Hasrat Tuan Anderson

Hasrat Tuan Anderson
JEBAKAN?


__ADS_3

Bukan Anderson namanya jika apa yang ia lakukan tidak menimbulkan kegemparan. Seorang pemimpin sekaligus pemilik dari Arezhenio group, perusahaan yang bekerja dalam bidang hiburan, hotel, apartemen, dan restauran, telah menggandeng seorang wanita.


Bagaimana tidak?


Semua perempuan berlomba-lomba untuk mendapatkan perhatiannya tapi bertahun-tahun Anderson tidak pernah melirik mereka satu orang pun. Seluruh berita mulai simpang siur dari mulai Anderson yang penyuka sesama jenis hingga Anderson yang tidak pernah mau berkomitmen.


Tapi, semua terpatahkan hanya karena satu hari ini. Saat Anderson merangkul mesra Melia Leana, yang tidak lain adalah sekretaris pribadinya.


Seluruh hati wanita terpatahkan saat melihat Anderson seperti itu. Seluruh kantor hari ini hanya diisi dengan gosip yang terus menyebar mengenai Anderson dan Melia.


"Kamu senang, eh?"


Rio sahabat dekatnya, hanya bisa mengernyitkan dahi saat melihat Anderson yang terus tersenyum dan tertawa seperti itu.


"Hatimu pasti sedang berbunga-bunga." Rio bahkan berdecih saat mengatakan hal itu.


"Well, bisa dibilang begitu." Anderson mencecap minumannya kemudian duduk di atas meja.


Rio menghela napas. "By the way, apa kamu yakin dengan rencanamu saat kamu nanti pergi ke Bali?"

__ADS_1


Mendengar hal itu, mata Anderson membulat "Kamu tahu kalau aku harus melakukannya, kan?"


Rio tertawa mengejek. "Dengan menjebaknya? Apa kamu yakin setelah dia terjebak dia akan mau menikah denganmu?"


Anderson menghela napas. "Kamu tidak membantu sama sekali."


"Well, setelah dia mengetahui bahwa kamu adalah penyebab kenapa orang tuanya meninggal, aku tidak yakin dia akan tetap tinggal bersamamu."


Kata-kata itu langsung membuat dada Anderson sesak untuk sesaat. "Aku tidak akan pernah mengatakannya seumur hidupku."


"Kamu yakin? Apa kamu tidak merasa bersalah sama sekali?"


"Rio, aku tidak ingin membahasnya."


Mendengar hal itu, kerutan yang ada di dahi Anderson semakin ketara. Napasnya memburu disertai tangannya yang mengepal kuat tanda dia mulai marah. "Bisa kah kamu diam?!" Pekiknya keras.


Mengetahui bahwa Anderson akan meledak seperti itu, buru-buru Rio mengangkat kedua tangannya. Seperti mengatakan kepada sahabatnya itu, bahwa dia menyerah.


"Sory, aku hanya mengatakan segala kemungkinannya." Setelah Rio mengatakan hal itu, dia langsung mencari cara aman. Dia langsung pergi dari tempat ini untuk menyelamatkan diri.

__ADS_1


"Tapi, selamat atas cintamu yang sebentar lagi akan kamu dapatkan. Aku tahu selama bertahun-tahun kamu begitu terobsesi padanya."


***


Waktu sudah hampir siang saat Anderson masih termangu di sini. Sungguh. Kata-kata Rio telah mengusik dirinya di hatinya yang paling dalam.


Perkataan itu membuat Anderson mengingat kejadian pahit beberapa tahun yang lalu. Saat Anderson yang terlalu muda telah membuat kesalahan besar. Yaitu dengan melakukan tabrak lari dan malah meninggalkan keluarga itu di tengah jalan tanpa rasa bersalah sedikit pun.


Anderson kala itu hanya berpikir bahwa uang akan menyelesaikan segalanya. Dia membayar orang untuk mengakui bahwa tersangka yang melakukan tabrak lari adalah orang lain, bukan dirinya. Setelah itu, dia mengirim orang untuk membantu perekonomian keluarga dari Melia yang saat itu tinggal bersama dengan neneknya.


Tapi, apa yang ia dapatkan?! Melia menolak mentah-mentah bantuan finansial yang diberikan oleh Anderson dan menampar orang itu bahkan mengusirnya dengan begitu bencinya.


Dan semua hal itu, ternyata membuat Anderson benar-benar kepikiran. Diam-diam Anderson malah mulai membuntuti Melia dalam diam. Mulai mencari tahu sosok seperti apa Melia dari yang sekecil apa pun.


Anderson yang awalnya hanya didasari rasa kasihan mulai membantu Melia secara tidak terlihat. Seperti memudahkan Melia dalam meraih beasiswa, mulai memberi Melia pekerjaan sampingan sehingga tidak memberatkan masalah ekonominya dengan bayaran yang lumayan besar, sampai Anderson dengan berani membayar orang untuk membantu Melia saat Melia mulai merasa kesulitan.


Anderson tanpa disadari Melia sudah menopang kebutuhan hidupnya bahkan sejak dulu. Sedangkan Anderson yang waktu itu hanya membantu Melia dalam kesulitan, malah mulai terobsesi pada dirinya.


Anderson pikir, itu akan hilang setelah Anderson melihat Melia sudah berhasil dalam kehidupannya, namun ternyata Anderson salah. Ia malah semakin terobsesi dan semakin menginginkan Melia lebih dari yang ia kira.

__ADS_1


Sampai pada akhirnya Anderson sadar bahwa,


Anderson telah jatuh cinta dengan perempuan itu.


__ADS_2