
Hari besar untuk dua keluarga itu akhirnya datang juga.Semua nampak sudah di persiapkan dengan matang.
Rumah Bu Aisyah benar-benar di sulap menjadi begitu berbeda. Seminimalisnya seorang Harry Reza Adhitama tetap saja nampak mewah.
Entah mengapa Raffa nampak begitu tegang padahal bukan dia yang akan menikah.Ia masih tak percaya hari ini datang juga.
"Hei Bebh tegang amat, bukannya harusnya lo bahagia? lo akan kembali punya keluarga yang utuh?" ucap Ryo serya menepuk pundak sahabatnya itu.
"Gue bukan gak bahagia Yo, cuma masih tak percaya ini terjadi.Gue gak pernah membayangkan Ibu nikah lagi, terlebih dengan seseorang seperti Tuan Harry, akan lebih mudah jika Tuan Harry orang biasa saja" sahut Raffa nampak khawatir.
"Lo khawatir terlalu berlebihan Behb, harusnya lo bersyukur Pak Harry orang baik yang sangat menghormati Ibumu dan gue yakin ia akan menjaga dan membahagiakannya" ucap Ryo mencoba meyakinkan.
"Semoga saja begitu Ryo, gue cuma bisa berdo'a yang terbaik untuk semuanya" sahut Raffa.
"Sudah seharusnya, udah! anak sultan kok murung, lo harusnya lihat gimana bahagianya Ibu Bebh" ucap Ryo kembali.
"Rese lo bawa-bawa sultan mulu" sahut Raffa kesal.
"Lo itu ibarat Aladin, cuma versi Ibu Aladin yang nikah sama sultan, lo ama jasmin jadi sodara wkwkwk" ledek Ryo.
"Makin ngaco lo kuya" sahut Raffa seraya memukul bahu Ryo.
"Rombongan keluarga pengantin pria sudah datang"
Ucap salah satu anggota keluarga yang membuat semua orang nampak bersiap.Di terima paman Raffa rombongan Tn Harry di tuntun menuju rumah.
Dengan pakaian pengantin putih kombinasi hitam Tn Harry nampak begitu gagah.Di iringi keluarga besarnya ia berjalan berbaris dengan membawa seperangkat mahar dan hantaran yang terhias cantik.
Pembawa acara pun mulai memandu untuk menyambut kedatangannya.Setelah mendapat kalungan bunga, Tn Harry beserta keluarganya pun di persilahkan masuk.
Setelah beberapa acara pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan sambutan, penuh percaya diri Tn Harry mengikuti prosesi ijab kabul.Hingga satu teriakan pertanda semua berjalan lancar terdengar
"Sah!" ucap Pak Penghulu
"Sah!" balas para saksi.
"Alhamdulillah"
Semua orang nampak begitu terlarut dalam rasa haru penuh bahagia.Setelah doa pengantin wanita pun diminta keluar.
Berbalut kebaya putih di padu kain batik putih variasi hitam Bu Aisyah benar-benar membuat semua orang tercengang dengan kecantikannya.
"Sambut istrinya, sudah sah jangan malu-malu" ucap pembawa acara.
Tn Harry juga Bu Aisyah nampak grogi karena tatapan semua hadirin.Keduanya pun lalu duduk berdampingan.
"Silakan di pasangkan cincinya"
Sedikit tegang Tn Harry meraih tangan Bu Aisyah lalu memasangkannya di jari Bu Aisyah yang nampak bergetar.
Selesai prosesi pemberian mahar di lanjut serangkaian acara administrasi beserta beberapa tanda tangan dan pembacaan sighat taklik.Setelah nasihat pernikahan yang di tutup do'a, acara sungkeman pun berjalan khidmat setelahnya.
Tak berapa lama mereka di tuntun menuju kamar untuk berganti pakaian.Setelah beberapa pengambilan dokumentasi, para perias sudah bersiap.
"Alhamdulillah akhirnya kita sah jadi suami istri, aku sangat bahagia sekali" ucap Tn Harry seraya menbelai pipi Bu Aisyah.
"Iya Mas Alhamdulillah" balas Bu Aisyah singkat dengan tersenyum malu.
"Di tahan mesra-mesraannya ya, saatnya ganti pakaian" ucap salah satu perias membuat mereka salah tingkah.
Cukup lama mereka berganti pakaian akhirnya mereka pun menuju pelaminan begitu pembawa acara memintanya.Di iringi pengiring pengantin keduanya begitu nampak berbahagia.
Ya, semua proses pernikahan di laksanakan di rumah Bu Aisyah.Tn Harry tak bisa menolaknya karena itu syarat yang harus ia penuhi.
Singkat kata keduanya pun duduk bak Raja dan Ratu, tanpa lupa prosesi sesi foto keluarga.Setelah sesi sambutan dan do'a tamu pun mulai memberikan selamat.
Raffa sendiri segera menghampiri Alena juga Alisa yang nampak begitu bahagia.
