Hasrat Tuan Anderson

Hasrat Tuan Anderson
TEST PACK


__ADS_3

Melia terpejam ...


Jatuh ke dalam kegelapan. Berada di dalam pangkuan Anderson dengan deru napas yang berangsur-angsur mulai teratur. Melia yang satu menit yang lalu mengamuk dengan berapi-api, kini sudah tenang dan terlelap dalam damai.


Hanya saja, kerutan yang ada di dahi Melia masih terlalu ketara. Menandakan bahwa Melia memang sedang tidak baik-baik saja. Perlahan, Anderson mengelus kerutan itu dengan lembut. Mengecup tangan Melia sekali lagi.


"Apa tidak ada kesempatan untukku lagi? Aku memang bajingan, jahat, seperti apa yang kamu katakan. Tapi aku secara tulus mencintaimu," bisikan itu terdengar sangat lirih. Mungkin hanya Anderson sendiri yang dapat mendengarnya.


Di tengah jalan, dan Anderson memeluk Melia erat-erat seperti orang gila. Anderson pikir, dia tidak akan pernah membuat Melia seperti ini lagi. Ia pikir, ia bisa memeluknya setiap waktu tanpa harus membuatnya terlelap terlebih dahulu lagi setelah pernyataan cinta Melia kala itu.


Tapi ternyata ...


Anderson salah. Anderson kembali membius Melia lagi. Hanya karena ingin memeluk Melia seperti ini.


Ada air yang mengalir di kedua pipi Anderson.


Entah kenapa ... semuanya terasa menyakitkan.


"Tuan, kita harus segera pergi dari sini." Salah satu pengawal lainnya berusaha memperingatkan Anderson kalau dia harus segera pergi dari sini.


"Ya, aku tahu."


Sekali lagi, Anderson mengecup kening Melia lagi. Mulai membopong Melia untuk masuk ke dalam mobil dan segera pergi.


"Siapkan pesawat. Kalian tahu ke mana tujuanku selama ini."


"Baik, Tuan."


Lalu, mereka semua berlalu. Pergi dari tempat ini setelah membereskan semuanya. Menghilangkan jejak, hingga situasi jalanan kembali sepi, hening dan tanpa suara.


***


Ada tangan yang bergetar di tempat lain. Ada jiwa yang ketakutan setengah mati di sudut kegelapan yang menyiksa.


Dia lah Rosa, yang selama beberapa hari ini terus menangis dan syok dengan semua keadaan ini.


Di dalam rumah sendirian ... dan terus melamun sambil memegangi perutnya yang sudah ada bayi di dalam sana.


Kehamilannya ...


Dia bahkan masih belum mempercayai semuanya. Dan lagi-lagi, ia hanya bisa duduk, sambil memeluk kedua lututnya sendiri.


Lalu, terdengar suara pintu yang diketuk. Membuat Rosa terkesiap akan suara itu. Waktu sudah menunjukkan hampir dini hari ... tapi ... kenapa masih ada orang yang berkunjung ke rumahnya?


Rosa mulai takut, hanya ada dia seorang di dalam rumah ini. Mulai bergetar dan melangkah ke arah pintu.

__ADS_1


"S-siapa?"


"Ini aku, Bram."


Dan suara itu berhasil membuat air mata itu menetes kembali. Hatinya terasa sangat ngilu seperti dicengkeram dengan sangat kuat.


Rasa marah dan benci bercampur menjadi satu. Laki-laki bajing*an yang sudah melakukan hal paling kurang ajar kepadanya.


Tanpa berpikir lagi, Rosa langsung berlari mengambil tongkat golf yang ada di ujung ruang. Dengan tangan yang bergetar ia mengangkat tongkat itu tinggi-tinggi jika Bram berniat melakukan hal kurang ajar lagi.


"MAU APA KAMU KE SINI LAGI?!!!"


