Hati Sang Penakluk

Hati Sang Penakluk
38.Kepulangan Dan Misi


__ADS_3

Raffa tak menyangka ini menjadi hari kepulangannya.Dalam waktu yang terasa singkat ia harus kembali dengan kabar tidak baik bahkan memalukan.


Di sepanjang perjalanan, Raffa begitu gusar memikirkan kata apa yang akan ia ucapkan pada ibunya.Buah tangan yang ia bawa pun akan tidak berarti apa-apa.


Perasaan Raffa makin tak karuan sesampainya ia di kediaman keluarganya.Ibu juga Adiknya terlihat sedang asik merapikan pakaian.


"Nita coba kamu lihat di depan sepertinya ada yang datang" ucap Ibu Aisyah


"Baik Bu" sahut Nita segera beranjak kedepan rumah.


Tiba-tiba Ibu di kagetkan suara Nita yang berteriak memanggilnya.


"Ibu, Ibu, lihat siapa yang datang!" Seru Nita begitu bersemangat.


"Siapa sih Nak? ampe seheboh gitu kamu ini" ucap Ibu lalu menghampiri Nita.


"Ibu lihat itu, kakak pulang bawa mobil bagus banget Bu" ucap Nita terlihat girang.


"Masya Allah Al" Ibu begitu tak percaya hingga menutupkan kedua tangan di sebagian wajahnya.


"Assalamualaikum Bu, Maaf Al mendadak pulang" ucap Raffa seraya mencium tangan Ibunya.


"Waalaikumsalam Nak, kenapa mendadak sekali kamu pulang?"


"Nit tolong ini bawa ke dalam" Raffa pun menyerahkan beberapa bawaanya pada Nita.


Setelah tinggal berdua tanpa di duga Raffa langsung bersujud seraya mencium kedua kaki ibunya,


"Bu maafkan Al sudah mengecewakan ibu,Al sudah gagal menjadi seperti yang ibu harapkan, Al berdosa sama ibu tolong ampuni Al Bu" Raffa berkata dengan tangisan begitu memilukan.


"Ada apa ini Nak,kenapa kamu bicara seperti itu?" ucap Ibu dengan meneteskan air matanya.


"Ampuni Al Bu, tolong Ampuni Al" Raffa terus memohon dalam tangisnya.


"Bangun Nak, kamu tak perlu begini.Mari masuk dulu,kita bicarakan di dalam" Ibu pun lalu memapahnya ke dalam.


Sementara itu di kampus, Ryo dan yang lain nampak sibuk mencari cara memata-matai Leon.


"Yan, gimana udah dapat sesuatu belum?" tanya Ryo.


"Belum Yo, gue dan yogi sengaja tadi pagi ngendap-ngendap di parkiran.Target cuma sedikit bahas Aurel" sahut Ryan.


"Waduh gaya lo target segala sok iye, ngomong apaan soal Aurel"


"Cuma, 'Sekarang gue bakal lebih bebas deketin Aurel, daftar saingan sudah berkurang hahaha' ," Yogi menirukan ucapan Leon.


"Ya gak usah lo tiru juga ketawanya dodol, fals banget ketawa lo apalagi nyangkul" ucap Ryo keki


"Maaf, nyanyi bang dari dulu belum berubah loh, yang fals itu nyanyi.Nyangkul beda bang di sawah" ucap Yogi dengan serius.


"Bukannya dah di ganti pak RT ya?" lanjut Ryo


"masih nunggu acc pak lurah Bang" balas Yogi makin parah.


"Djingan nyesel gue dengerin lo pada ya,buang energi gue aja" Arif begitu kesal.


"Tau, malah pada gila ni anak tuyul berdua" Ryan menimpali.


"Ok sorry gue serius sekarang, Yog kapan lo ada rencana ke Pak Lurah?" tanya Ryo dengan muka serius.


"Ngapain jadi ke Pak Lurah sih Yo" Yogi yang kembali serius pun kebingungan.


"Kan buat follow up masalah acc tadi, gimana sih!" ucap Ryo ngawur.


"Bubar, bubar, bubar!" Seru Arif emosi.


