Hasrat Tuan Anderson

Hasrat Tuan Anderson
YANG TERUNGKAP!


__ADS_3

Semua lorong ini tampak mencekam. Reyan berjalan pelan sambil mengendap-endap. Dilihatnya sekeliling ruang yang begitu tampak lengang tak terurus.


Perkiraan Reyan ternyata benar, penjagaan dari Anderson sudah tidak seketat dahulu, membuat Reyan sedikit leluasa untuk masuk ke dalam rumah ini walau dengan tertatih-tatih masuk dengan memanjat pagar besi yang ada di belakang rumah.


Di mana pembunuh itu ...?


Reyan menatap ke sekeliling ruangan. Tujuan utamanya memang mencari pembunuh itu. Hingga akhirnya samar-samar terdengar suara rintihan begitu keras. Membuat Reyan semakin menajamkan pendengarannya dan segera mencari sumber suara itu.


Reyan kembali bersembunyi saat melihat para penjaga wira-wiri di dalam rumah. Ia membungkam mulutnya sendiri dan kembali bersembunyi untuk setia menunggu para penjaga itu keluar dari rumah ini.


Begitu mendapat kesempatan, Reyan segera melangkah untuk menyusuri anak-anak tangga. Mengendap-endap masuk ke dalam rumah itu hingga berakhir menuju ke suatu ruang yang Reyan yakini bahwa ada sosok pembunuh itu di dalam ruang.


Reyan segera meraih knop pintu, membuka pintu itu itu dan ternyata benar apa yang ia yakini sebelumnya.


Pembunuh itu memang berada di sana ...


Dengan sangat mengenaskan ...


Luka di sekujur tubuhnya sudah mampu membuat Reyan mengerti kalau ia disiksa selama ini.


Reyan menahan napas. Ia ikut terengah-engah merasakan ngilu yang teramat sangat. Dan begitu Reyan masuk ke dalam ruangan ini, pembunuh itu segera sadar dan membuka matanya perlahan lalu menatap ke arah Reyan.


Tapi pembunuh itu hanya menyeringai. Entah ia dibentuk seperti apa, tapi ia cukup kuat untuk bisa tersenyum di tengah hujaman luka yang mengerikan itu.


"Kamu cukup berani untuk datang ke sini, bocah ..."


"Katakan! Apa pun yang kamu ketahui tentang Anderson katakan padaku!"


Ha ha ha.


"Kamu harus membebaskanku dulu kalau begitu."


Dahi Reyan mengerut. Dia tidak akan sudi melepaskan orang yang sudah hampir menyelakai Melia sampai sebegitunya.


"Aku akan segera melapor polisi, agar ada yang menolongmu untuk keluar dari sini, dan Anderson juga harus masuk ke dalam penjara, tapi sebelum itu, kamu harus memberi tahuku semua hal yang sudah kamu ketahui."


Ha ha ha.


Tapi mendengar itu semua, pembunuh itu malah tertawa. Membuat dahi Reyan mengerut karena takut kalau suara tawa itu akan membuat para pengawal datang ke dalam ruangan ini.


"Tidak sepicik itu, anak muda. Apa kamu bodoh?!"

__ADS_1


Reyan menahan napas.


"Polisi tidak akan mudah menangkapnya seperti apa yang kamu pikirkan."


"Lalu, apa maumu?!"


"Lepaskan aku, bodoh! Kamu membebaskanku dan aku akan memberi tahumu sesuatu hal yang mengerikan. Bukan kah kamu penasaran dengan apa yang sudah Anderson perbuat dengan wanitamu?!"


Tapi Reyan menggeleng-geleng cepat. Dia tidak sebodoh itu.


"Apa kamu tidak penasaran kenapa aku masuk ke dalam penjara padahal bukan aku yang membunuh orang tuanya?!"


Dan perkataan itu semakin membuat Reyan membelalak sempurna.


"Bagaimana anak muda?! Kamu bebaskan aku dan aku akan memberi tahumu semuanya?! Aku akan memberikanmu bukti, bahkan aku sudah berjaga-jaga sebelumnya kalau aku merekam seluruh pembicaraanku dengan Anderson kalau sewaktu-waktu dia macam-macam denganku."


"A-apa?!"


"Terserah padamu! Karena sebentar lagi, wanitamu akan segera dibawa ke luar negeri dan jangan harap kamu akan bisa bertemu dengannya lagi!"


Dan mendengar itu, mata Reyan semakin membelalak sempurna.


"Apa yang kamu katakan?!"


"Bagaimana aku bisa percaya ...?"


"Oke. Baik lah. Aku akan memberi tahumu kalau sebenarnya, orang yang membunuh kedua orang tuanya bukan lah aku, tapi melainkan Anderson sendiri."


Dan ucapan itu semakin membuat Reyan syok bukan kepalang. Tangannya bergetar hebat, matanya melotot tajam. Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia dengar kali ini.


"Jadi itu lah alasan kenapa aku menggantikannya di penjara."


"Apa?!"


"Jadi ... kalau kamu ingin bukti ... dan mencari bukti itu. Kamu harus membebaskan aku sekarang!"


Reyan masih dibuat menganga dibuatnya.


"Hei bocah!!! Apa kamu tidak ingin mempunyai bukti itu agar wanitamu percaya?! Aku juga tidak mau mati konyol di sini, dasar kurang ajar!!! Aku sudah memberi tahumu semuanya!!!"


Kepala Reyan tiba-tiba berputar akan kenyataan itu. Ia mengerjap-erjap.

__ADS_1


"Lepas!!! Aku akan memberimu semua buktinya!!!"


"..."


Reyan masih membeku di sana! Ia masih belum percaya dengan semua hal ini.


"Lepaskan!!! Dasar kurang ajar!!!"


"Aku akan memberi tahumu di mana Melia sekarang!"


Mendengar nama Melia, Reyan langsung sadar dibuatnya.


"Melia?"


"Apa kamu benar-benar ingin kehilangannya?!"


Dan pertanyaan itu nyatanya membuat dada Reyan terasa sangat sesak.


***


...


...


...


Reyan masih tidak percaya ...


Tangannya bergetar dengan begitu hebat.


Ia tidak percaya ia sudah membebaskan pembunuh itu, di tangannya pun ia juga sudah memegang bukti dengan apa yang dijanjikan olehnya.


Tapi ia benar ... semua yang ia katakan adalah benar.


Orang yang ia sangka pembunuh itu, bukan lah seorang pembunuh yang sebenarnya.


Tapi,


Anderson lah pembunuh yang sebenarnya ...! Dan Melia ... harus segera mengetahui semuanya. Harus!!!


***

__ADS_1


Hai.. hehe.. maafkan aku kemaren gag update.. oiya mau bilang, virgin not for sale lagi review dan ditolak gais.. wkwk. aku lupa kalau virgin not for sale masih aku jual di google play book.. jadi aku mau menurunkannya dari sana dulu dan bakalan nerusin itu semua disini...


jadi tungguin ya.. maksimal 3 hari. wkwk. makasih...


__ADS_2