
Tiap detik waktu berlalu terasa makin membuatnya sesak.Rasa cemas begitu terasa membunuhnya.
Ia pun meraih ponselnya lalu melakukan video call dengan harapan membuatnya lebih tenang.
"Assalamuallaikum Bu,apa kabarnya?" sapa Raffa.
"Waalaikumsalam Nak,Ibu baik kamu sendiri?" sahut Ibu begitu senang.
"Aku baik juga Bu hanya sedang tidak merasa tenang" ucap Raffa memaksakan senyum.
"Kamu kenapa Nak? sebentar kamu kok keliatan rapi banget?" balas ibu seraya terus memperhatikan.
"Iya Bu Al di undang makan malam bersama keluarga teman Al" Raffa menjelaskan
"Tapi penampilan kamu Nak, acaranya memang resmi dan mewah ya?"
"Al gak pantes ya Bu pakai pakaian begini" ucap Raffa seraya menjauh dari ponselnya.
"Masya Allah kamu ganteng kok, tapi Ibu minta kamu jaga diri juga sikap kamu ya,jangan sampai bikin malu.Ingat kita ini cuma orang biasa,Ibu gak mau kamu kena masalah" ucap Ibu merasa khawatir.
"Iya Bu Al janji, do'ain semoga lancar ya" sahut Raffa meyakinkan.
"Iya, Ibu do'ain semoga lancar" ucap Ibu
"Makasih Bu Al tutup dulu ya,assalamualaikum" ucap Raffa berpamitan.
"Waalaikumsalam,baik-baik di sana ya Nak" balas Ibu
Raffa pun lalu menuju ruang depan.
"Bro sorry gue keluar dulu ya,titip rumah takutnya gue pulang malam" ucap Raffa pada Ferdy yang terbengong.
"Maaf Anda siapa ya? kok bisa keluar dari dalam?" sahut Ferdy drama.
"Halah rese lo,basi banget ngeledeknya" kesal Raffa.
"Hehe foto dulu Boss,sumpah hampir gue gak ngenalin lo," Ucap Ferdy lalu meminta Siska membantunya.
Siska pun tak lupa berselfie ria dengan Raffa yang memang tampak sangat berbeda.
Sementara di kediaman keluarga Adhitama nampak Tn Harry dan Alena tengah berbincang.
"Alena kamu yakin akan datang sendiri? sampai saat ini, kamu belum mengenalkan siapapun pada Papah" tanya Tn Harry.
"Iya sabar Pah,sebentar lagi juga Papah tahu" sahut Alena sedikit gusar.
"Maksud kamu gimana sih sayang? apa memang kamu belum punya pasangan?" Tn Harry pun bertanya semakin intens
Belum sempat Alena menjawab terdengar suara bel.Seorang pembantu pun segera membuka pintu.
"Siapa Bi?" tanya Tn Harry penasaran.
"Anu, itu Tuan, Non ehh di depan ada ... "
"Ya udah Bibi masuk aja biar saya yang ke depan" potong Alena yang segera beranjak menemuinya.
"Raf ... fa" Alena begitu terpana.Laki laki tampan dengan kemeja putih di balut stelan jas biru muda, dengan sneakers putih benar benar formal namun santai.Belum lagi potongan rambut fohawk undercut , Raffa terlihat maksimal.
"Alena aku jelek ya?" ucap Raffa seraya menarik narik jasnya seakan merapikan.
"Eh maaf ,yuk masuk hehe" sahut Alena malu sendiri karena lamunannya.
Dengan menggandeng lengan Raffa mereka pun segera menuju ruang tengah.
__ADS_1
"Assalamualaikum Om" Ucap Raffa seraya mencium tangan Tn Harry.
Respon Tn Harry tak berbeda jauh dengan Alena saat melihat Raffa.
"Waalaikumsalam, Raffa?" sahut Tn Harry lalu melirik Alena seakan meminta penjelasan.
"Maaf ya Pah Alena belum cerita sama Papah, takutnya Papah tak ... menyukainya" jelas Alena beralasan semampunya.
