Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch. 93 Pengembaraan 2


__ADS_3

Hari demi hari terlewati dengan sangat cepat, seminggu, 2 minggu, 1 bulan, dan begitu seterusnya sampai ke bulan ke 3.


Selama periode waktu ini, Leo dan Gemini dilatih dengan keras oleh Guru mereka. Fisik dan mental mereka ditempa begitu kuat oleh Pria berambut putih tersebut.


Leo yang mengikuti latihan ini dengan sungguh-sungguh, akhirnya merasakan perbedaan di tubuhnya. Tentu saja, tidak hanya fisik mereka yang diasah, Leo juga diajarkan bagaimana caranya mengumpulkan Qi dengan cepat tanpa harus mengubah Auranya terlebih dahulu. Ini membuat dirinya bisa mengendalikan kekuatan dan keahliannya lebih baik lagi dari sebelumnya.


Saat ini, Guru mereka sedang pergi dalam sebuah perjalanan, sehingga mereka bebas melatih jurus khusus atau bahkan beristirahat untuk sejenak.


Tentu saja Leo memilih berlatih, sementara Gemini dengan bersemangat langsung beristirahat dengan merebahkan dirinya ke Singa putih di tepi area berlatih mereka.


"Mungkin ini waktu yang tepat." gumam Leo


Leo mengingat kembali dasar dan gerakan khusus dari sebuah jurus yang ia dapat dulu. Gerakan halus kakinya, serta metode pernapasannya berubah.


Terlihat udara disekitar pemuda itu juga menipis dan menjadi hangat sebelum akhirnya berubah menjadi panas.


Rambut panjang pemuda itu terangkat sementara matanya terpejam saat udara disekitarnya mulai terbakar.


Gemini yang melihat ini teringat akan kenangan aneh yang ia belum pernah rasakan. Bisikan-bisikan samar terdengar seakan memanggil namanya, tanpa ia sadari air matanya menetes saat menyaksikan pemandangan pemuda di depannya itu berlatih.


"Leo...." bisikan itu kembali terdengar


"R...."


"Ro...." suara di kepala gadis itu semakin lantang sementara panas di area latihan semakin terasa.

__ADS_1


Leo yang masih memejamkan matanya kembali bergerak, kali ini, ia sudah dikelilingi api panas berwarna merah yang terasa akan membakar kulit siapapun di dekatnya.


Saat Leo melepaskan serangannya, gadis berambut hijau dibelakangnya itu secara bersamaan kehilangan kesadarannya.


***


Gemini merasa pusing setelah mendengar suara bisikan samar itu ditelinganya. Ia menggelengkan kepalanya beberapa kali dan mencoba mengabaikan suara-suara itu.


Hal ini nyatanya tidak mengurangi bisikan yang datang, bahkan malah membuatnya terdengar semakin lantang di kepalanya.


Suara yang semakin lantang ini membuat Gemini menutup telinganya dan membuat kepala gadis itu terasa seperti akan meledak.


Tak kuat menahan suara-suara aneh itu, Gemini akhirnya kehilangan kesadarannya. Meski begitu, ia masih tetap mendengar suara bisikan aneh itu di telinganya, sampai akhirnya, cahaya putih aneh membuka kembali penglihatan gadis tersebut.


"Leo...."


"Hah? Aku?"


"Bodoh, itu pasti bukan aku"


Satu persatu kenangan asing diputar di dalam kepala gadis tersebut.


Gemini yang merasa asing dengan kenangan itu, secara misterius juga merasa bernostalgia disaat yang bersamaan.


"Apa ini?" ucapnya sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


"Hei, apa kau tahu? Bunga mawar merah muda di pedangku ini dibuat oleh ayahku. Ia membuatnya agar aku bisa menjadi seseorang yang lembut dan penyayang, sama seperti arti dari bunga mawar merah muda itu sendiri." Seorang gadis muda berambut coklat terlihat sedang menjelaskan asal usul pedangnya dengan antusias. Di sebelahnya, terlihat sosok yang tidak asing bagi gadis tersebut.


"Tapi aku justru menjadi lebih liar dan pada akhirnya, ayahku menyerah. Ia tertawa terbahak-bahak dan menggelengkan kepalanya." gadis itu menghela napasnya sambil tersenyum manis, air matanya juga ikut menetes saat ia melanjutkan ceritanya.


"Ia sangat memanjakanku, bahkan aku kadang berpikir apakah ia orang yang bodoh? Tapi sekarang aku mengerti perasaannya.


Terkadang untuk orang yang kita cintai, kita lupa untuk mencintai diri sendiri. Bagi kita selama dia bahagia aku juga akan ikut bahagia." gadis itu mulai menangis.


"Hei, menurutmu apakah aku bodoh? Aku mempunyai kesempatan untuk menikmati waktu bersamanya, tetapi, aku justru tidak mensyukurinya. Terus seperti itu sampai aku kehilangannya. Dan sekarang aku merindukan ayahku."


Gemini merasa sesak di dadanya, ia tidak mengerti, sejak kecil tidak ada sosok ayah baginya, namun cerita dari gadis tersebut juga memberi rasa sakit di dadanya.


Setelah gadis itu selesai menceritakan penyesalannya, sosok pemuda disampingnya segera memeluknya.


Ia menghibur gadis itu dengan kebaikannya. Meskipun terlihat garang dan dingin, nyatanya ia bisa memberikan kenyamanan dan kebaikan untuk gadis itu.


Ia tidak banyak bicara, hanya diam seperti patung dan memeluk erat gadis tersebut.


Tetapi bagi gadis itu, itu sudah lebih dari cukup.


Dengan senang hati gadis itu memeluk dan berterima kasih kepadanya, "Terima kasih, Leo."


————


Happy Reading~

__ADS_1


————


__ADS_2