"Hai" ucap Raffa sedikit canggung.
"Hai Al" balas Alena sedangkan Alisa hanya tersenyum.
"Emh, selamat ya akhirnya kita jadi satu keluarga"
"Iya terima kasih Al tapi itu juga berlaku buat kamu kan!?" goda Alena.
__ADS_1
"Sepertinya iya dan harus membiasakan diri manggil Alisa Kakak dan kamu Adik" sahut Raffa balas menggoda.
"Yee! pede kita kan sama umurnya, belum tentu aku lebih muda"
"Mmmh Al, terima kasih sudah merestui Ibu untuk menikah, aku sangat menghargainya Dik" ucap Alisa mencoba membangun ikatan.
Raffa tersenyum seraya berucap, "Kita sama, hanya ingin melihat orang tua kita bahagia, betulkan Kak?" sahut Raffa.
Ketiganya pun tertawa bersama hingga Alena kembali buka suara, "Pelukan saudara?"
Alisa juga Raffa pun tampak tak menolak lalu ketiganya berpelukan begitu hangat.Tanpa mereka sadari seseorang yang baru datang melihatnya.
"Terus aja peluk, betah ya pelukan sama dua gadis sekaligus!?" ucapnya terdengar kesal.
"Ehh Aurel!?" saat Raffa menoleh ke arahnya.
"Aurel! maaf kita cuma terlalu bahagia dengan pernikahan Papa dan Mama Aisyah"
Tak lama Tn Hernand juga Ny Ariana tiba bersama Cella juga Adrian.
"Kak Al!" seru Cella lalu memeluknya.
"Cella!?" sahut Raffa seraya mengusap kepalanya, "Cantiknya kamu ampe Kakak hampir gak ngenalin"
"Dih Kakak bisa aja, jadi malu" ucap Cella lalu melepas pelukannya dan menyalami Alena juga Alisa.
Raffa pun tak kalah lalu menyalami kedua orang tua Aurel juga Adrian.
"Terima kasih sudah datang Om, Tante, Bang Adrian" ucap Raffa
"Sama-sama, kami tak mungkin melewatkan acara bahagia ini" balas Ny Ariana yang di amini Tn Hernand.
"Huft jauh-jauh datang malah gak di sambut!" celetuk Aurel kesal.
"Nanti di sambut kalau gak ada siapa-siapa" balas Raffa seraya mengedipkan sebelah matanya.
"Idih, tuh Pih Mih Raffa mulai berani genit"
"Tak mengapa mulai genit, kan sebentar lagi tunangan, bukan begitu" goda Tn Hernand yang membuat Aurel terdiam dengan wajah memerah.
Dengan wajah cemberut Aurel mengikuti kedua orang tuanya bersama Cella juga Adrian.
"Serius Al kamu mau tunangan?" ucap Alena.
"Ya, kalau keluarga pada setuju siapa yang tak mau" balas Raffa seraya garuk-garuk.
"Idih pake pura-pura, aku sih ikut senang kalau itu terjadi, aku doakan yang terbaik buat kamua Al"
"Iya makasih ya Dik" balas Raffa.
"Hihi terasa aneh ya" ucap Alena merasa geli di panggil dik.
Sementara di pelaminan Keluarga Adrean nampak tengah memberikan selamat.
"Selamat ya Pak Harry atas pernikahannya semoga langgeng.Istri Anda memang luar biasa cantik"
"Terima kasih Pak Hernand, istri Anda juga tak kalah cantik, iya gak sayang?" ucap Tn Harry seraya melirik Bu Aisyah.
Begitu gugup Bu Aisyah yang salah tingkah pun segera menjawabnya, "Iya Mas, kamu benar sekali"
"Anda terlalu memuji, oh iya hadiah lainnya menyusul ya" ucap Tn Hernand lalu beralih pada Bu Aisyah.
"Selamat ya Ny Adhitama" ucap Tn Hernand, "Oh iya setelah hari bahagia ini sepertinya kita harus bertemu untuk membicarakan pertunangan Aurel dan Raffa, tak keberatankan?"
"Papi ih kaya gak ada waktu lain saja, maafkan suami saya ya" ucap Ny Ariana lalu menyalami keduanya.
"Semua akan kita bicarakan lagi, tapi saya pun sangat menyambut niat baik itu Pak Hernand" sahut Tn Harry seraya tersenyum.
"Saya malah tak sabar kita segera besanan Pak Harry" ucap Tn Hernand.
"Saya juga Pak hernand" sahut Tn Harry dengan sesekali melirik istrinya.
"Selamat ya Om dan Tante, kalian sangat serasi" Ucap Arel.
"Makasih ya sayang, kamu yakin dengan Raffa Nak?" ucap Bu Aisyah menggoda.
__ADS_1
"Eh Bu?" sahut Aurel terpaku, "Aurel yakin seyakin yakinnya Bu" ucap Aurel kembali dengan menahan malu.