"Jadi maksud kamu pasangan kamu itu Raffa?" tanya Tn Harry kembali.
Alena hanya tersenyum seraya kembali mempererat pelukannya pada lengan Raffa.
Tn Harry tersenyum mendengarnya lalu mendekati mereka seraya berkata,
"Papah cuma do'akan semoga yang terbaik untuk kalian berdua" ucap Tn Harry menepuk pundak keduanya.
Mereka terlihat sedikit salah tingkah tatkala Tn Harry seperti memberi lampu hijau pada mereka.Tanpa tau mereka hanya pura-pura.
"Ya sudah mari berangkat,Raffa sama Alena pakai mobil baru kemarin.Gak pake nolak" ucap Tn Harry menekankan.
Tanpa membuang waktu lagi mereka pun berangkat beriringan.
Sesampainya di satu restoran mewah, ruang makan pribadi ternyata sudah di siapkan untuk acara malam ini.
Perasaan Raffa kembali tidak karuan.Restroom seakan menjadi solusi saat ini.Belum juga ia sampai, Raffa di kejutkan kedatangan seseorang yang begitu ia kenal.
"Leon? kok bisa kebutulan dia disini" guman Raffa seraya menyembunyikan dirinya.
Setelah dengan jelas kemana tujuan Leon, Raffa pun terlihat semakin gelisah.
"Ya Allah harus bagai mana ini? apa mungkin Leon jodohnya itu?
kalo iya?" Raffa membatin.
"Senang sekali malam ini akhirnya kita bisa berkumpul,bukan begitu Tn Harry?" Ucap Tn Arthur yang datang tidak bersama istrinya.
"Iya Tn Arthur sudah lama kita tidak menghabiskan waktu bersama" sahut Tn Harry seraya tersenyum.
Sementara Leon nampak begitu lekat memperhatikan Alena.Gadis cantik dengan one shoulder dress biru langit, rambut di biarkan tergerai menutup sebelah bahunya.
"Seperti yang telah saya sampaikan, ini Leon putra saya yang akan saya jodohkan dengan putri Tn Harry" Tn Arthur berterus terang.
"Saya merasa tersanjung dengan niat baik Tn Arthur, seperti yang Anda lihat anak bungsu saya Alena masih sangat muda" sahut Tn Harry.
"Tapi tidak ada salahnya kita merencanakan dari sekarang, ini juga demi masa depan anak-anak kita, bukan begitu?" lanjut Tn Arthur.
"Saya sih setuju-setuju saja, hanya saja kita juga perlu mendengar pendapat anak-anak kita" ucap Tn Harry berusaha lebih bijak.
Leon yang sedari tadi diam langsung memanfaatkan momen itu,
"Dad, malu dong masa iya sih pake jodoh-jodohan segala" bisik Leon
Baginya Alena memang sangat cantik tetapi mendapatkan Aurel akan ada kepuasan berlebih.
"Duh Raffa mana lagi, kok lama amat sih dia" guman Alena gusar.
"Om sebelumnya saya minta maaf, saya tidak bermaksud lancang.Saya ... " ucap Alena terpotong saat seseorang datang.
"Selamat malam, maaf saya kelamaan" ucap Raffa lalu duduk di sebelah Alena.
Saat mereka dengan jelas melihat orang di hadapannya, Leon juga Raffa sama-sama tercengang.Begitu pun Tn Arthur.
"Sayang, kok lama banget dari restroomnya?" tanya Alena memecah keheningan.
__ADS_1
"Maaf ya tadi ketemu teman baru jadi ngobrol dulu" sahut Raffa terlihat salah tingkah.
"Oh iya gak apa apa, minum dulu sayang" ucap Alena kembali berusaha semesra mungkin.
"Maaf Tn Harry siapa ini?" tanya Tn Arthur begitu terlihat terganggu.
"Eh maaf Om seperti yang Alena bilang tadi, dengan sangat menyesal Alena harus menolak perjodohan ini, selain masih ingin mengejar cita-cita terlebih Alena sudah memiliki pasangan" sahut Alena coba menjelaskan.
