Hasrat Tuan Anderson

Hasrat Tuan Anderson
REKAMAN PENGAKUAN


__ADS_3

Dan di sini lah Melia berada. Di suatu tempat di ruangan yang sedingin es dan hanya ada Reyan dan Melia di tempat ini.


"Kita di mana Rey? Kenapa kita pergi sejauh ini?"


Reyan duduk di atas sofa yang sudah usang. Reyan dan Melia sudah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam hingga akhirnya mereka berada di tempat ini.


"Tenang Melia, paling tidak kita aman di sini. Ini rumah kenalanku yang terbengkalai."


Melia menatap ke semua arah. Penuh debu dan juga usang. Jujur Melia sedikit tidak nyaman berada di sini, hanya saja rumah ini terkesan singup,gelap dan ...


"Kamu masih takut dengan setan, eh?" Walau pun situasinya masih tegang, Reyan masih saja bisa bercanda.


"Emm, aku ..."


"Kamu masih sama seperti dulu. Sebenarnya kamu penakut tapi sok-sokan tinggal di rumah sendiri."


Melia menghela napas. Tapi, utamanya bukan ini. Melia harus bertanya kepada Reyan mengenai semua hal yang sudah terjadi. Mengenai ucapan Reyan waktu itu ...


"Reyan, sekarang ... bisa kah kamu jelaskan apa yang sudah terjadi? Aku ingin melihat semua bukti yang kamu janjikan padaku."


Mendengar hal itu Reyan melenguh.


"Tidak bisa kah kamu melupakan dia sedetik saja? Aku sengaja merubah topik pembicaraan agar kamu bisa mengenang masa lalu kita."


"Reyan aku mohon ..."


Gigi Reyan gemeletuk. Melia sudah benar-benar dicuci otaknya oleh laki-laki itu!


"Kamu membohongiku, kan? Kamu bohong kan? Anderson tidak mungkin melakukan hal sekeji itu."


Reyan menutup mata.


Ternyata memang benar. Melia sudah terlalu jatuh cinta padanya ...

__ADS_1


"Baik lah," Reyan putus asa. Ia kemudian mengambil diska lepas pada saku celananya dan mengangkatnya ke arah Melia.


"Apa itu?"


"Biar kamu lihat sendiri betapa bajingannya laki-laki itu."


"Rey ...?"


Reyan kemudian mengambil sebuah note book yang entah dari mana asalnya, kemudian meraih tangan Melia untuk duduk di sampingnya.


Melia mengerutkan dahi dan semua itu adalah sebuah rekaman suara. Reyan sengaja memperbesar suaranya agar Melia dapat mendengar dengan jelas suara Anderson.


***


Dan pada akhirnya ...


Semua tangisan itu pecah ...


Seluruh tubuh Melia bergetar hebat. Jantungnya seperti ditikam oleh belati yang sangat tajam hingga terasa teriris-iris pedih.


"*Ya, aku lah yang membuat orang tua Melia sampai meninggal."


"Aku sudah membayarmu mahal untuk menggantikanku di penjara, kamu masih menginginkan lebih?"


"Apa yang sudah kamu lakukan pada Melia?!!! Apa kamu ingin aku bunuh*?!!!"


Adalah beberapa penggal kalimat yang diucapkan oleh Anderson hingga membuat Melia langsung membungkam mulutnya sendiri.


Melia tidak menyangka, Anderson lah orang yang selama ini ia cari.


"Ya, Melia. Orang yang tidak bertanggung jawab itu adalah Anderson ... laki-laki pengecut yang menyuruh orang lain menggantikannya di penjara."


"Reyan ini tidak mungkin kan?"

__ADS_1


Dan sudah sampai sejauh ini, Melia masih tidak ingin percaya akan semua kenyataan ini. Membuat Reyan kembali marah dan mengguncang-guncangkan tubuhnya.


"Mel!!! Apa kamu gila?!"


Melia menangis sesenggukan. Air matanya semakin deras menetes, semua hal ini benar-benar membuatnya tidak percaya.


Anderson ... orang yang sangat ia cintai ... ternyata adalah orang yang menyebabkan orang tuanya meninggal.


"Setelah semua bukti yang ada bagaimana bisa kamu masih terus membelanya?! Sampai kapan kamu mau menutup mata? Sampai kapan kamu masih tidak mau mempercayai semua hal ini?!"


"Anderson pembunuh orang tuamu, Melia! Sadar lah. Dan aku harap kamu tidak perlu untuk berhubungan dengannya lagi! Bagaimana bisa kamu hidup bersama orang yang sudah membuat orang tuamu terkubur di dalam tanah?!"


"Anderson orang jahat, Mel. Orang yang sangat jahat. Dia bahkan sudah menyelaikai semua orang di sekitarnya. Menghancurkan hidup orang lain termasuk aku dan kamu masih membelanya? Apa cintamu padanya memang sudah segila itu?!"


Melia masih terus menangis histeris. Seluruh tubuhnya gemetar dan juga lemas, ia tidak tahu harus berkata apa-apa lagi.


"Kamu harus menghadapinya Mel. Ada aku! Buang seluruh perasaan itu! Bagaimana kamu masih mencintai orang jahat yang dengan gampangnya merusak hidup semua orang yang berada di sekitarmu?!"


Dan Melia, hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya frustrasi, terjatuh ke atas lantai dan terisak-isak.


***


Hai hai, buat kalian yang ikutin virgin not for sale ... maaf aku harus bilang kalau aku udah 2 kali ngajuin kontrak dengan noveltoon dan ditolak..


haha, sampai sefrustrasi itu aku sampek gag update cerita ini.. aku udah berusaha semaksimal mungkin, udah hapus cerita aku di google play b**k tapi masih aja ditolak.. dan lebih sedihnya, aku kemaren kontak lagi di inbok qna, dan gag ada balesan gais.. ahhaha.. jadi aku bisa ngerasain author lainnya kenapa emang banyak banget yang pindah lapak..


nyesek sih, dengan tidak diterimanya kontrak ini, aku juga gag bisa lanjut virgin not for sale di sini gais, tapi aku mencoba fair, aku ngga mau ngecewain kalian yang udah ikutin cerita itu dan takutnya dibilang PHP...


kalian punya akun lain selain di noveltoon gag? di w a t t p a d mungkin? atau nanti aku juga share cerita itu di Instagram.. ya biar gratis aja.. aku gag mau bebanin kalian dengan koin gais,


jadi ya belum tau nanti virgin not for sale bakalan di upload di mana.. kalian bisa spam bantuin aku di QnA biar virgin not for sale diterima gitu sama noveltoon? sumpah ya, aku udah putus asa. . aku juga udah dm noveltoon di Instagram juga belum ada balasan...


hmhmhmhm... mengsedih...

__ADS_1


don't forget follow aku ya di Instagram hi_aleana ... buat ngikutin cerita aku lainnya yang entah aku pos di mana ...


oiya ... bagi yang punya w a t t p a d bisa ngacung? wkwk.. survey aja kali kali aku pengen post di sana..


__ADS_2