"Baiklah jika kalian sudah yakin , ibu akan merestui kalian" ucap Bu Aisyah dengan berbisik.
Setelah memberi selamat Tn Hernand dan sekeluarga pun menuju meja makanan sekedar untuk mencicipi hidangan yang tersedia.
Suasana pernikahan semakin meriah dengan iringan musik bertema cinta.Para tamu tak di sangka semakin banyak, walau Tn Harry tak banyak mengundang tapi ada saja rekan bisnisnya yang tahu.
Begitupun teman kampus Raffa akhirnya mereka datang bersama sama.Membuat Raffa juga Ryo merasa lebih hidup.
Setelah lama bercengkrama dengan teman-temannya Raffa segera menghampiri Aurel lalu mengajaknya pergi.
"Aurel, aku mau ajak kamu ke suatu tempat, bisa ikut sebentar?" tanya Raffa begitu meminta.
"Baiklah, lagian aku juga ingin cari udara segar" sahut Aurel yang nampak masih kesal padanya.
"Ya sudah yuk" ucap Raffa lalu beranjak pergi tak lupa membawa sepasang sandal milik ibunya.
Tanpa di duga Raffa membawa Aurel ke area pesawahan yang cukup luas tak jauh dari rumahnya.
"Di sini sejuk banget ya" ucap Aurel menarik nafas seraya merentangkan kedua tangannya.
Raffa yang tak ingin melepaskan kesempatan itu lalu memeluk Aurel dari belakang.Membuat Aurel sedikit terkejut sekaligus senang.
"Sayang, kamu bikin aku kaget saja" ucap Aurel seraya merangkul leher Raffa.Rasa kesalnya perlahan hilang lalu ia mencium pipi Raffa.
"Aku hanya ingin menikmati hari yang indah ini berdua kamu.Semoga kita selalu bersama seperti ini" sahut Raffa balas mencium pipi Aurel.
Aurel yang merasa begitu bahagia membalikan badannya lalu bergelayut manja di leher Raffa seraya menatapnya.Raffa sendiri terus merangkul pinggang Aurel seakan tak mau lepas.
"I love you so much Raffa" ucap Aurel dengan tatapan hangatnya.
"I love you too honey" balas Raffa lalu tanpa ragu mencium bibir Aurel penuh perasaan.
Keduanya larut dalam perasaan penuh cinta yang tak terlukiskan.Dunia memang seakan milik mereka berdua.
"Ya ampun Bebh cari kamar kenapa sih" ucap Ryo yang tanpa di duga menyusulnya.
Raffa juga Aurel yang terkejut lalu melepaskan ciuman juga pelukannya lalu Aurel yang malu berlindung di punggung Raffa.
"Kalau sudah gak sabar segera saja ke KUA" ucap Luna serya senyum senyum.
"Kita semua siap jadi saksinya!" ucap Arif, Yogi juga Ryan.
"Dasar kalian tukang intip!" seru Raffa seraya terkekeh malu bagau maling ke gep.
"Yey! maling ke tangkap kita bawa saja langsung KUA" ucap Ryan terus terkekeh.
Akhirnya mereka pun menghampiri Raffa juga Aurel yang masih menyembunyikan dirinya di punggung Raffa.
"Kepalang basah" rutuk Raffa lalu tanpa di duga ia berlutut di hadapan Aurel yang masih menahan malu seraya meraih tangannya.
Sontak yang lain pun terdiam melihat apa yang Raffa lakukan.
"Sayang kamu ngapain!?" seru Aurel makin tak kuasa menahan debaran jantungnya.
"Aurel, di tempat ini dan di depan para saksi di sini aku mau mengatakannya padamu, maukah kau menikah denganku?"
Bagai di sambar petir semua orang di situpun terdiam.Luna juga Vina sontak menutup mulutnya menahan haru.
"Sayang!? kamu!?" ucap Aurel begitu tak percaya.
"Maukah kamu menikah denganku? menjadi pendamping hidupku sampai akhir hidupku?" ucap Raffa kembali begitu sunguh sungguh.
Dengan perasaan yang berbunga sekaligus terkejut Aurel bisa merasakan wajahnya yang hangat dan merona.Setelah sesaat ia termenung dengan perlahan Aurel mengangguk seraya berkata, "Tentu saja aku mau, itu yang sangat aku inginkan, bersamamu selamanya" ucap Aurel dengan mata berkaca-kaca.
"Benarkah sayang?" sahut Raffa balik bertanya.
"Iya" balas Aurel singkat.
Raffa yang kegirangan lalu berdiri dan memeluk pinggang Aurel dan mengangkatnya tinggi tinggi di iringi teriakan teman-temanya yang kompak.
"Sahhhhhhhhh!"
Hari ini benar benar menjadi hari bahagia buat semuanya.Terutama Raffa dan Aurel yang semakin tak terpisahkan lagi.
__ADS_1
[[ Tamat ]]