Hati Sang Penakluk

Hati Sang Penakluk
81.Opening War


__ADS_3

Suasana Hall berubah mencekam seiring Raffa datang membawa kenyataan yang hampir semua orang sangat menginginkan kebenaran itu terungkap.


Semua tak menyangka jawaban dari semua kejadian yang menimpa Raffa datang hari ini.Luapan emosi kini nampak menyelimuti semua orang terdekat Raffa.


"Brengsek! lo gak bercandakan Behb!?" ucap Ryo geram.


"Sejak kapan gue selalu bercanda di saat yang gak tepat!?" ucap Raffa seraya menoleh pada Ryo.


Kesempatan itu pun di manfaat Leon.Setelah mendorong kaki Raffa ia berguling ke belakang lalu berdiri seraya mengibaskan bajunya.


"Hey bocah! lo keraksukan apaan!? ngomong ngelantur gak jelas! maksud lo apaan hah!" bentak Leon sok polos.


"Heh! dari awal gue sudah punya feeling, lo bajingan di balik semua ini!" ucap Ryo emosi seraya menghampiri Leon namun Raffa menahannya.


"Sebaiknya lo hentikan sandiwara lo dan buka topeng lo! atau cuma segini aja nyali Mr.Venom? haha selalu nyuruh orang layaknya pecundang!" ledek Raffa.


"Heh! masih saja bicara gak jelas, sini lo kalau lo laki!" balas Leon masih berpura-pura.


"Kebanyakan bacot Bebh! orang macam gini hanya tahu kepalan tangan!" ucap Ryo sudah naik darah lalu merangsek maju.


"Maju selangkah lagi, tamat riwayat lo!" balas Revan menghadang Ryo.


"Dah lama gak makan orang! boleh juga buat ngemil" ucap Ryo tersenyum pahit.


Dengan tiba- tiba Ryo melompat lalu menghajar Revan.Tak tinggal diam Revan balik membalasnya.


Tindakan Ryo memancing emosi semua orang.Tanpa aba-aba bentrokan pun tak terhindarkan.


"Akhirnya punya alasan juga buat ngehajar kalian semua" ucap Evran paling bersemangat.


"Maju lo sini brengsek!" teriak Roni tak mau kalah.


Suasana Hall benar-benar kacau. Lapang basket berubah jadi arena tawuran.Semua nampak ingin melepaskan emosi yang selama ini terpendam.


Sementara Raffa sendiri tanpa segan menghajar siapapun yang menghadangnya.Di satu momen Raffa melompat memanfaatkan tubuh teman Leon yang membungkuk menahan sakit.


"Percuma lo sembunyi sialan! lo harus bayar semua perbuatan lo!" teriak Raffa.


Selesai berteriak Raffa melakukan tiga tendangan beruntun.Walau semua dapat Leon tahan tetap saja ia terdorong.


"Makan ini bajingan!" bentak Raffa lalu mencungkil bola dengan kakinya.Saat bola melayang dengan cepat Raffa menendang bola basket itu ke arah Leon.


"Sialan lo bocah!" seru Leon seraya menyilangkan tangannya menahan bola.


Tapi bayangan seseorang sudah berada di bawah tubuhnya.Sedikit membungkuk Raffa melangkan pukulan tepat di perut Leon.


"Bukkhh!"


"Heekkh" pekik Leon.


Tanpa ampun Raffa menyusul dengan dua tendangan yang membuat Leon terpental.Tak mau di buat malu Leon mengambil bola lalu melemparnya.


Dengan cepat ia menepisnya namun Leon menyusul dengan menghujamkan kakinya.Sedikit terkejut Raffa melipat tangan di dadanya.


"Siapapun yang di dalam, cepat buka pintunya!" teriak seseorang dengan nada keras.


"Ingat! kalian yang terlibat pelanggaran akan kami tindak!" ancam seseorang.


Sontak saja teriakan itu mampu menghentikan kekacuan yang terjadi.Mata yang penuh amarah masih saling menatap saling mengintimidasi.


"Cepat buka pintu ini! atau akan kami dobrak!"


"Gue tunggu jawaban lo! kalau emang lo terlalu banci, gue sendiri yang akan datangin lo di manapun itu! termasuk tempat sembunyi lo di speed demons!" ucap Raffa penuh ancaman.

__ADS_1


"Berisik lo bocah, kemauan lo pasti terkabul, lo tunggu saja sialan!" balas Leon seraya mengusap perutnya.


