
"Tidak perlu khawatir, jika mereka ingin menyakiti kita, mereka pasti sudah melakukannya dari awal tanpa basa basi seperti tadi."
"Haa... aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiranmu." Gadis itu mendesah berat, sikap cerianya sudah hilang dari sejak para penjaga itu datang dan sekarang dia terlihat sedikit berbeda dari biasanya.
"Baiklah, kita hampir sampai, kuharap kau tidak melakukan sesuatu yang bodoh di sini."
Usai mendengarkan peringatan itu, Leo dan Gemini tiba di depan gerbang besar di tengah kota, Gemini langsung merubah ekspresinya dan mengingatkan Leo dengan keras.
"Yap! kita harus pergi, tidak mungkin kita bisa selamat jika penghuni di dalam sana ingin kita mati."
Gadis itu mencoba menarik Leo dan pergi bersamanya, tapi Leo tidak bergeming sedikitpun, justru wajahnya terlihat sedikit terkejut.
"Hei, kau dengar apa yang kubilang!? Guru sekalipun akan kesusahan menyinggung orang-orang gila di dalam sana, mari kita pergi sekarang juga."
Merasakan tarikan Gemini semakin kuat, akhirnya Leo tersadar dan mencoba masuk ke dalam.
"Kau! Apa kau gila?? Jika ini jebakan maka kita tidak akan bisa melarikan diri, kau dengar aku!?"
Penjaga sekitar nampaknya memaklumi sikap Gemini, mereka juga akan bereaksi seperti itu jika tiba-tiba disuruh masuk ke dalam kediaman ini, karena orang-orang di dalamnya terkenal tidak waras dan sering membunuh tanpa pandang bulu.
__ADS_1
Selain itu, kekuatan penghuni kediaman ini juga tidak main-main, tidak ada yang berani melawan mereka kecuali orang-orang gila yang ada di dalam legenda.
"Tidak apa-apa."
Usai menenangkan gadis itu, Leo segera menariknya masuk, gadis itu tidak bisa melawan dan berakhir diseret oleh Leo.
'Aku akan mengingat ini, Leo!!!' dengan wajah pucat gadis itu akhirnya berjalan berdampingan dengan Leo.
Sementara itu, Leo melihat sekelilingnya dengan perasaan rumit, perasaan rindu dan hangat yang asing terasa di dadanya.
Perasaan seakan-akan ia telah kembali pulang ke rumah.
"Jika kau lelah, datanglah ke nenek, nenek akan terus memanjakanmu, sama seperti ayah dan ibumu."
Kenangan asing berputar di kepala Leo, ia merasa pernah mendengar kata-kata itu disuatu tempat.
sambil melangkah masuk ke kediaman itu, kenangannya terus berputar.
"Jika suatu hari nanti kau melakukan perjalanan jauh dan kau rindu untuk pulang, maka pulanglah, sampai saat itu, nenek pasti akan menyambutmu."
"Dan nenek pasti akan mengucapkan..."
"" Selamat datang kembali, cucuku.""
Suara nenek tua di kepala Leo terdengar jelas di telinganya, di hadapannya, seorang nenek bertongkat menatapnya dengan wajah penuh air mata.
"Kau bilang kau dari pedalaman, apanya yang pedalaman!? Kenapa kau tidak bilang kau adalah salah satu keturunan dari Keluarga Besar Benua ini?!"
Gemini berteriak kaget ke Leo, sementara pemuda itu masih terdiam di dalam pelukan sang nenek.
***
Sementara Leo sedang melakukan pertemuan yang bernostalgia, Benua bintang suci kembali menunjukkan gejolak besar.
Di suatu, hutan yang tidak diketahui letaknya, Sekelompok orang tidak dikenal tengah berteriak meminta ampun.
Mereka adalah orang-orang yang tersisa dari aliansi yang sebelumnya memulai perang. Di antara mereka, ada 3 orang yang mengenakan pakaian putih dan berjanggut panjang.