"Padahal saya sangat berharap Tn Harry tidak membuat saya kecewa" ucap Tn Arthur.
"Saya mohon maaf Tn Arthur, saya sudah berusaha, namun semua tergantung keputusan Alena, saya tidak bisa memaksanya" sahut Tn Harry memohon pengertian.
Berbeda dengan Ayahnya, Leon terlihat tersenyum licik.
"Jadi dia ini siapa Alena?" tanya Leon dengan serius dan nampak sudah memegang ponselnya.
"Kenalkan ini Raffa pacar saya" sahut Alena berusaha tetap tenang.
Raffa tersenyum dan berusaha sesopan mungkin.
"Hehe kamu sama Om emang gak kenal dia itu siapa?" ucap Leon seraya berdiri mendekati Raffa.
"Maksud kamu?" tanya Tn Harry
"Om gak bisa lihat dari dandanan palsunya ini?" ucap leon seraya menarik bagian pundak jas Raffa.
"Jujur saya tidak perduli dengan perjodohan ini, saya cuma mau bilang Om jangan sampai menyesal karena menerima dia"
"Leon jaga bicaramu" sergah Tn Arthur.
"Chill Dad," sahut Leon lalu meneruskan lagi perkataanya, "Anak sok polos ini cuma si miskin yang mau menguras harta Alena dan Om.Lihat yang dia pakai dari bawah sampai atas, semua Alena yang bayar kan? belum lagi dapat mobil ya, haha hebat hebat" ucap Leon begitu habis-habisan.
Alena juga Tn Harry begitu geram di buatnya belum sempat salah satu dari mereka berkata Raffa mendahului,
"Sebelumnya saya minta maaf, karena makan malam ini jadi terganggu.Jujur baju juga mobil semuanya benar.Tapi insyaallah saya tidak punya niat apapun pada siapapun.Saya memang miskin tapi setidaknya masih punya etika"
Jawaban Raffa membuat Tn Harry juga Alena tersentuh.Namun bagi Leon juga Ayahnya itu bak sindiran pedas.
"Satu lagi, apa artinya harta banyak hasil meminta,lebih berarti harta sedikit tapi hasil keringat sendiri itu lebih berharga" ucap Raffa sebagai motivasi dirinya juga balasan untuk Leon.
"Hemh calon mantu yang hebat" guman Tn Harry dalam hati seraya tersenyum puas.
Leon yang terbakar emosinya meraih satu gelas berisi orange juice lalu terlihat berbisik,
"Lo boleh tertawa sekarang tapi penderitaan lo baru saja akan di mulai.Mulai saat ini Aurel milik gue, jauhin dia atau lo tau akibatnya" ancam Leon lalu dengan sengaja menyiramkan orange juice tersebut ke dalam kerah pakain Raffa.
Raffa pun melonjak kaget lalu menepis tangan Leon, namun apa daya pakaiannya sudah terlanjur basah.
"Dad lupakan soal perjodohan, lagian Leon tidak tertarik.Leon punya calon yang lain,permisi" dengan angkuhnya ia pun pergi.
Tn Arthur pun sudah tak bisa berkata apa-apa, semua rencananya benar-benar hancur.
"Maaf Tn Harry sepertinya tidak ada lagi yang perlu di bicarakan, saya permisi" ucap Tn Arthur sinis lalu ia pun meninggalkan tempat tersebut.
"Silahkan Tn Arthur" balas Tn Harry.
"Sayang kamu gak apa-apa?" tanya Alena lalu ia nampak tersipu saat sadar ucapannya.
"Gak apa-apa, aku baik kok say ... cuma sedikit basah" sahut Raffa dengan wajah memanas malu hampir kelepasan.
"Ya sudah kita pulang sekarang" ucap Tn Harry yang sudah merasa jengah untuk tetap di tempat itu
Makan malam itu pun berakhir dengan kesan yang berbeda untuk semua orang di sana........
__ADS_1
[[ Bersambung ]]