Ryo sendiri langsung menghampiri Raffa seraya berkata,


"Ini memang bukan tempat yang tepat untuk menyelesaikan semuanya Behb" ucap Ryo lalu menarik Raffa.


Tanpa pikir panjang Ryo langsung duduk santai di bangku penonton.Melihat itu, semua orang mengikuti tingkah Ryo.


"Yog! lo yang paling aman, bukain pintu sana!" ucap Ryo yang nampak luka memerah di sela bibir juga pelipisnya.


Tanpa perintah, semua orang kembali melakukan aktifitasnya masing-masing.Seakan tak pernah terjadi apa-apa.


Setelah Yogi membuka pintu utama nampak pelatih juga asisten ditemani beberapa keamanan kampus pun masuk.


"Siapa tadi yang memberikan info palsu sama saya!" ucap pelatih nampak kesal.


Namun tak seorang pun bersuara.Ryo sendiri lantas berpura-pura membaca buku.


"Heh, berhenti kalian!" seru pelatih pada anak asuhnya yang terlihat berlatih.


"Leon! Revan! Roni! sini! ada apa ini sebenarnya!? kalian tawuran!? kenapa muka kalian pada lebam begini!?" ucap pelatih seraya memeriksa wajah Revan juga Roni.


"Gak ada apa-apa Coach, kita hanya berlatih terlalu serius dan keras jadi ada sedikit kontak" balas Leon beralasan.


"Omong kosong! latihan basket atau kick boxing! mulai saat ini kegiatan basket saya bekukan untuk sementara.Gunakan waktu itu buat berpikir, sampai saya tahu yang sebenarnya, hukuman menanti kalian semua!"


"Tapi Coach, kita bener gak ngapa-ngapain!" ucap Revan.


"Coach ingat posisi Anda! Anda tak bisa seenaknya, kalau sampai ada masalah dengan kegiatan ini!? Anda yang saya cari!" Ancam Leon.


"Tak perlu kamu mengancam saya, saya hanya tak mau kejadian ini terulang.Sekarang kalian bubar, ayo bubar!" ucap pelatih tegas.


Raffa yang masih tak puas terus menatap Leon.Dia masih tak menyangka gesekan dengan seniornya berbuah masalah separah ini.


"Sabar Bebh dia pasti dapat balasannya" ucap Ryo seraya memijat bahunya.


"Sudahlah Al, kita semua teman dan tak akan kita biarkan lo menghadapinya sendirian" balas mereka kompak.


Sementara itu Leon dengan sengaja menunggu Raffa di parkiran.Wajah cemasnya tak bisa ia sembunyikan.


"Brengsek! bagaimana bisa bocah itu tahu!? apa ada anggota gue yang berkhianat!?" guman Leon nampak berpikir keras.


"Bro! apa rencana lo selanjutnya, sepertinya bocah itu sudah pegang kartu lo?" tanya Revan.


"Gak ada lagi yang bisa gue lakukan selain membawa perang ini langsung padanya! dia akan dapatkan yang dia minta!" balas Leon seraya tersenyum smirk.


Tak lama Raffa nampak berjalan menuju parkiran.Leon yang sudah menunggunya lalu menghadangnya.


"Hei bocah! gue gak tahu apa masalah lo! tapi gue bakal penuhi keinginan lo! sabtu sore gue tunggu, lokasi tepatnya nanti gue shareloc! pastikan lo datang sendiri" ucap Leon.


"Heh! yang pengecut di sini lo sialan! lo yang harus pastikan diri lo datang dan tanpa tikus suruhan lo!" balas Raffa.


"Lo terlalu percaya diri bocah, lo belum tahu siapa gue sebenarnya! gue sendiri cukup buat habisin bocah cacat seperti lo!" ucap Leon percaya diri.


"Kita lihat saja nanti!" balas Raffa seraya menatap tajam Leon.


Sepeninggal Leon nampak raut wajah cemas tak bisa Ryo sembunyikan.Ia betul-betul tak percaya Leon akan menepati janjinya.


"Lo yakin Bebh orang itu bakal penuhin omongannya itu!?" ucap Ryo.


"Bagi gue, selama bisa balas semua perbuatannya, itu sangat cukup.Gue tahu ular itu pasti nyiapin siasat busuk!" balas Raffa.


Akhirnya mereka pun meninggalkan kampusnya dengan menggunakan mobil Ryo.Di tengah jalan satu mobil yang Raffa kenal menghadangnya.

