Hati Sang Penakluk

Hati Sang Penakluk
43.Tiga Rencana Berbeda


__ADS_3

Sekembalinya Raffa ke Ibu Kota.Banyak hal yang Ryo ceritakan padanya.Raffa begitu merasa beruntung di kelilingi teman yang setia membantunya.


"Gue sepertinya benar-benar hutang budi sama kalian semua.Seharusnya gue sadar dari awal kalo gue punya banyak orang yang bisa gue andalkan" ucap Raffa merasa tak enak.


"Santai aja kali Behb, karena lo pun akan melakukan hal yang sama pada kita semua" sahut Ryo seraya menepuk pudak Raffa.


"Ryo, gue kok jarang lihat Aurel sejak salah paham di kedai? emang belum baikan juga sama Luna?" tanya Raffa penasaran.


"Deuh, ngapain lo nanyain dia? lagian lo ada Alena, dia lebih cocok sama lo" sahut Ryo sedikit keki.


"Gak gitu juga dodol, lo tau sendiri posisi gue sama dia gimana.Lagian Aurel tetep teman kita Yo" balas Raffa diplomatis.


"Emang perasaan lo sama Alena gimana sih? jangan sampai lo mainin cewek sebaik Alena Behb.Gue rasa Alena ada hati sama lo" ucap Ryo mengingatkan.


"Gak tau gua juga dilema, gue kira pura pura pacar gak akan serumit ini.Mana Om Harry sepertinya malah kasih lampu hijau lagi" sahut Raffa tak enak hati.


"Jadi lo sendiri gak punya perasaan sama dia Behb?" Ryo makin penasaran.


"Entahlah, dari awal kitakan cuma pura-pura, jadi gue jalanin sesuai peran aja Yo" ucap Raffa mencoba jujur.


Setelah beberapa saat keduanya terdiam akhirnya Ryo kembali buka suara,


"Eh iya, ada yang mesti gue tanyain sama lo, kebetulan lo juga bahas Aurel.Bisa lo jelasin video ini?" ucap Ryo lalu menyerahkan ponselnya.


Raffa begitu terkejut saat melihat potongan video makan malamnya saat itu.


"Dari mana lo dapat video ini!" kejut Raffa saat melihatnya.


"Gue dapat itu dari Luna yang ia dapat dari Aurel.Walaupun Luna diem-diem sih ngambilnya" ucap Ryo serius.


"Aurel sendiri dapat dari mana video ini?" Raffa berkata dengan perasaan gusar.


"Mana gue tau Raffa, tapi dari cerita Luna juga opini gue, kemungkinan ini penyebab Aurel marah sama lo Behb" ucap Ryo menekankan.


"Sebelumnya juga dia marah abis sama gue.Saat mergokin gue bawa mobil ke kampus,dia sebut gue pemburu harta.Sialnya Leon pun ada di sana" keluh Raffa.


"Apa! napa lo gak pernah cerita sama gue sih? pantas waktu itu tiba-tiba Aurel bete banget, ini sih pasti kerjaan Leon" sahut Ryo seraya memukul pahanya sendiri.


"gue mau jujur sama lo soal video ini.Intinya ini itu acara perjodohan Alena, yang lo harus tahu, calon laki-lakinya itu Leon" jelas Raffa.


"Apaaa! Leon!? amit amit kasian banget Alena kalo sama dia" seru Ryo seraya mengusap dada.


"Iya gue juga seneng bisa bantu Alena.Tapi di satu sisi Leon makin punya alasan buat nyerang gue" ucap Raffa tersenyum kecil.


"Fix Behb video ini pasti Leon yang rekam, secara gak ada orang lain lagi dan Aurel jelas kena hasud doi biar lo berdua slek" ucap Ryo merasa yakin.


"Gue gak habis pikir kenapa Aurel mudah banget kepancing, dan kalo marah seakan gue bikin dosa besar yang tak termaafkan" ucap Raffa lirih.


"Mungkin cemburu kali" celetuk Ryo asal.


"Cemburu? emang orang benci bisa cemburu Yo" tanya Raffa serius.


"Terbalik coy, karena cemburu makanya benci.Lagian kenapa lo penasaran? mau jadiin Aurel yang muda?" ucap Ryo makin ngasal.


"Euhhh, asal jeplak aja kalo ngomong si kuya, dah ah gue latihan dulu" sahut Raffa lalu beranjak menuju Hall basket.

__ADS_1


"Ya udah hati-hati lo, gue mau nyari bini gue dulu" ucap Ryo


"Ok Yo gue duluan" balas Raffa lalu segera menuju Hall kampus.


Sesampainya di Hall basket Raffa di sambut dua emosi yang berbeda.Armand dan yang lain nampak begitu antusias saat melihatnya.Namun untuk Leon itu bagai hari buruk baginya.


"Leon woy, lihat siapa yang datang" ucap Revan seraya menepuk tangannya.


Saat Leon menyadari siapa yang datang emosinya sontak memuncak.Dengan penuh aura kebencian ia mendekat lalu dengan sengaja melempar bola yang mengenai bahu Raffa.


"Hey bocah, ini bukan tempat lo lagi.Sebaiknya lo pergi sebelum gue sendiri yang ngusir lo" ucap Leon penuh kebencian.


Raffa hanya menatap Leon tanpa rasa gentar sedikitpun.Ia pun kembali berjalan namun Leon kembali menghadangnya.


"Gue bilang enyah lo dari sini! selain bisu lo juga tuli ya bocah" bentak Leon emosi.


Teriakan Leon membuat seisi Hall terkejut.Beberapa rekan Leon turut mendekat mengepung Raffa.


"Sebenarnya mau lo semua apa?" ucap Raffa dengan berani, menatap mereka satu-satu.


