Hasrat Tuan Anderson

Hasrat Tuan Anderson
FAKTA LAIN?


__ADS_3

Reyan berusaha menghapus air mata itu, tapi tiba-tiba Melia menggeleng. Membuat Reyan mengurungkan niatnya dan segera menarik tangannya kembali.


"Mel? Kenapa tiba-tiba kamu diusir dari rumah itu? Kenapa tiba-tiba kamu ada di sini?"


Melia pun masih tidak tahu harus menjawab apa.


"Apa ini semua karena laki-laki itu? Kamu tahu, laki-laki seperti dia pasti mampu melakukan apa pun untuk mendapatkanmu ... aku bahkan sudah tahu apa isi kepalanya."


Melia menahan napas. Ia tidak mungkin menceritakan semuanya kepada Reyan.


"Kembali lah padaku, Mel. Aku punya tempat tinggal yang bisa kamu tinggali juga. Ayo ikut aku."


Tapi baru saja Reyan menarik tangan Melia, Melia kembali menggeleng sambil menepis tangan Reyan.


"Maaf, Rey. Aku tidak bisa."


"Mel? Kenapa keras kepalamu itu dari dulu sampai sekarang tidak berubah?"


Melia tetap menggeleng. Hanya saja, setelah apa yang sudah dilakukan oleh Melia beberapa waktu yang lalu, rasanya Melia tidak pantas untuk menerima bantuan dari Reyan. Melia takut, di situasi sekarang ini, ia takut akan malah memanfaatkan Reyan.


"Mel?"


"Aku ... aku harus pergi."


"Pergi ke mana? Apa kamu gila?! Di luar sedang hujan deras."


Hari ini, ada dua orang yang mengatai Melia gila. Membuat Melia mengernyit, dan menahan napas hanya untuk sesaat.


"Aku ... bisa mengatasi ini semua sendirian. Dan ..." Melia kembali menahan napas. "Jangan ikut campur padaku."


Entah, Melia tidak tahu kenapa ia bisa mengatakan hal sekasar ini kepada Reyan. Hanya saja Melia ketakutan jika Reyan ikut campur, Anderson akan bertindak hal-hal fatal lagi. Sudah cukup baginya mengetahui kekejaman Anderson kepada Jinny. Melia takut Anderson akan bertindak hal di luar batas lagi kepada Reyan.


"Mel?"


"Maaf Rey, aku harus pergi."


"Mel?! Apa kamu tidak sadar juga?! Apa kamu bisa tidak sadar seperti apa sosok lelaki yang kamu cintai itu?!"


Baru saja Melia akan melangkah, yang dikatakan oleh Reyan membuat Melia menoleh ke belakang lagi.


"Maksudmu?"

__ADS_1


"Sudah cukup kamu pura-pura tidak tahu. Sudah cukup kamu pura-pura untuk menutup mata. Aku yakin, dalam dasar hatimu kamu sebenarnya tahu siapa sebenarnya sosok Anderson."


"Reyan, apa yang kamu katakan?!"


"Orang yang sudah menghancurkan keluargaku. Orang yang sudah membuat Ayahku bangkrut, orang yang sudah membuat Ibuku meninggalkanku, adalah orang yang selama ini menguntit hidupmu."


Deg.


Jantung Melia berdesir tidak karuan.


"Kamu ... tidak mempunyai bukti apa-apa."


"See?! Kamu masih membelanya. Kamu sudah terlalu lama menutup mata, tapi karena rasa cintamu, kamu masih berpikir positif bahwa itu bukan dia."


"Reyan, berhenti lah."


"Lalu, siapa orang yang dulu selalu datang ke rumahmu? Orang yang memasang kamera pengintai di rumahmu?! Dan sekarang ...?! Setelah apa yang sudah Anderson lakukan padamu, kamu baru sadar kan bahwa hanya dia satu-satunya orang yang mampu melakukan segala macam cara. Melakukan hal licik untuk mendapatkanmu."


"Reyan! Kamu tidak mempunyai bukti apa-apa."


"Ha ha ha. Lihat lah dirimu, Mel. Cinta sudah membuatmu buta. Oh bukan buta, tapi kamu sengaja menutup mata."