__ADS_1


"Hei bocah tengik turun lo!"


"Biar ini jadi urusan gue Yo, lo tunggu saja!" ucap Raffa lalu beranjak turun.


"Berandal macam lo ngapain hadang gue!" ucap Raffa tanpa segan.


"Brengsek lo bocah, gak ada takutnya lo sialan! cukup satu kali gue bilang, dimana Aurel!?" ucapnya tanpa basa-basi.


"Apa urusan lo nanya cewek gue hah! urusan berandal speed demons cuma satu! bayar hutang nyawa lo sama gue!" bentak Raffa yang sudah antipati pada speed demons.


"Brengsek! apa maksud lo bocah, sebaiknya lo serahin Aurel sekarang juga!" balas Adrian tak mau kalah.


"Sampai kapanpun gue gak akan serahin cewek gue sama lo! sebaiknya lo bayar semua perbuatan lo!" ucap Raffa lalu berjalan mendekat.


"Minta di habisin ni bocah!" ucap Adrian lalu melayangkan pukulan.


Raffa menepisnya namun Adrian menyusul dengan dua tendangan.Raffa menahan juga mengelak dengan cepat.


"Heh! gue gak akan sungkan lagi bocah!" seru Adrian lalu kembali maju dengan pukulan dengan kombinasi tendangan.


"Heh! sama saja selalu banyak bacot!" balas Raffa dengan lincahnya menepis dan menghindar.


Saat Adrian menendang ke arah kepala, Raffa segera merendahkan badannya lalu satu pukulan di arahkan pada paha Andrian.


"Bughh!"


"Akhhh!" pekikan Andrian makin keras saat dua tendangan Raffa menyusul mendarat telak di dadanya.


"Saatnya lo bayar dosa lu bangsat! balikin kedai kopi gue lalu bayar perlakuan lo di gudang malam itu" Ucap Raffa seraya menekan dada Adrian dengan kakinya.


"Hekkhh! apa maksud lo dengan kedai kopi!?" balas Adrian.


"Sial pura-pura lupa, kedai kopi R2F jalan Veteran, yang lo dan berandal speed demons hancurkan, sudah ingat brengsek!" bentak Raffa seraya menghujamkan kakinya.


"Heempphhhkk! uhuukh! maksud lo!? itu tempat milik lo!?" balas Adrian sedikit terkejut.


"Selain Leon! lo semua harus membayarnya bajingan! bangun!" ucap Raffa dengan kasarnya mencengkram baju Adrian lalu mendirikannya.


Saat Adrian berdiri tanpa ampun Raffa memukul perutnya lalu membenturkan kepala Adrian ke lututnya.


"Balikin kedai gue bangsatt!" teriak Raffa lalu menjegal Adrian dengan pukulan lariat.


"Bangun lo! kemana gaya sombong lo yang tadi hah!"


"Bebh sebaiknya simpan tenaga lo, ingat dia cuma pelayan.Leon yang harus bertanggung jawab atas semuanya" ucap Ryo seraya menyandarkan tubuh pada mobilnya.


Raffa lalu mencengkram Adrian seraya mendorongnya hingga membentur mobilnya.


"Orang ini pun sama, tangan kotornya sudah lancang menghancurkan titipan Ayah gue! dan sekarang dia menyinggung kekasih gue!" ucap Raffa makin kalap lalu menghujamkan lututnya pada Adrian.


"Dugghhhh!"


"Hehmph!" pekik Adrian tertahan.


"Apa mau lo kali ini bangsat! setelah lo hancurin gue, mau apa lo sama cewek gue!" bentak Raffa.


"Gue mau bawa dia pulang! gue berhak bawa dia karena gue Abangnya Aurel!" balas Adrian tanpa ragu lagi.


"Apa!? sialan maksud lo, lo kakak Aurel!?" ucap Raffa tak percaya lalu melepasnya seraya mundur beberapa langkah.


"Heh! lo gak lagi bercandakan!?" tambah Ryo juga tak percaya.


"Ya, gue gak bercanda, gue Kakaknya Aurel, anak pertama keluarga Adrean!" ucap Adrian menegaskan.

__ADS_1


Sontak jawaban Adrian begitu mengejutkan mereka terutama Raffa.Bagaimana bisa orang yang jadi musuhnya kini ternyata Kakak dari kekasihnya.


[[ Bersambung ]]


__ADS_2