Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.67 Malaikat Kembar


__ADS_3

Leo menghilang dari pandangan kedua saudari itu, sebelum muncul di samping kiri mereka.


Pedang putihnya yang masih disarungkan dihempas ke arah gadis-gadis cantik itu berdiri.


Gadis yang berada paling dekat dengan Leo merasakan sakit yang teramat sangat saat sarung pedang yang dialiri oleh Aura itu mengenai perutnya.


"Ugh!"


"Fanny!"


Darah merah mengalir dari tepi bibirnya sementara saudara kembarnya yang khawatir mulai marah.


"Kau! Berani sekali!" Gadis itu berteriak histeris dan menciptakan keadaan seakan-akan Leo adalah penjahat yang sebenarnya.


Leo menurunkan alisnya dan menatap datar kedua gadis tersebut, "Tsk, aku tidak suka ini. Menyerahlah dan aku akan membiarkan kalian pergi, kalian juga seharusnya belum melakukan banyak kejahatan dengan sikap kalian yang masih naif seperti itu." Leo mengembalikan pedang itu ke pinggangnya.


"Sekarang pilih, aku akan kembali secepatnya. Dan jika kalian memilih menyerah jalanilah kehidupan dengan benar, ada banyak orang diluar sana yang mendapatkan takdir terburuk. Tetapi, sejauh yang kulihat mereka justru menciptakan keajaiban dari kebaikan mereka sendiri."

__ADS_1


Kedua gadis itu terdiam cukup lama sebelum akhirnya sang kakak maju mendekati Leo, "A-Apa yang kau tahu! Bagaimana kau bisa mengerti? Kau hanyalah bangsawan sombong yang bahkan tidak pernah melirik kehidupan di bawahmu bagaimana kau mengerti rasanya hidup dalam kesusahan?


Bagaimana kau bisa mengerti hidup dalam kesendirian? Tanpa orang tua ataupun tempat berlindung? Tutup mulut menjijikkanmu itu dan hadapi kami dengan serius!" Gadis itu berteriak pada Leo, seakan-akan ucapan Leo itu hanya omong kosong baginya.


Sang adik yang di sampingnya merasakan kesedihan yang sama dengan Kakaknya karena mereka berbagi takdir yang sama.


"Tsk, kalian juga sama. Bukankah aku tidak pernah menyebutkan aku adalah bangsawan sebelumnya? Kalian terlalu mudah menilai seseorang hanya dari penampilannya.


Dan juga, aku mengerti karena hidupku kemungkinan besar tidak lebih baik dari kalian, terserah kalian ingin bicara apa. Tetapi, mari akhiri sampai sini saja aku ingin mendengar jawaban kalian, menyerah atau aku akan memberi kalian pencerahan!" Tatapan dingin Leo kembali menghiasi kedua mata tajamnya.


"Kak Finna ... " Sang adik yang diam sedari tadi membuka mulutnya, memang benar mereka belum terlalu lama bergabung dengan kelompok penjahat itu.


Tombak lentur miliknya mengarah lurus ke leher Leo, hanya saja pemuda itu tahu sasaran gadis itu bukanlah lehernya.


Ting!


Pedang putih indah bertabrakan dengan tombak lentur itu tepat sebelum ujung tombak menyentuh jantungnya.

__ADS_1


Gadis berambut panjang itu kembali mengayunkan tombaknya dengan ganas, pemandangan itu sangat kasar untuk seorang gadis, tetapi entah bagaimana juga terlihat cantik di saat bersamaan.


Pantulan cahaya senja yang terpantul dari ujung tombak dan pedang putih itu menghiasi hutan layaknya sebuah pertunjukkan.


Gerakan tangan yang mengayunkan tombak dengan cepat, gerakan kaki yang mengubah langkah untuk menjaga posisi tetap seimbang dan rambut hitam terurai yang bergerak halus setiap kali gadis itu bergerak. Semua itu terlihat seperti tarian bagi siapa saja yang melihatnya, ini juga berlaku untuk Leo yang bergerak pasif untuk melindungi dirinya dari serangan tajam dan mematikan dari tombak gadis itu.


"Tidak buruk, tapi masih belum cukup," Leo mengubah lintasan pedangnya, dengan cepat perubahan kecil itu menghancurkan momentum indah dari tarian gadis tersebut.


Saat gadis cantik itu mulai panik dan mencoba mundur sebuah benda dingin menghantam lehernya.


"Selamat malam."


Pandangannya yang menggelap menangkap samar bayangan pemuda itu mendekat ke arahnya.


————


Thanks For Reading

__ADS_1


————


Hope you'll Enjoy it!


__ADS_2