Hanya Ada Kita

Hanya Ada Kita
Dua Cangkir Kopi


__ADS_3

Kita pindah ke tempat lain, di mana Fahmi berada. Rumah tiga lantai yang sepi akan penghuni selain Fahmi dan sang ayah berserta beberapa pelayan dan satpam saja.


Rembulan bersinar terang malam ini, terlihat cantik dengan bulatan penuh. Awan hitam menghiasi langit malam, dua cangkir kopi menemani dua orang ayah dan anak yang sedang ingin mengobrol.


Jaket tebal membungkus tubuh keduanya, udara dingin sampai menusuk kulit, pepohonan bergoyang-goyang dan dedaunan yang berjatuhan. Mereka duduk di pinggir kolam renang, bukan hanya dua cangkir kopi sebagai teman, tapi juga sepiring kue sebagai camilan malam.


“Ayah ... ” Fahmi memulai pembicaraan setelah mereka lama diam, ia mengambil secangkir kopi panas miliknya, lalu menyeruputnya.


Rasa pahit bercampur manis, lewat di lidah lalu lanjut masuk ke kerongkongan. Melewati tenggorokan menuju perut, rasa hangat menjalar. Nikmatnya secangkir kopi manis yang di campur gula, selain mengurangi rasa pahit tapi juga mengurangi kepahitan dalam hidup.


“Hemm... ” ayah menyahut, ia pun sama, menyeruput kopi panasnya.


Sedikit ragu untuk bicara, "Apa nggak sebaiknya kita beritahu Nara?" ucap Fahmi langsung, to the poin.


“Sruppp ... ahhh ... ” setelah menyeruput kopinya, “Apa menurutmu harus saat ini?”


“Ehm ... Aku juga nggak tahu, tapi sudah banyak sekali yang di lalui Nara. Apa Ayah nggak kasihan?”


“Kasihan? Siapa yang tidak kasihan, melihat putri sendiri hidup susah, harus mencari nafkah sendiri. Merawat anak-anak sendiri. Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa,” kata ayah sambil menunduk.

__ADS_1


Menatap ke arah kolam, di dalamnya ada bayangan bulan.


"Lalu kenapa Ayah tidak bilang jujur saja pada Nara?" tanya Fahmi, ia melihat ke arah ayahnya. Di sampingnya, ayah sedang memejamkan mata, dengan kaki ber-selonjoran dan tubuh menyandar pada kursi panjang yang dia duduki.


“Aku belum siap,” jawabnya singkat, matanya terpejam namun tidak tertidur. Rasa kantuk belum tiba, tapi tubuhnya lelah sehingga ingin cepat istirahat.


“Padahal 25 tahun lebih,” ucap Fahmi lirih, ia tersenyum miris.


Yang sebenarnya, Nara adalah adik kandungnya, bukan kebetulan. Tapi ia sudah cukup lama mengetahui hal ini. Hanya saja, ayahnya tidak ingin kalau Fahmi sampai bilang pada Nara tentang identitas sebenarnya.


Fahmi sendiri bingung, tidak tahu kenapa. Yang pasti, ia sangat senang saat mengetahui kalau ternyata Nara sebenarnya masih hidup, dan tidak hilang.


(kejadian sebenarnya nanti akan di bahas di bab selanjutnya:)


"Yang mana?" Fahmi mengerutkan dahi, seingatnya, ia tidak pernah berjanji mengenai apapun pada ayahnya.


"Kamu bilang, pengen bawa anak-anak ke sini, tapi kapan? Sampai sekarang belum juga." Ayah cemberut, Fahmi menepuk jidat, ia lupa mengenai hal ini


“Aku lupa," Fahmi kembali mengambil kopinya yang tinggal setengah lagi. Lalu menyeruputnya, habis dalam sekali tegukan terakhir.

__ADS_1


“Padahal aku sudah nunggu, cukup lama tapi tak ada kepastian dari kamu.”


Fahmi melengos, "Maksud Ayah aku tukang PHP?"


"Bisa di bilang begitu. Ah, rasanya sudah lama kita tidak bersantai seperti malam ini," ayah memejamkan matanya kembali. Semilir angin malam, tak mampu membuat mereka untuk pergi dari tempat itu.


“Yah, sebaiknya kita beritahukan Nara, lebih cepat lebih baik. Dia sudah cukup menderita," Fahmi kembali bicara mengenai topik utama mereka malam ini.


"Nanti Ayah pikirkan, sekarang Ayah ingin bersantai, sambil mengingat masa lalu yang indah," Ayah menghembuskan napas, mengingat kembali bayangan sepuluh tahun yang lalu.


Dimana dia dan istrinya masih hidup dengan bahagia, bersama dengan kedua anak yang mereka sayangi. Cukup lama, sampai tak terasa ternyata malam semakin larut.


Terlalu hanyut dalam bayangan masa lalu, Ayah tak menyadari kalau dia ternyata tertidur. Kemudian terbangun saat Fahmi mengguncang tubuhnya. Mereka masuk ke dalam rumah, dengan mata yang mengantuk.


.


.


.

__ADS_1


bersambung


maaf pendek 🤧 maaf juga jarang up, makasih yg udah mau mampir. maaf lagi, kalau ceritanya rada kurang nyambung dan alurnya berantakan 😭🤧🤧😘


__ADS_2