Hasrat Tuan Anderson

Hasrat Tuan Anderson
RAHASIA YANG MULAI TERBONGKAR SATU PERSATU


__ADS_3

Tiga hari yang lalu ...


Malam di mana Melia menjadi tawanan oleh sang pembunuh itu.


Bohong rasanya kalau Reyan juga tidak mendengar jeritan yang keluar dari mulut Melia waktu itu. Membuat Reyan kaget dan membelalakkan mata karena untuk yang kesekian kalinya, ia mendengar jeritan Melia lagi.


Detik ini, tepat tiga puluh menit yang lalu Reyan ditinggalkan oleh Anderson. Jatuh tersungkur di atas lantai ketika Anderson juga berusaha memukulinya berulang kali.


Reyan ingin bangkit, tapi tenaganya tidak cukup kuat. Tapi tekatnya untuk menemukan Melia lebih dari segalanya. Setelah pengakuan Anderson yang mengatakan bahwa dirinya lah orang yang selama ini ia cari, Reyan benar-benar ingin memberi tahukan tentang semuanya kepada Melia.


Reyan tertatih-tatih. Samar-samar ia melihat begitu banyak orang orang yang ikut berlarian mencari keberadaan Melia di tengah hujan dan sepinya lorong jalanan.


"Melia ...?"


Dan lagi-lagi teriakan itu terdengar lagi. Gemuruh langkah dari suara kaki Anderson juga terdengar untuk mencari keberadaan Melia.


Dahi Reyan mengerut, bahkan Anderson juga tidak tahu keberadaan Melia ...? Apa Melia benar-benar dalam keadaan bahaya sekarang ini?


Detik itu juga Reyan seperti diberi kekuatan, ia mampu berdiri dan ikut mengekor dari arah belakang dengan mengerahkan semua tenaganya meski dengan tertatih-tatih.


Tanjakan itu nyatanya membuat gerakan Reyan begitu lambat. Hanya butuh waktu lima menit ketika tiba-tiba seorang pengawal turun dari tanjakan hingga membuat Reyan cepat-cepat bersembunyi.


Reyan masih belum paham akan situasinya. Hingga sampai pada akhirnya Reyan membelalakkan mata ketika ia berhasil menemukan Melia dan melihat Melia sedang disekap. Reyan melihat dengan mata kepalanya sendiri dari arah semak-semak bahwa Melia sedang dibuat tawanan.


Baru saja Reyan akan melangkah untuk pergi ke arah Melia, seorang pengawal yang lima menit lalu tampak pergi kini datang kembali dan membawa koper-koper berisikan uang.

__ADS_1


Semua berlalu dengan begitu cepat. Melia ditukar dengan setumpuk uang itu hingga pembunuh itu pergi meninggalkan mereka semua.


Reyan ingin segera datang menemui Melia. Ingin menolongnya dan merengkuh tubuh itu. Tapi ketika melihat Anderson yang langsung memeluk Melia membuat Reyan segera menghentikan niatnya dan hanya memandangnya dengan mengepalkan kedua tangannya.


Tapi ada sederetan kalimat dari pembunuh itu hingga membuat mata Reyan terbelalak kaget.


"Kenapa Anderson ...? Itu sudah sebanding dengan apa yang sudah kamu lakukan kepadaku di masa lalu? Apa kamu tidak tahu bagaimana menyedihkannya penjara saat aku menggantikanmu ..."


Dan itu lah kalimat yang pembunuh itu katakan. Sebuah rentetan kalimat ambigu hingga membuat Reyan memutar otak.


Tapi, Reyan masih belum bisa menerjemahkannya. Ia kemudian ... hanya bisa melihat Melia dibopong oleh Anderson dan membawa Melia pergi ke rumah sakit.


Dan kini, hanya tersisa Reyan seorang diri di sini. Menjadi penonton, dan benar-benar membuat dadanya terasa sangat sesak. Rasanya sangat ngilu tapi Reyan tidak mempunyai pilihan lain, mungkin ... dia akan membiarkan Melia dulu karena hanya ini lah satu-satunya cara untuk menyelamatkannya.


Untuk apa pembunuh itu mengatakan bahwa dia menggantikan Anderson berada di dalam penjara?


***


Reyan terbatuk-batuk ketika ia menaiki motornya, rasanya masih sangat sesak tapi ia juga harus mencari di mana keberadaan pembunuh itu.


Dan ternyata ...


Bukan hanya dirinya yang mencari sosok itu, beberapa mobil yang berada di depannya juga sepertinya tengah mencari sosok orang yang telah mencelakai Melia.


Hingga satu kebetulan yang lainnya kembali datang ...

__ADS_1


Satu jam berlalu dan lagi-lagi Reyan tidak sengaja melihat pembunuh itu dibekuk dengan mudahnya di pinggiran jalan hingga membuat Reyan semakin bertanya-tanya.


Sebenarnya, sosok orang seperti Anderson pasti akan dengan sangat mudah membekuk orang seperti itu.


Tapi, kenapa baru sekarang?


Kenapa baru sekarang Anderson melakukannya setelah melihat Melia terluka? Seperti ada sebuah kesepakatan di antara mereka dan sebuah kisah di masa lalu yang membuat Anderson enggan melakukannya di waktu yang lalu.


Lalu, jenis kesepakatan apa itu?


Apa ini ada hubungannya dengan Anderson yang menggantikannya di penjara?


Atau apa semua ini ada hubungannya dengan Melia?!


Dan pada akhirnya Reyan membuntuti mereka lagi. Hingga sampai pada suatu ketika Reyan telah berhasil menemukan markas, tempat para bodyguard itu mengurung pembunuh itu di sebuah rumah kumuh yang menjulang tinggi.


***


Dan hari ini, adalah tepat tiga hari semenjak kejadian itu ...


Reyan kembali mengendap-endap. Beberapa pengawal sudah tampak lengah dan Reyan nekat untuk masuk ke dalam rumah itu.


Reyan menggertakkan giginya. Reyan sudah bertekad bahwa dia akan menemukan sosok pembunuh itu.


Hidup atau mati ...! Reyan akan membongkar seluruh kejahatan Anderson selama ini.

__ADS_1


__ADS_2