Teriakan itu terdengar begitu keras. Pintu masih tertutup rapat dan Rosa ketakutan setengah mati. Tubuhnya bergetar hebat sambil memastikan kalau pintu itu terkunci dengan sangat rapat.


"Maaf aku sudah menghilang begitu lama ... aku hanya ingin datang dan bertanggung jawab."


Kerutan yang ada di dahi Rosa semakin ketara.


Apa ...? Setelah sekian lama ...?


Rosa menggeleng-geleng keras.


"Menurutmu?! setelah apa yang sudah kamu lakukan kepadaku?! Kamu dengan beraninya datang dan mengatakan hal seperti itu ...?!"


Rosa menganga tidak percaya. Laki-laki ini ... benar-benar bajing*n ...!


"Bisa kah kamu membuka pintu ini? Aku ingin menjelaskan semuanya ..."


Mendengar hal itu, Rosa semakin mempererat pegangannya pada tongkat golf yang ia pegang. Rosa hanya takut ... jika Bram akan bertindak hal kurang ajar lagi padanya.


"Aku tahu kamu takut ... tapi beri aku kesempatan."


"PERGI!!! Atau aku akan berteriak dan banyak orang yang akan datang ke tempat ini untuk ikut membunuhmu!!!"


Di luar sana, Bram hanya bisa memejamkan mata sebentar. Menarik napas dalam-dalam serta mengepalkan tangannya erat-erat.


Rosa masih trauma ...


Tapi Bram tetap harus bertemu dengannya untuk menjelaskan semuanya.


"Aku jatuh cinta padamu, Ros."


"PERGI!!!"


Air mata Rosa menetes deras, pun dengan Bram yang tiba-tiba menitikkan air mata.

__ADS_1


Di dalam sana, tangan Rosa pun masih bergetar hebat karena mulai merasa ketakutan yang teramat sangat.


Hingga satu menit pun berlalu ...


Lalu lima menit kemudian ...


Tidak ada sahutan lagi dari arah luar ruangan. Bram tiba-tiba menghilang dan tidak ada tanda-tanda lagi dia di luar.


Cepat-cepat Rosa mengintip ke arah luar jendela. Tangannya masih gemetar ketika melihat dari arah luar tirai dan ternyata memang benar kalau Bram memang sudah pergi.


Rasa takut itu mulai menguap, sedikit saja ... Rosa mampu bernapas lega sekarang ini.


Dia sudah pergi kan?!


Dia tidak akan datang untuk memperkos*nya lagi kan?!


Air mata itu terus mengalir dan Rosa terus memperhatikan luar ruangan, memastikan kalau Bram memang sudah benar-benar pergi.


Hingga pada akhirnya, ada langkah yang tidak terdengar sama sekali datang dari arah belakang Rosa.


Dia terus berjalan dan terus berjalan hingga mendekat tepat di telinga Rosa.


Rosa masih tidak sadar hingga sampai suatu ketika, Rosa mulai merasakan ada yang aneh di belakang tengkuknya sendiri.


Mulai merasakan ada napas yang teratur tepat di atas kepalanya hingga membuat jantung Rosa berdetak dengan sangat cepat.


"Bisa kah kamu jelaskan kenapa ada test pack di kamarmu dan garis dua terpampang jelas di sini?"


Begitu Rosa menoleh, ia kembali dibuat syok saat Bram sudah berada di belakangnya. Menatapnya dengan begitu intens dengan membawa tes pack di tangannya.


"K-kamu?! Kenapa bisa ..."


"Aku bahkan sudah berulang kali datang tanpa kamu sadari sebelumnya."


"TOLO ... NG!!!! Hmmftt."


Dan mulut Rosa kembali dibekap oleh Bram hingga Rosa tidak bisa berteriak lagi.


***


15.25 aku upload... kalian baca jam berapa ...


xixixixi


Kalian keren banget. gercep gercep sekali...

__ADS_1


__ADS_2