"Mati aja lo!" Ryan ikut emosi seraya menyepak kaki Ryo.


"Hidup pak lurah! Hidup Pak Lurah!" pekik Yogi bagai orang sedang kampanye.

__ADS_1


"Haha hey Yog, kalo mau gila tuh ajak si Ryan sama si Arif biar lo gak kesepian hahaha" Ryo tertawa begitu puas.


"Beuhh makin gak jelas, ya sudah kita laporin dia ke Pak Lurah" ucap Arif kepalang kesal.


Sontak dia pun di hadiahi serangan dari Ryo, Ryan juga Yogi.


"Ikut-ikutan gila, jelek lo" Seru Ryan mendelikan matanya.


"Heh udah udah, malah pada gila.Fokus ngapa sih? Rif kini giliran kita beraksi, ayo lo ikut gue" ucap Ryo lalu menarik Arif untuk mengikutinya.


Ryo pun mengajak Arif menuju ke arah Fakultas Hukum.Dengan terus mengendap-endap mereka menemukan Leon dan dua temannya masuk ke salah satu kafe dalam kampus.


"Gimana nih Yo, tempatnya terbuka banget.Kita gak bisa masuk begitu aja trus duduk deket mereka kan?" bisik Arif begitu ragu.


"Bawel lo, gue lagi pasang strategi dulu, gak bisa 4-3-3 ini sih" sahut Ryo


"Rese lo,ngomong apaan sih, di kira main PES apa ya" Arif kesal.


"Maksud gue, gak bisa frontal menyerang alias nusuk dari depan,harus manfaatkan lebar lapangan" Ucap Ryo setengah berbisik.


"Ogeb lo, bisa gak sih lo gak usah ngomongin bola dulu, pusing gue" balas Arif


"Belon on lo ah,lewat samping oneng" habis berucap Ryo dengan perlahan menyusuri samping tempat itu di ikuti Arif.


"Trus apa lagi sekarang?" tanya Arif.


"Ampun deh gue, salah bawa orang, gaya lo kalo mikir kaya detektor, baru kaya gini aja ngehang otak lo" ucap Ryo seraya mengusap wajahnya.


"Detektif cumi ... ah bodo ah, sekarang gimana? tanya Arif kembali.


"Bisa diem gak lo, kaya di BAP gue di tanya mulu.Improvisasi dong ketan" Ryo geregetan.


"Setan Yo bukan ketan ,gak apa apa bilang aja" sahut Arif sudah pasrah.


Setelah beberapa langkah mereka menemukan pintu menuju bagian belakang kafe tersebut.Beruntungnya dua potong seragam kafe nampak tergantung di dekat pintu itu.


"Kalo lo berani, ikut gue,kalo nggak, lo tunggu aja di sini" ucap Ryo dengan diam menarik dua potong seragam.


"Euh si ogeb malah ngumpet di pintu.Bener bener temen gak ada akhlak" guman Ryo yang lalu di kagetkan oleh teguran seseorang.


"Eh kamu siapa, ngapain di situ?"


"Emm anu, saya pegawai baru katanya di suruh training dulu"


"Oh gitu, kebetulan, kamu kerjakan yang mudah dulu saja.Bersihkan lantai sama meja bekas pelanggan, yang bersih"


"Ehh siap Mas"


"Peralatannya di tempat itu dekat pintu keluar belakang, cepat ya"


Ryo pun segera mengambil peralatan kebersihan.Tanpa sengaja ia pun menemukan sebuah topi.


"Sempurna" ucap Ryo lalu memakainya.


Dengan segera ia menuju kedepan dengan tidak lupa menyalakan aplikasi voice recorder.


Ryo dengan sengaja membersihakan meja yang berdekatan dengan meja Leon.Sehingga ia pun dapat dengan jelas mencuri dengar.


"Leon, yakin berhasil lo kali ini?" tanya Reno


"Lo lihat aja, siapapun macem macem sama gue, habis riwayatnya" sahut Leon begitu yakin.


"Tapi gue denger doi ada yang bantuin Bro, levelan bokap lo tuh kayanya"


"Udah gak usah khawatir, bisa apa sih dia" balas Leon santai.


