Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.53 Menuju Pertempuran Terakhir


__ADS_3

Wanita misterius yang sebelumnya menghadang Myrthe menelan ludahnya.


Ia sadar gerakan yang dilakukan oleh pemuda itu cukup berbahaya apabila terlambat ia sadari.


Tanpa menunda lebih lama lagi, ia mengambil senjata yang ada di pinggangnya.


Terlihat beberapa bilah pisau kini berada di sela-sela jarinya.


Sambil memperhatikan pergerakan pemuda tersebut, wanita itu melemparkan pisaunya dengan cepat saat melihat celah yang terlihat pada pemuda tersebut.


"Mainan seperti ini tidak akan melukaiku, menggelitik saja tidak." ucap Myrthe dengan nada merendahkan.


Melihat pemuda di hadapannya tidak kesulitan sedikitpun dalam menepis pisau-pisaunya membuat wanita tersebut menjadi frustasi.


"Apa kalian akan diam seperti itu terus? Serang dia!" perintahnya pada anak buahnya yang mengelilingi pemuda itu.


Myrthe berdecak kesal saat menyadari situasinya tidak menguntungkan, tanpa memiliki banyak pilihan, ia terpaksa menunjukkan kartu asnya.


"Dragons Aura!"


Tepat setelah sang pemuda mengeluarkan Auranya, puluhan prajurit berpakaian hitam seperti assasin itu berjatuhan.


Dari 80 orang yang menyerang hanya 40 yang masih bisa berdiri walaupun sedikit kesusahan.


Myrthe tersenyum sinis melihat separuh musuhnya berguguran hanya karena Auranya, setelah mengamati situasi, ia bergerak cepat menghabisi satu persatu musuh di hadapannya.

__ADS_1


Dengan langkah kaki yang sangat cepat, Myrthe melesat menghabisi para prajurit yang kehilangan kesadarannya terlebih dahulu.


"Dragon's Step!"


Langkah kaki Myrthe menjadi lebih cepat, selang beberapa saat kemudian ia mulai menghabisi para prajurit yang kesusahan berdiri karena Auranya.


"Hentikan dia! Cepat!" Wanita itu berteriak histeris, ia tidak menduga bahkan dengan penglihatannya yang cukup tajam dan sangat fokus sekalipun masih susah untuk mengikuti pergerakan pemuda di hadapannya.


"Setelah beberapa saat baru ada perlawanan? Hahaha, tidak berguna!"


Myrthe menambah tekanan Auranya, memberikan musuh-musuhnya tekanan berat layaknya sedang ditimpa oleh batu berukuran besar.


"Auman Naga!"


Melihat anak buahnya semakin berkurang dengan cepat, wanita misterius itu akhirnya turun tangan menghadapi Myrthe secara langsung.


Walau beban berat di punggungnya masih belum menghilang dan bertambah kuat, ia tidak punya pilihan selain melawan pemuda itu secara langsung.


"Kalian semua! Bantu aku!" ucap Wanita itu sambil mengambil lebih banyak pisau dari sabuk di pinggangnya.


Puluhan pisau dan jarum berterbangan melewati Myrthe tanpa henti, tetapi, seakan sudah memprediksi kemana jarum dan pisau itu akan terbang, Myrthe dengan mudah menghindari semua pisau dan jarum yang di arahkan padanya.


Sambil menggunakan pedangnya sebagai perisai, Myrthe mulai mempersingkat jarak di antara mereka.


"Tidak ada cara lain, lawan dia bersama-sama! Aku tidak percaya dia masih akan bertahan dengan jumlah kita yang sebanyak ini!" Salah satu prajurit menyampaikan pendapatnya.

__ADS_1


Dengan cepat puluhan orang yang tersisa mengelilingi Myrthe dan bertukar serangan dengan kakek yang nampak muda itu.


Mulai dari 1 lawan 1 sampai akhirnya bertumpuk dan menjadi pengeroyokan, Myrthe tetap tidak kesulitan menahan dan menghindari serangan yang ditujukan kepadanya.


"Sialan! Aku tidak percaya dia akan sekuat ini!" Wanita itu merenungkan keputusannya yang menyerang tanpa memperkirakan kekuatan musuh.


"Kau akan membayar ini!"


Wanita itu menelan sebuah benda kecil yang ia ambil dari kantong kecil yang ia bawa di sabuk pinggangnya.


Dengan cepat cahaya merah kehitaman menyelimuti tubuhnya.


Tidak berselang lama, tubuh wanita itu menjadi dipenuhi dengan Aura mengerikan yang menekan segala sesuatu di sekitarnya, tidak terkecuali Myrthe.


'Aura ini?! Aura yang sama yang kurasakan di desa Loa beberapa minggu yang lalu?!' batin Myrthe sambil menatap waspada wanita tersebut.


————


Up! Ke depannya akan saya coba lebih singkat lagi waktunya, mohon maaf apabila kalian merasa kurang puas dengan hasilnya, karena saya masih mencari cara agar bisa memuaskan kalian dengan cerita yang saya bawakan.


Semoga kalian terhibur dengan cerita yang saya tulis ini, sekian dan terima kasih!


————


Jangan lupa untuk terus mendukung Authornya ya!

__ADS_1


__ADS_2