"Punya nyali juga ni bocah, permak aja bro" ucap Revan dengan senyum pahit.


"Sekali lagi gue tekankan sama lo bocah, pergi atau lo gue seret!" ancam Leon seraya mendorong tubuh Raffa.


"Gue masih mahasiswa di kampus ini.Selama larangan keluar dari mulut lo, itu gak berarti apapun buat gue" ucap Raffa lalu berusaha meninggalkan Leon cs.


"Siapa yang kasih lo izin pergi bangsat!" seru Leon lalu dengan


kasar menghujamkan tendangan ke arah Raffa.


"Akhhhhhhhhhhh" Leon pun meraung dengan memegang area sensitifnya.


"Bocah sialan, jangan pergi lo bangsat.Ahhhhh, awwww" Leon terus meringis tanpa mampu berdiri.


Sebagian rekan Leon pun menolongnya, sementara Revan dan dua orang lainnya tetap menghadang Raffa.Armand yang kehabisan kesabaran pun mendekati mereka.


"Lo kira bisa lepas setelah apa yang lo perbuat barusan bocah!" seru Revan tak kalah belagu.


"Woy woles men, inget Van kita di sini buat latihan basket bukan buat tawuran.Mau lo, ni kegiatan di bekukan" ucap Armand mengingatkan.


"Diem lo, gak perlu ikut campur!" seru Revan seraya menunjuk Armand.


"Ini jadi urusan gue juga Van, lo ganggu anggota tim gue.Ralat kapten tim gue" sahut Armand


"Haha kapten? gak salah lo, bocah begini kapten? setidaknya lelucon lo bagus men" ledek Revan.


"Sebaiknya lo urus kapten lo sendiri, sorry ada turnamen menunggu kita" ucap Armand lalu mengajak Raffa berkumpul.


Revan terdiam seakan memikirkan sesuatu lalu beranjak menuju tempat Leon berada.


"Gimana kondisi lo?" tanya Revan.


"Brengsek tu bocah, bakal gue bikin menyesal udah berani berurusan sama gue" dengus Leon masih tidak terima.


"Gue ada ide Bro, mereka sepertinya akan ikut turnamen juga.Ini kesempatan buat nyingkirin tu bocah" ucap Revan dengan seringai jahatnya.

__ADS_1


"Tim abal-abal sok mau ikut turnamen, Ok kita buat mereka hancur di sana.Selain hancur gue akan bikin dia malu sampai nangis darah" Ucap Leon dengan nada penuh ancaman.


"Sebelumnya gue harus pastikan tu bocah gak ada yang backup lagi.Terutama Om Harry, apapun caranya gue harus bikin tu bocah di tendang olehnya" guman Leon dengan penuh pikiran licik.


Sementara Raffa sendiri tengah berbincang serius dengan Armand.


"Al jangan pernah lo hiraukan mereka.Kita fokus sama turnamen yang akan datang.Apa rencana lo?" tanya Armand dengan serius.


"Kalo kalian percaya gue, ada satu hal yang mungkin bikin lo gak suka" sahut Raffa dengan tersenyum penuh arti.


"Maksud lo Al?" sahut Armand dengan wajah keheranan.


"Nanti kita bicarakan sama yang lain" ucap Raffa kembali.


"Heh gue serahin semua sama lo, kita semua percaya sama apapun keputusan lo" sahut Armand


"Akan ku buat tim ini lebih kuat.Saat kita berhadapan nanti, lihat apa yang bisa orang lemah ini lakukan untuk mulut besar lo"


guman Raffa seraya menatap dingin ke arah Leon.


Di tempat lain Aurel nampak termenung memikirkan semua hal yang semakin mengusiknya.


"Heh, seperti inikah rasanya kesepian? bukankah gue sudah terbiasa dengan rasa ini? tapi kenapa kali ini terasa begitu berbeda" guman Aurel dalam hatinya


Tiba-tiba perhatian Aurel teralihkan oleh pembicaraan seseorang yang berada tidak jauh dari dirinya.


"Ahh putus asa gue sama si Irfan, gak peka amat udah gue kodein juga" ucap salah satu gadis terlihat kesal.


"Eh dah tau dia itu pemalu lo masih aja ngarep dia nyosor duluan" sahut temannya.


"Tau ahh pusing gue" gadis itu makin putus asa.


"Makanya, hari gini cewek duluan yang nyosor juga banyak kali, gak ada salahnya lo coba nantikan ketauan responnya kaya gimana" temannya coba menghibur.


"Maksud lo gue mesti lebih agresif gitu? nunjukin kalo gue ada perasaan sama dia? gengsi dong, kalo di tolak mati gue" tanya gadis itu kembali.


"Ya enggak nyampe lo nyatain perasaan juga keles, cuma nunjukin aja kalo lo ada perasaan sama dia.Paham mkasud gue kan?" balas temannya.


"Oh gitu ya? ya udah deh gue ikuti saran lo" ucap gadis itu penuh harap.


Entah mengapa obrolan itu terdengar seperti sebuah nasihat pula untuk Aurel.


"Apa mungkin seharusnya gue juga seperti itu? ah enggak, enggak, lagian semua orang sepertinya dah benci gue.Gue emang sudah bersalah banget"


guman Aurel begitu tak enak hati.


Namun seketika wajah Aurel terlihat berseri seakan mendapat ilham.


"Akan ku buat cewek itu ngerasain apa yang gue rasain saat ini.Semuanya terjadi karena kehadiran lo.Lihat saja nanti"


[ Bersambung ]


Rencana apa saja yang sebenarnya akan mereka lakukan?


ikuti terus ya 😉

__ADS_1


__ADS_2