"..."


Jantung Melia kembali berdesir dibuatnya.


Melia kembali ingin menangis. Semua perkataan Reyan bahkan hampir membuat semua pertahanannya goyah.


"Aku harus pergi."


"Apa kamu masih tidak sadar?! Dia bukan cinta padamu! Tapi dia hanya terobsesi padamu?!"


"Reyan!"


"Apa kamu masih tidak sadar seperti apa dia sebenarnya?! Apa kamu masih mau hidup dengan lelaki yang dengan gampangnya bisa menghancurkan hidup orang lain termasuk aku?! Bahkan, hubungan kita juga hancur oleh laki-laki seperti dia!"


Melia mencengkeram tangannya kuat-kuat.


"Ayo lah, Mel. Sebelum kamu bersamanya, kamu sudah bersamaku. Dia tiba-tiba datang menghancurkan semuanya."


Melia menggeleng-gelengkan kepala keras. Sebelum Reyan mengatakan hal lebih jauh lagi, Melia harus pergi dari sini.

__ADS_1


"Oh, ya. Apa kamu lupa dengan Boby temanmu?"


Melia mengernyit. "Kamu ... dari mana kamu kenal dengan Boby?"


"Dunia ternyata sempit, eh?" Reyan terkikik geli. "Hanya saja, aku juga penasaran akan sosoknya. Oleh sebab itu aku juga mencari tahu siapa orang-orang yang hidupnya sudah dihancurkan oleh Anderson."


"..."


"Apa kamu tidak penasaran bahwa dia sebenarnya sudah mengaku kalau orang yang menabraknya adalah sekretaris dari Anderson, ah ya, siapa namanya ...? ... Bram ...? Iya kan?"


Skak match.


"Dan sekarang, aku tanya padamu ... apa kamu masih mau hidup dengan pembunuh macam dia?"


Disaat mereka terus menerus berdebat tentang Anderson, mereka tidak tahu bahwa sedari tadi ada yang mengintainya dari sudut yang gelap.


Rambutnya acak-acakan, pakaiannya juga sangat lusuh, tatapannya tajam menatap ke arah Melia.


"Lihat saja, jika kamu tidak segera mengirimkan uang padaku. Aku akan mencelakai wanitamu yang sangat sempurna itu," desisnya di tengah deras hujan.


***


Rosa sudah tidak mampu melakukan apa-apa lagi. Seluruh tubuhnya terkunci, mulutnya dibungkam dan semua pakaiannya sudah berceceran ke atas lantai.


Tidak ada satu orang pun yang bisa menolongnya. Seluruh ruangan ini gelap, dan Rosa yakin pasti tidak akan ada yang bisa datang ke tempat ini meski Rosa bisa berteriak sekencang apa pun.


Hanya tangis yang terus pecah, Bram semakin meringsut datang kepadanya. Membuat Rosa semakin takut, karena Bram yang ada di depannya saat ini sudah mirip seperti binatang buas.


"Aku sudah tertarik padamu entah sejak kapan. Belum pernah aku merasakan perasaan ini kepada perempuan mana pun. Dan hanya dengan cara ini, aku bisa memilikimu, agar kamu tidak bisa membebaskan diri dariku."


Bram gila. Benar-benar gila.


***


Guys, maaf ya ... kemarin gag update.. ada sedikit problem jadi gag bisa ngetik.. maafkan aku ya...


virgin not for sale, masih aman. Bisa update setiap hari karena sebenarnya novel itu tu udah tamat di laptop. Kalau HTA, gag bisa ... soalnya itu tu murni on going, dan aku ngetiknya di aplikasi noveltoon langsung.


Oiya, aku pengen survey nih...


Kalian tim Anderson...

__ADS_1


Atau tim Reyan...?


dan bagi yang tanya visual... aku gag mau ngerusak imajinasi kalian guys.. hahhahahah.. sebenarnya, aku udah punya gambaran siapa pemerannya.. tapi gag mau aku bocorin karena fix! itu pasti ngerusak apa yang kalian imajinasi kan... tapi jujur, tiap aku nulis cerita ini, pasti langsung inget sama artis itu.. buwahahahaha..


__ADS_2