3 orang itu sibuk menyiksa dan melakukan eksperimen aneh pada wanita dan anak-anak dari kelompok tersebut.
"Cih, orang-orang ini tidak berguna. Mereka bahkan tidak bisa bertahan dari perubahan fisik dan kehilangan akal mereka."
Salah satu dari 3 orang itu mengeluh.
"Kau benar, mereka bahkan tidak bisa mempertahankan akal mereka selama satu jam saja, aku tidak tahu apakah mereka ada gunanya lagi untuk saat ini."
"Heh, kalau begitu bukankah lebih baik kita ubah saja semuanya menjadi hewan menjijikkan itu dan biarkan mereka membantai semua kerabat mereka di benua ini?"
__ADS_1
Ketiganya berdiskusi dengan senyuman mengerikan di wajah mereka. Sementara di sekeliling mereka, terdengar jeritan dan tangisan dari orang-orang yang mereka siksa.
"Ide bagus, aku suka idemu, kalau begitu ayo lakukan!"
Ketiganya tertawa sebelum kemudian mengangkat kepala orang-orang di sekitarnya dan mengubah mereka menjadi hewan buas yang dikenal dengan Ashura.
.
.
.
Aula Tetua, di hari yang sama.
Aries duduk dikelilingi tumpukan kertas yang menggunung dengan mata yang menghitam seperti panda.
Kertas-kertas itu tidak lain adalah laporan hal-hal aneh yang terjadi disekitar Kerajaan Euthorea dan pelosoknya.
Banyak serangan besar yang disebabkan oleh Ashura terjadi dan mereka kekurangan personil untuk menghentikan serangan-serangan itu.
Ditengah sibuknya pemuda itu, Virgo datang membawakannya makanan dan minuman.
"Apakah kau tidak mau beristirahat sejenak? Kau bisa mati muda jika kau terus memaksakan diri seperti ini, aku juga tidak mau menjadi janda muda saat baru saja mengadakan pernikahan beberapa minggu yang lalu."
Aries menatap gadis itu dengan senyuman, wajahnya yang kelelahan dan pucat benar-benar berbeda dari yang dulu pernah terlihat.
Dia menyingkirkan tumpukan kertas disekitarnya dan membiarkan Virgo mendekat.
"Yah, aku juga tidak berniat mati muda dan meninggalkan adik serta istriku sendirian di dunia ini, bahkan jika benar-benar terjadi, aku akan mencari cara kembali ke dunia dan kembali pada kalian."
Keduanya tertawa ringan sambil meminum minuman yang dibawa sebelumnya. Tidak banyak yang tahu bahwa Virgo dan Aries melangsungkan pernikahan mereka. Ini karena, keduanya hanya melangsungkannya secara sederhana dan bahkan nyaris tidak memiliki tamu pada acaranya.
"Yah, kau mengatakan sesuatu yang mengerikan, lupakan itu, bagaimana kabar Ariel? Sudah cukup lama sejak kepergian Leo, aku ingin tahu apakah dia sudah merasa lebih baik..."
"Ah, gadis itu, entah bagaimana ceritanya, dia tiba-tiba membangkitkan Auranya dan memimpin Aula berperang melawan Ashura, aku juga terkejut melihat perubahannya. Tapi, seperti yang kita kira, dia masih belum menerima kepergian Leo."
Keduanya menundukkan kepala mereka.
Mereka tahu, tidak mudah melepaskan ikatan, apalagi setelah mereka berkelana bersama dan berbagi pengalaman hidup dan mati bersama.
"Dia masih terus berkata bahwa Leo masih hidup dan akan kembali, tapi seperti yang kita kira, itu mustahil."
Aries menatap kembali tumpukan kertas disekitar mejanya.
"Yah, untuk saat ini mari kita fokuskan ke masalah yang ada, Ariel juga pasti akan menerima kepergian pemuda itu nantinya."
Aries meletakkan makanannya dan kembali bergulat dengan pena dan kertasnya.
__ADS_1