"Heh lo, mau nguping lo? meja sebanyak ini lo cuma ngoprek di situ mulu, aneh lo" ucap Reno


"Maaf mas ini belum begitu bersih" sahut Ryo manggut manggut.

__ADS_1


"Oh iya terus langkah lo selanjutnya apaan" tanya Temannya yang lain.


"Menikmati kemenangan gue dulu lah, akhirnya satu bocah penggangu kelar.Dan Aurel bakal jadi milik gue, siapapun coba ganggu, gue pastiin end" ucap Leon serius.


"Bener bener lo Bro ngeri haha" ucap Reno


"Hehe cuz im venom" sahut Leon dengan seringai anehnya


Ryo yang masih di situ berguman dalam hatinya,


"Cuma karena cewek lo bikin sengsara sodara gue, bener bener banci"


"Heh lo siapa sih sebenernya?" tiba-tiba Reno mencengkram bahu Ryo.


"Duh maaf Mas, saya pegawai baru takut di pecat soalnya kalo gak bersih" balas Ryo manggut manggut.


"Aneh banget dari tadi muter-muter di sini doang, lo ambilin minum kek makanan gue kek, baru boleh, bego jangan!" seru Reno mulai terusik.


"Iya Mas di tunggu sebentar ya" ucap Ryo sudah mulai gusar.


"Deuh kalo gak lagi nyamar, dah gue pites pala lo" guman Ryo dalam hatinya kesal.


Ryo segera menuju ke area belakang kafe.Bukan mengambil pesanan tersebut malah ngacak ngacak tempat perlengkapan.


"Jackpot , mampus lo pada"


Lalu Ryo menuju dapur.Dan menanyakan pesanan Leon cs.Setelah siap ia pun mengantarkannya.


"Maaf menunggu lama, ini silahkan di nikmati, eh maaf" Ryo sengaja menjatuhkan sendok.Ia lalu pura-pura mencari ke bawah meja.Dengan was was ia memasangkan cable ties pada sepatu Leon.


Lalu Ryo mengulangi tingkahnya itu beberapa kali hingga tanpa sadar semua sepatu mereka sudah terpasang cable ties


"Silahkan di nikmati anjing" ucap Ryo dengan nada sopan.


"Hey maksud lo apa bilang gitu!" seru Reno gak terima.


"Gak ngomong apa-apa, anjing silahkan di makan jing" ucap Ryo kembali.


"Bener cari mampus lo bangsat!" kali ini Leon emosi.


"Gue hajar juga lo cunguk!" seru teman leon yang lain.


"Selamat mampus anjing anjing semua, selamat menikmati" Ryo lalu menyemprotkan saus pada mereka.


Dalam emosi yang memuncak Leon cs berusaha menghajar Ryo, namun akibat sepatunya terikat cable ties mereka pun terjatuh berbarengan.


"Brruuaaakkkkhhhhh"


"Brengsek lo!" Reno emosi


"Sialan tunggu lo!"


"Sumpah, gue akan cari elo sampai ujung langit pun bangsat!" seru Leon begitu naik darah.


Ryo pun kabur lewat pintu tempat ia dan Arif masuk.


"Woy ogeb buruan kabur, jangan melongo" ucap Ryo seraya menarik Arif yang anteng menonton aksi Ryo.


Dengan cepat mereka kabur ke arah Fakultas lain yang berlawanan arah dengan tujuan mereka.


"Woy Yo ini salah jalan kali" ucap Arif yang merasa aneh seraya terus berlari.


"Ahh gue gak mau lagi urusan sama lo, begonya ampe ke akar.Kamuflase cari aja di gugel" kesal Ryo terus berlari.


Akhirnya misi Ryo pun berakhir dengan Ryo yang tak sanggup menahan rasa kesal pada Leon cs..


[ Bersambung ]


Bagaimana nasib misi pengintaian ini selanjutnya?

__ADS_1


Bagaimana juga Raffa menjelaskan masalahnya pada ibunya?


Tetap sehat ya gess 😁👍


__ADS_2