Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.61 12 Guardians


__ADS_3

Teriakan dan tumpukkan mayat menjadi pemandangan pertama perang yang dihadapi para Guardians muda itu.


Beberapa dari mereka ada yang terbiasa dan beberapa lainnya menelan ludahnya saat melihat pemandangan mengerikan itu.


"Kita sedikit terlambat, Guardians Aura!" Cahaya kuning menyelimuti tubuh Aries dengan cepat. Sementara Virgo disampingnya menyusul tidak lama setelahnya.


Aries menelan ludahnya, ia sadar betapa terlambatnya kedatangan mereka, sehingga tanpa pikir panjang melepaskan sihir dalam area luas.


"Lightning Stroke! Dremion Blessing!" Sihir petir kuning digunakan bersamaan dengan sihir penyembuh.


Para prajurit yang terlambat menyadari kedatangan Aries mendapatkan kembali senyumannya, mereka tahu dengan jelas bala bantuan yang datang sudah lebih dari cukup untuk memenangkan atau setidaknya mengubah alur peperangan, itu adalah bala bantuan besar yang disebut sebagai Guardians.


"Earth Condension!" Seorang pemuda dengan rambut coklat yang agak gelap maju sambil mengayunkan pedangnya.


Pedang yang diselimuti aura kecoklatan itu menebas rata musuh-musuh dihadapannya tanpa tersisa.


"Pertahankan itu, aku akan segera bergabung!" Pemuda lain dengan rambut kemerah-merahan ikut bergabung dengan pertempuran sementara rekannya yang memberi perintah mulai mengumpulkan Auranya.


"Atlanta!" Air dengan cepat menyebar dari tempat pemuda dengan mata biru yang mendalam itu berdiri.


Sama seperti Taurus, ia merupakan seorang Ksatria yang bertugas untuk menahan serangan musuh dan menjadi tameng bagi rekan-rekannya, Ia adalah seorang Tanker.

__ADS_1


"Kerja bagus Aqua, dengan begini aku bisa menggunakan kekuatan Auraku dengan lebih efisien."


Sambil melangkahkan kakinya dengan indah, seorang gadis dengan rambut pirang yang dikuncir maju. Di tangannya sebuah tombak terlihat dengan cepat diputar-putar layaknya itu adalah bagian tubuh dari gadis itu sendiri.


Gadis itu mengambil posisi bersiap, "Aku akan menyerang."


Bayangannya terlihat menembus Air yang membungkus medan perang di depan mereka. Lalu di awali dengan belasan, kemudian bertambah menjadi puluhan dan bertambah lagi menjadi ratusan orang. Korban dari tombak gadis itu terus bertambah.


Para prajurit Kerajaan yang melihatnya tidak dapat membantu selain mencoba menutup mulut mereka yang terbuka lebar. Hanya tiga dari mereka saja sudah menyebabkan perubahan besar pada jalan pertempuran, tidak bisa dibayangkan apabila orang-orang ini memilih menyerang Kerajaan alih-alih membantu mereka.


"Kita pasti akan berubah menjadi batu asahan untuk senjata mereka ..." ucap seorang prajurit sambil menelan ludahnya.


Pemuda berambut kemerahan tersenyum sejenak sebelum menggoda gadis itu, "Kau selalu cantik dalam medan perang, seperti biasanya."


Gadis itu menatapnya dengan tajam sebelum kembali menambah daftar korban dari tombak tajamnya.


"Baiklah, mari kita lakukan!" Pemuda berambut kemerahan yang tidak lain adalah Cancer bergerak maju, sebuah tongkat dengan bilah berbentuk lingkaran diujungnya menemani langkah pemuda tersebut.


Dengan Aura uniknya yang berwarna merah maroon ia menghabisi musuh-musuhnya dengan satu tebasan dan gerakannya nampak kasar tetapi tidak kalah efektif dari gadis yang merupakan Guardians muda lainnya, Pisces.


Cancer mengayunkan tongkat sabitnya seperti orang gila. Tidak ada orang yang berani mendekat, bahkan sesama Guardians lainnya mengakui kekuatannya dan enggan mencari masalah dengannya.

__ADS_1


"Kau terlalu kasar, 'Elegan' adalah bagaimana cara Guardians menjalankan tugasnya." Tidak lama setelah suara itu terdengar, puluhan cakram baja berterbangan dan mengenai pasukan musuh dengan akurat serta meminimalkan kerusakan yang dialami rekan-rekannya.


Pemuda lain yang ada di barisan itu menunjukkan ekspresi kosongnya, kemudian ia menyampaikan pendapatnya sambil bergidik ngeri, "Itu elegan? Cara yang tidak manusiawi itu kau sebut Elegan? Kau perlu belajar tentang ini nantinya." Usai pemuda itu menyampaikan pendapatnya Sebuah pisau dengan benang perak yang mengikatnya terbang di sekitar pemuda itu.


"Yah, aku tidak bermaksud mencelamu. Tapi aku juga tidak mengakui seleramu."


Ia kemudian melesat pergi meninggalkan kerumunan Guardians dan bertukar peran menjadi penyerang utama.


Pisau yang dikendalikan langsung dengan Aura yang menyerupai benang terbang dengan mengerikan dan membunuh musuh-musuh yang mendekat ke arahnya.


Pemuda itu hanya menunjukkan wajah datar tanpa ekspresi sebelum akhirnya menghilang dari pandangan semua orang.


"Dia mulai lagi," Cancer mencibir.


Tidak lama setelah Cancer mencibirnya, pemuda itu muncul dengan beberapa bayangan yang menyerupai dirinya dengan persis. Pisau terbang yang mengitari tubuhnya, mata gelap tanpa cahaya, serta wajah dingin tanpa ekspresi. Ada lima dari penampilan itu setelah beberapa saat menghilang dari pandangan orang-orang.


Satu dari pemuda itu saja sudah cukup untuk meratakan seratus orang, kini ada 5 dari dia? Para prajurit musuh tidak punya tujuan selain daripada kematian.


————


Dukung Author dengan memberi Like, Fav dan Komen di Kolom Komentar!

__ADS_1


__ADS_2